Last updated · May 21, 2026 · independently researched, never sponsored.
We use minimal analytics + ads (no personal tracking). See our privacy policy.
Binh Chau Hot Springs terletak di tepi hutan pesisir sebelah tenggara Saigon — kolam mineral, mandi lumpur, dan telur rebus dalam air vulkanik. Inilah yang sebenarnya bisa kamu harapkan di sana.

Last updated · May 21, 2026 · independently researched, never sponsored.
Other articles covering this city.

Bai Truoc is Vung Tau's calmer, more walkable beach — here's what to expect, how to get there from Saigon, and where to eat nearby.

Loading…
Con Dao Prison is one of Vietnam's most important historical sites — a place where over a century of incarceration left deep marks on the islands and the country's memory.

Bai Sau is the long, open beach on Vung Tau's eastern side — the closest proper stretch of sand to Saigon. Here's what to expect and how to do it right.
Other articles covering the same region.

Van Thanh Mieu in Vinh Long is one of the best-preserved Confucian temples in southern Vietnam — here's how to visit, what to see, and where to eat nearby.

Everything you need to know about Phu Quoc Night Market — from the best seafood stalls to navigating the crowds and avoiding tourist traps.

Dong Nai's food scene sits between industrial city grind and rural delta freshness. Here's where to find the real food—markets, family-run joints, and dishes that rarely make it to guidebooks.
More articles from the same category.

Dinh Phat Chi is one of Lang Son's highest peaks and a rewarding day trek near the Chinese border. Here's everything you need to plan the trip.

Chua Ham Long is a centuries-old Buddhist pagoda tucked into a limestone hillside near Bac Ninh. Here's what to expect and how to visit.

Ninh Thuan sits on Vietnam's south-central coast, halfway between Da Nang and Ho Chi Minh City. Here's how to reach it by bus, train, flight, or motorbike—plus costs and realistic travel times.

Nang To Thi is a limestone rock formation in Lang Son that's woven into Vietnamese folklore. Here's what to expect, how to get there, and what to eat nearby.

Everything you need to know before visiting the Vietnam Fine Arts Museum in Hanoi — what to see, how to get there, and what to eat nearby.

Lam Dong's main towns offer distinct vibes for different travelers. Here's how to pick a base—from Da Lat's colonial guesthouses to Thac Dac's jungle ecolodges.
Binh Chau Hot Springs (Suoi Nuoc Nong Binh Chau) adalah kawasan panas bumi alami di mana aktivitas vulkanik bawah tanah mendorong air kaya mineral ke permukaan dengan suhu antara 40°C hingga 82°C. Lokasi ini berada di dalam cagar alam hutan dataran rendah pesisir seluas 220 hektare, yang dulunya masuk wilayah provinsi Ba Ria - Vung Tau — kini menjadi bagian dari Ho Chi Minh City yang diperluas setelah penggabungan administratif tahun 2025.
Pemandian air panas ini dikembangkan menjadi resor dan taman wisata pada awal 1990-an, meski aktivitas panas buminya sendiri sudah terdokumentasi jauh lebih lama. Komunitas lokal di sekitar Binh Chau dan distrik Xuyen Moc telah memanfaatkan sumber air panas ini secara informal selama beberapa generasi. Kini kawasan ini beroperasi sebagai taman berbayar dengan kolam mineral, mandi lumpur, danau kecil, dan jalur trekking melalui hutan di sekitarnya.
Tempatnya memang tidak glamor. Bukan destinasi spa mewah. Tapi ini adalah situs geologi yang benar-benar menarik, dengan air hangat beraroma belerang samar dan suasana yang sama sekali tidak terasa seperti Saigon.
Kebanyakan pengunjung datang karena dua alasan: kolam rendam mineral dan pengalaman unik merebus telur serta ubi jalar dalam air sumber yang dipanaskan secara alami. Bagian kedua itu mungkin terdengar seperti atraksi gimmick — dan jujur saja, memang agak begitu — tapi menyaksikan sekeranjang telur matang dalam kolam vulkanik yang menggelegak di suhu 82°C ternyata lebih memuaskan dari yang kamu bayangkan.
Selain itu, taman ini menawarkan pelarian dari hutan beton. Cagar alam ini memiliki tutupan pohon yang lumayan, beberapa jalur jalan kaki pendek, dan ketenangan yang cukup untuk membuat kamu merasa sudah jauh meninggalkan kota. Pengamat burung kadang-kadang datang untuk menikmati habitat hutan pesisir di sini, meski jangan berharap ini adalah destinasi birdwatching serius.
Bagi siapa pun yang berdomisili di Saigon dan mencari perjalanan akhir pekan yang tidak selalu harus ke pantai atau gunung, Binh Chau menawarkan pengalaman yang berbeda.
Pemandian air panas ini bisa dinikmati sepanjang tahun, tapi jendela terbaik adalah musim kemarau dari November hingga April. Suhu di wilayah tenggara ini berkisar antara 28–33°C dan hujan jarang turun, sehingga kamu tidak perlu berendam dalam air hangat sambil kehujanan.
Hari kerja terasa jauh lebih sepi dibanding akhir pekan. Sabtu pagi adalah waktu paling ramai dengan rombongan tur domestik. Kalau ingin menikmati kolam dengan lebih leluasa, coba datang hari Selasa atau Rabu.
Hindari minggu-minggu sekitar Tet — taman ini akan penuh dengan keluarga dan harga akomodasi di sekitarnya pun ikut melonjak.

