Pasar terapung Nga Nam adalah salah satu tempat yang memberikan pengalaman berharga bagi wisatawan yang bersedia pergi sedikit lebih jauh dari rute standar Can Tho. Sementara sebagian besar pengunjung Delta Mekong (메콩 델타 / 湄公河三角洲 / メコンデルタ) langsung menuju Cai Rang, Nga Nam beroperasi dengan ritme yang lebih lambat dan lebih lokal — lebih sedikit perahu wisata, lebih banyak perdagangan sungguhan, dan persimpangan lima sungai yang memberikan nuansa geografis yang dapat Anda rasakan langsung.
Apa itu dan bagaimana sejarahnya
Nga Nam berarti "lima cabang," dan nama ini memiliki arti harfiah. Pasar ini terletak di persimpangan tempat lima kanal bertemu di tempat yang dulunya merupakan provinsi Soc Trang (sekarang menjadi bagian dari wilayah administratif Can Tho (껀터 / 芹苴 / カントー) yang diperluas). Para pedagang dari distrik sekitarnya — Thanh Tri, Vinh Quoi, Phuoc Long, dan sekitarnya — telah mendayung barang dagangan mereka ke persimpangan ini selama lebih dari satu abad.
Berbeda dengan Cai Rang, yang telah berkembang untuk mengakomodasi pariwisata, Nga Nam tetap menjadi pasar grosir yang aktif. Perahu-perahu sarat dengan buah musiman, sayuran, beras, dan barang-barang kebutuhan rumah tangga. Penjual menggantung sampel produk mereka di tiang tinggi ("cay beo") di atas perahu agar pembeli dapat mengenali apa yang dijual dari kejauhan. Ini adalah sistem yang praktis, bukan sekadar untuk berfoto — meskipun hasilnya sangat bagus saat difoto.
Mengapa wisatawan datang ke sini
Daya tariknya sangat jelas: Nga Nam terasa apa adanya. Para pedagang tidak berpose. Tidak ada yang menawari Anda kelapa dengan sedotan seharga 50.000 VND. Pasar ini ada karena ini adalah cara paling efisien untuk memperdagangkan barang di lanskap berair di mana jalan raya terlambat dibangun. Anda sedang menyaksikan sistem ekonomi yang sudah ada sebelum adanya jalan raya, dan masih berfungsi karena memang masih efektif.
Persimpangan lima kanal ini juga berarti perahu-perahu datang dari segala arah, yang memberikan kompleksitas visual pada pasar ini yang tidak dimiliki oleh pasar bersungai tunggal. Pada pagi yang sibuk, Anda akan melihat 200–300 perahu memadati persimpangan, dengan sampan-sampan kecil yang meliuk-liuk di antara kapal kargo yang lebih besar.
Waktu terbaik untuk berkunjung
Pasar ini beroperasi sepanjang tahun, tetapi bulan-bulan terbaik adalah Desember hingga April — musim kemarau di Delta Mekong. Ketinggian air cukup aman, hujan jarang turun sebelum pukul 10 pagi, dan pilihan buah mencapai puncaknya dengan musim mangga, buah naga, dan rambutan.
Pasar dimulai sekitar pukul 03:00–04:00 dan mulai sepi pada pukul 07:00–08:00. Jika Anda ingin mendapatkan pengalaman penuh, usahakan sudah berada di atas air pada pukul 04:30. Menjelang pukul 06:00 pagi, pasar sudah mulai sepi. Ini bukan sekadar saran — ini adalah fakta. Datanglah pada pukul 08:00 dan Anda hanya akan menemukan perairan yang kosong.
Cara menuju ke sana
Dari pusat kota Can Tho, Nga Nam berjarak sekitar 60 km ke arah tenggara, kira-kira 1,5–2 jam dengan mobil atau sepeda motor tergantung pada lalu lintas dan kondisi jalan.
- Dengan mobil/taksi: Mobil pribadi atau Grab dari Can Tho bertarif sekitar 400.000–500.000 VND untuk sekali jalan. Anda harus mengatur perjalanan pulang atau menegosiasikan biaya tunggu untuk perjalanan pulang pergi.
- Dengan sepeda motor: Bisa disewa di Can Tho seharga 120.000–150.000 VND/hari. Perjalanannya datar dan sebagian besar melewati jalan provinsi — cukup mudah dilalui tetapi gelap jika Anda berangkat pada pukul 3 pagi.
- Dengan tur: Beberapa operator di Can Tho menawarkan perjalanan sehari ke Nga Nam, biasanya digabungkan dengan Phung Hiep. Perkirakan biaya 600.000–900.000 VND per orang termasuk sewa perahu dan transportasi.
Begitu Anda tiba di kota Nga Nam, Anda akan menyewa sampan bermotor kecil di tepi sungai. Sewa perahu berkisar antara 100.000–200.000 VND untuk rute 1–2 jam, yang bisa dinegosiasikan di tempat. Sebagian besar perahu dioperasikan oleh wanita setempat.

Foto oleh Duy Nguyen di Pexels
Apa yang bisa dilakukan
1. Berkeliling pasar pada jam sibuk
Pengalaman utamanya. Pengemudi perahu Anda akan menavigasi ke tengah-tengah keramaian perdagangan, merapat di samping perahu buah, tongkang beras, dan dapur terapung. Bawalah senter kepala atau lampu ponsel — suasananya gelap saat pasar sedang berada pada puncaknya, dan Anda pasti ingin melihat apa yang Anda beli.
