"Bun cha (분짜 / 烤肉米粉 / ブンチャー)" adalah menu makan siang andalan di Hanoi. Berjalanlah di gang mana pun di Old Quarter antara pukul 11 siang hingga 1 siang, dan Anda akan disambut oleh asap arang, aroma lemak babi yang menetes ke atas bara api, serta bangku-bangku plastik yang dipenuhi pekerja kantoran dan pengemudi motor yang sedang makan dengan lahap.
Komposisinya tidak pernah berubah: bihun dingin, semangkuk kuah kecap ikan hangat dengan daging babi panggang di dalamnya, sepiring rempah segar, dan acar pepaya muda di sampingnya. Anda mencelupkan bihun dan rempah ke dalam kuah, mengambil daging babi, lalu mengulanginya. Ini seperti sebuah operasi ban berjalan, tetapi ketika daging babinya dipanggang dengan pas dan kuahnya seimbang, rasanya sungguh luar biasa.
Barack Obama dan Anthony Bourdain makan bun cha di Huong Lien di jalan Ngo Thi Nham pada tahun 2016, yang mengubah kedai tersebut menjadi tempat berfoto wajib. Namun, Huong Lien memang sudah lezat sebelum kedatangan Obama, dan puluhan tempat lain di seluruh Hanoi juga menyajikannya dengan sama baiknya — bahkan terkadang lebih enak.
Apa Saja Isi Bun Cha
Cha (daging babi): Ada dua potongan. "Cha vien" adalah perkedel daging babi giling bagian bahu yang dibentuk dengan tangan — cukup berlemak agar tetap juicy saat dipanggang di atas arang. "Cha mieng" adalah irisan tipis perut babi tanpa kulit, dipanggang hingga bagian tepinya terkaramelisasi. Beberapa tempat membungkus daging cincang ini dengan daun pisang sebelum dipanggang agar tidak kering. Anda bisa memesan salah satu atau keduanya.
Bumbunya sederhana: kecap ikan (kandungan protein di atas 35%), gula, lada hitam, bawang merah cincang, dan sedikit lemak babi atau minyak sayur. Daging babi kemudian dipanggang di atas panggangan arang — tanpa gas, tanpa oven. Penggunaan arang adalah hal yang mutlak. Setelah matang, daging langsung dimasukkan ke dalam kuah celupan selagi masih panas.
"Nuoc cham" (kuah): Berbahan dasar kecap ikan yang diencerkan dengan gula, perasan jeruk nipis, cuka beras, bawang putih cincang, cabai cincang, dan terkadang setetes "tinh dau ca cuong" (esens dari kepinding air raksasa, yang kini ilegal untuk dipanen tetapi masih sering ditemukan). Kuahnya harus hangat, bukan mendidih. Keseimbangan rasa asam-manis-asin adalah segalanya. Terlalu asin, Anda akan butuh banyak minum air; terlalu manis, rasanya akan seperti hidangan penutup.
Bun (mi): Bihun dingin, disajikan dalam keranjang terpisah. Secara tradisional, yang digunakan adalah "bun con" — porsi kecil yang digulung rapat sehingga bisa diambil dalam satu gigitan. Sekarang, sebagian besar tempat menggunakan "bun roi", bihun urai yang bisa Anda atur sendiri porsinya.
"Rau song" (rempah segar): Selada, perilla, daun mint, ketumbar, ngo (herba sawah), "kinh gioi" (balsem Vietnam). Piring rempah ini biasanya lebih besar dari keranjang mi. Anda menggunakan selada sebagai pembungkus, mengisinya dengan bihun dan daging babi, lalu mencelupkannya.
Last updated · May 13, 2026 · independently researched, never sponsored.