Foto oleh Hồng Quang Official di Pexels
Binh Chau berjarak sekitar 150 km ke arah tenggara dari pusat Saigon. Ada beberapa pilihan perjalanan:
Dengan motor atau mobil: Ambil Tol Ho Chi Minh City – Long Thanh – Dau Giay ke arah timur, lalu ikuti Jalan Nasional 56 ke selatan melewati distrik Xuyen Moc. Total waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam tergantung kemacetan saat keluar kota. Biaya tol sekitar 50.000–70.000 VND sekali jalan untuk mobil.
Dengan bus: Naik bus dari Terminal Bus Mien Dong (yang baru di Thu Duc) menuju Vung Tau atau Ba Ria, lalu sambung dengan bus lokal atau taksi menuju Binh Chau. Total waktu tempuh sekitar 3,5–4 jam. Tiket bus untuk rute utama berkisar 80.000–130.000 VND.
Dengan mobil sewaan atau taksi: Grab atau sopir pribadi dari Saigon menghabiskan sekitar 1.200.000–1.500.000 VND sekali jalan. Jika dibagi 3–4 orang, biaya ini cukup terjangkau.
Kebanyakan orang menggabungkan kunjungan ke Binh Chau dengan singgah di Vung Tau atau pantai Ho Tram untuk menjadikannya perjalanan akhir pekan yang lebih lengkap.
Ini daya tarik utamanya. Taman ini memiliki beberapa tingkatan kolam — kolam umum bersama (sudah termasuk dalam tiket masuk sekitar 80.000–100.000 VND per orang dewasa), kolam semi-privat, dan bak privat yang bisa disewa per jam (200.000–400.000 VND). Suhu air bervariasi antar kolam, dari yang nyaman di 37°C hingga yang cukup panas di 42°C. Kandungan mineral utamanya adalah belerang dan natrium bikarbonat. Jangan lupa bawa handuk sendiri.
Kamu bisa membeli telur, ubi jalar, dan jagung di kios dekat sumber air terpanas, lalu menurunkannya dalam keranjang ke dalam air mendidih. Telur butuh waktu sekitar 15 menit untuk matang. Sekeranjang isi 10 telur dijual sekitar 50.000–60.000 VND. Kuning telurnya agak berbeda dari rebusan di atas kompor — lebih padat, dengan sedikit rasa mineral. Pengalaman yang menyenangkan untuk dicoba sekali.
Taman ini menawarkan mandi lumpur mineral, baik di kolam bersama maupun bak privat. Sesi mandi lumpur privat dibanderol sekitar 250.000–350.000 VND per orang untuk durasi 20–30 menit. Lumpurnya hangat, kental, dan konon baik untuk kulit. Bilas dengan air mandi mineral setelahnya. Pengalaman yang agak berantakan dan sedikit konyol, tapi kebanyakan orang menikmatinya.
Cagar alam di sekitar sumber air panas memiliki beberapa jalur jalan kaki pendek melalui hutan dataran rendah pesisir. Tidak ada yang berat — total sekitar 2–3 km jalur datar. Cocok untuk jalan pagi sebelum terik matahari datang. Kamu akan melihat beberapa pohon tua yang mengesankan dan sesekali ada kadal yang melintas.
Taman ini memiliki danau kecil berisi buaya air tawar. Kamu bisa memberi makan mereka dari atas platform (ikan yang diikat ke tali, sekitar 30.000 VND). Ini adalah atraksi wisata yang sangat khas Vietnam — ramai dan sedikit menegangkan. Anak-anak pasti suka.
Taman ini memiliki restoran sendiri, tapi makanannya standar dan harganya tidak sepadan. Lebih baik makan di luar.
Di sepanjang jalan masuk ke kota Binh Chau, cari warung seafood lokal yang menyajikan ikan dan kerang bakar — pantai hanya berjarak sekitar 10 km, jadi hasilnya segar. Sepiring kerang bakar dengan saus asam jawa dan beberapa bir bisa kamu nikmati seharga 150.000–200.000 VND.
Kalau kamu beranjak kembali ke arah Vung Tau, deretan warung makan di sepanjang jalan pantai Ho Tram menyajikan banh khot yang enak — pancake kunyit kecil renyah dengan topping udang, yang merupakan makanan khas daerah pesisir ini. Siapkan uang sekitar 60.000–80.000 VND untuk sepiring.

Foto oleh Nguyễn Văn Quý Ngọc di Pexels
Binh Chau Hot Springs Resort sendiri menyediakan kamar dan bungalow di dalam kawasan, dengan harga mulai dari 800.000–2.000.000 VND per malam. Kamarnya fungsional tapi sudah agak ketinggalan zaman — bayangkan gaya resor Vietnam awal 2000-an. Kelebihannya hanya satu: posisinya langsung di dalam taman.
Untuk nilai yang lebih baik, penginapan dan homestay di kota Binh Chau dibanderol 300.000–500.000 VND per malam. Sederhana, tapi bersih.
Kalau ingin yang lebih nyaman, kawasan pantai Ho Tram — sekitar 15 km ke arah barat — memiliki berbagai pilihan resor dari kelas menengah hingga premium (1.500.000–5.000.000 VND per malam), termasuk beberapa yang langsung menghadap pantai.
Banyak orang menempuh perjalanan jauh dari Saigon hanya untuk menikmati pemandian air panas saja, lalu merasa kurang puas — aktivitas di sini hanya menghabiskan sekitar 3–4 jam. Padukan dengan mampir ke pantai Ho Tram atau bermalam di Vung Tau agar perjalanan terasa lebih worthwhile. Selain itu, jangan lewatkan mandi lumpur dengan alasan itu hanya jebakan turis — justru itulah bagian yang paling dinikmati kebanyakan pengunjung. Dan yang terakhir, jangan pakai baju renang kesayanganmu ke dalam kolam mineral — air belerang bisa memudarkan warna kain secara permanen.