2. Sarapan di atas air
Beberapa perahu menjual "hu tieu" — sup mi beras daging babi dan udang yang merupakan sarapan khas Delta Mekong. Anda merapat, penjual menyendokkan semangkuk mi, dan Anda menyantapnya sambil duduk di sampan. Semangkuk harganya 20.000–30.000 VND. Beberapa perahu juga menjual "banh canh" dengan kepiting, yang lebih sulit ditemukan di Hanoi atau Saigon dan patut dipesan jika Anda melihatnya.
3. Membeli buah langsung dari petani
Harga di pasar terapung adalah harga grosir, bukan harga turis yang dinaikkan. Satu kilo mangga mungkin berkisar antara 15.000–25.000 VND tergantung musimnya. Jeruk bali, nangka, sawo — tunjuk saja dan tawar harganya. Pengemudi perahu Anda akan membantu menerjemahkan jika diperlukan.
4. Berjalan-jalan di kota Nga Nam setelah dari pasar
Setelah pasar terapung usai, kota Nga Nam sendiri layak untuk disusuri dengan berjalan kaki selama satu jam. Pasar sentral di darat ramai hingga pertengahan pagi, dan jalanan ruko tua di sepanjang kanal memiliki tampilan kolonial Prancis yang memudar yang terasa benar-benar tak tersentuh, bukan sengaja dilestarikan untuk turis.
5. Melanjutkan perjalanan ke Phung Hiep
Jika Anda punya waktu seharian, bekas kota pasar ular Phung Hiep berjarak sekitar 30 km ke arah utara dan menjadi perpaduan yang pas. Pasar ular itu sudah tidak ada, tetapi pasar di tepi kanal dan persimpangan tujuh kanal layak untuk disinggahi dalam perjalanan kembali ke Can Tho.
Tempat makan di sekitar
Kembali ke darat, kota Nga Nam memiliki beberapa kedai nasi dan mi di sepanjang jalan utama. Carilah "bun nuoc leo" — sup mi ikan yang dipengaruhi gaya Khmer dengan "mam" (pasta ikan fermentasi), kacang tanah, dan jantung pisang. Ini adalah makanan khas daerah Soc Trang yang tidak akan mudah Anda temukan di tempat lain. Semangkuk harganya 25.000–35.000 VND.
Untuk sesuatu yang lebih mengenyangkan, kedai "[com tam](/posts/com-tam-saigon (사이공 / 西贡 / サイゴン)-broken-rice)" (nasi pecah) buka pada pertengahan pagi dan menyajikan daging babi panggang dengan acar sayuran seharga sekitar 30.000–40.000 VND.
Tempat menginap
Kota Nga Nam memiliki akomodasi yang terbatas — beberapa wisma sederhana ("nha nghi") dengan kisaran harga 150.000–250.000 VND/malam. Tempatnya cukup bersih tetapi fasilitasnya minim.
Sebagian besar wisatawan menjadikan Can Tho sebagai basis mereka, di mana pilihannya berkisar dari hostel seharga 200.000 VND hingga hotel butik seharga 1.500.000 VND di sepanjang tepi laut Ninh Kieu. Jika Anda ingin mengejar pasar pukul 4 pagi, Anda bisa berangkat dari Can Tho pada pukul 02:30 atau menginap semalam di Nga Nam dan berjalan kaki ke dermaga perahu.

Foto oleh Vietnam Tri Duong Photographer di Pexels
Tips praktis
- Bawa uang tunai. Tidak ada ATM di pasar terapung dan sebagian besar kota Nga Nam memiliki fasilitas perbankan yang terbatas. Bawalah uang pecahan kecil — uang kertas 10.000 dan 20.000 VND.
- Kenakan topi dan tabir surya bahkan saat fajar. Begitu matahari terbit sekitar pukul 05:30–06:00 pagi, sinarnya akan terasa sangat terik di perairan terbuka.
- Kopi Vietnam dari penjual termos di atas air harganya sekitar 10.000 VND dan rasanya cukup kuat untuk menebus rasa kantuk karena bangun pukul 3 pagi.
- Jas hujan ponco sederhana (5.000 VND dari warung pinggir jalan mana pun) patut dibawa bahkan di musim kemarau.
Kesalahan umum yang harus dihindari
- Tiba setelah pukul 7 pagi — pasar pada dasarnya sudah selesai. Ini adalah salah perhitungan turis yang paling umum terjadi.
- Memesan perahu wisata besar — perahu besar tidak dapat menavigasi celah-celah yang sempit. Mintalah sampan kecil.
- Mengharapkan infrastruktur setingkat Cai Rang — tidak ada toko suvenir terapung, tidak ada perahu polisi pariwisata, tidak ada papan petunjuk berbahasa Inggris. Itulah intinya.
- Melewatkan kota itu sendiri — sebagian besar pengunjung datang dan pergi dengan perahu, dan sepenuhnya melewatkan pasar darat serta pemandangan jalanannya.
Catatan praktis
Nga Nam memberikan pengalaman berharga bagi mereka yang bangun lebih awal dan wisatawan yang nyaman dengan minimnya petunjuk berbahasa Inggris. Ini bukanlah pengalaman yang dipoles — ini adalah pengalaman yang nyata. Jika Anda sudah berada di Can Tho untuk mengunjungi Cai Rang, menambahkan Nga Nam di pagi hari akan memberi Anda gambaran tentang bagaimana pasar terapung beroperasi ketika pariwisata bukanlah audiens utamanya.
Terakhir diperbarui · May 29, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.












