Apa itu Chua Keo?
Chua Keo (nama lengkap: Than Quang Tu) adalah kompleks pagoda Buddha abad ke-17 yang terletak di lahan persawahan datar di wilayah yang dulunya merupakan provinsi Thai Binh, kini menjadi bagian dari area administratif Hung Yen yang digabungkan di Delta Sungai Merah, Vietnam utara. Pagoda ini berdiri dalam bentuknya yang sekarang sejak tahun 1632, meskipun kuil aslinya di lokasi ini sudah ada sejak abad ke-12. Pagoda ini dibangun untuk menghormati biksu Khong Lo, sosok yang terkait dengan praktik agama Buddha sekaligus legenda pengendalian air setempat — sangat cocok untuk wilayah yang kehidupannya selalu berputar di sekitar sungai dan irigasi.
Hal yang membuat Chua Keo istimewa bukan hanya usianya, melainkan menara loncengnya. Menara lonceng kayu tiga lantai (gac chuong) setinggi 12 meter ini dibangun tanpa paku — disatukan sepenuhnya dengan teknik sambungan kayu. Menara ini dianggap sebagai salah satu contoh arsitektur kayu tradisional Vietnam terbaik yang masih bertahan, dan sejujurnya, berdiri di bawahnya sambil menatap struktur sambungan yang saling mengunci sudah sangat sepadan dengan perjalanan Anda.
Mengapa wisatawan berkunjung ke sini
Kebanyakan pengunjung asing di Vietnam utara hanya terpaku pada Hanoi, Ninh Binh, Ha Long Bay, atau Sapa. Chua Keo hampir tidak tersentuh oleh pariwisata internasional, dan itulah alasan mengapa beberapa pelancong mencarinya. Anda tidak akan menemukan bus wisata atau antrean tiket. Yang akan Anda temukan adalah kompleks yang benar-benar tua, tempat para biksu masih tinggal, umat setempat datang untuk berdoa, dan arsitekturnya belum "direstorasi" menjadi sesuatu yang tidak lagi otentik.
Fotografer datang untuk mengabadikan menara lonceng dan kolam pantulannya. Penggemar arsitektur datang untuk mempelajari teknik sambungan kayunya. Orang-orang yang sudah menjelajahi rute standar utara datang karena menginginkan sesuatu yang lebih tenang dan jujur dibandingkan pagoda-pagoda yang ramai dikunjungi di dekat Hanoi.
Waktu terbaik untuk berkunjung
Pagoda ini buka sepanjang tahun, namun ada dua waktu yang paling disarankan:
- September–November: Cuaca kering dan lebih sejuk. Sawah di sekitarnya menguning sebelum panen, dan pencahayaannya sangat bagus untuk fotografi. Cuaca yang nyaman untuk bersepeda jika Anda datang dari kota.
- Hari ke-4 bulan ke-1 penanggalan lunar (biasanya akhir Januari atau Februari): Festival tahunan Chua Keo. Ini adalah acara lokal besar dengan pertunjukan wayang air (Water Puppetry adalah tradisi Vietnam utara yang layak disaksikan dalam konteks apa pun), permainan tradisional, dan prosesi. Tempat ini akan dipenuhi pengunjung Vietnam tetapi tidak ada turis asing — benar-benar meriah dan bukan sekadar pertunjukan.
Hindari bulan Juni–Agustus jika Anda tidak menyukai panas dan kelembapan. Delta di musim panas bisa mencapai 35-38°C dengan udara yang sangat pengap. Pagoda ini memiliki tempat teduh namun tentu saja tidak ber-AC.
Cara menuju ke sana
Dari Hanoi (pusat utama terdekat), Chua Keo berjarak sekitar 110 km ke arah tenggara — sekitar 2 hingga 2,5 jam dengan mobil atau sepeda motor melalui QL1A lalu memotong ke arah timur.
- Bus: Naik bus dari terminal Giap Bat menuju kota Thai Binh (60.000–80.000 VND, ~2 jam). Dari pusat kota Thai Binh, Chua Keo berjarak sekitar 17 km ke arah tenggara di distrik Vu Thu. Gunakan xe om (ojek motor) lokal seharga 50.000–70.000 VND atau gunakan Grab jika tersedia.
- Sepeda motor: Pilihan paling fleksibel. Perjalanan langsung dari Hanoi, sebagian besar melalui jalanan delta yang datar. Berkendara dengan mudah jika Anda terbiasa dengan lalu lintas Vietnam di luar kota.
- Mobil pribadi/sopir: Siapkan dana sekitar 1.200.000–1.500.000 VND untuk perjalanan pulang-pergi dari Hanoi dengan waktu tunggu. Pilihan ini masuk akal jika Anda menggabungkannya dengan kunjungan ke tempat lain di delta.

Foto oleh HONG SON di Pexels
Apa yang bisa dilakukan
1. Mengamati menara lonceng dari dekat
Gac chuong adalah pusat perhatian. Berjalanlah di sekelilingnya, perhatikan bagaimana sambungan kayu saling mengunci tanpa pengencang logam. Keahlian ini berasal dari abad ke-17. Tanyakan kepada penjaga apakah Anda boleh naik ke atas — terkadang mereka mengizinkannya, terkadang tidak, tergantung pada hari dan suasana hati mereka.
2. Menelusuri seluruh kompleks dari depan ke belakang
Chua Keo membentang di sepanjang poros tengah: gerbang masuk, halaman, ruang ibadah utama, ruang belakang, lalu menara lonceng. Jangan hanya memotret bagian depan lalu pergi. Ruang-ruang di bagian belakang memiliki patung kayu tua dan panel ukiran yang sering dilewatkan oleh sebagian besar pengunjung. Luangkan waktu 45–60 menit untuk menjelajahi seluruh kompleks.
3. Duduk di tepi kolam teratai
Halaman depan memiliki kolam besar yang dipenuhi bunga teratai di musim panas. Bahkan di luar musim teratai, tempat ini sangat tenang. Warga setempat duduk di sini pada sore hari. Bawa minuman dan nikmatilah ketenangan sejenak — ini bukan tempat yang cocok untuk terburu-buru.
4. Berbincang dengan para biksu (jika Anda bisa berbahasa Vietnam)
Ini adalah biara yang masih aktif, bukan museum. Jika Anda menguasai bahasa Vietnam dasar atau memiliki aplikasi penerjemah, para biksu yang tinggal di sana biasanya dengan senang hati menjelaskan sejarahnya. Mereka sangat bangga dengan tempat ini.
5. Bersepeda di desa-desa sekitar
Lanskap delta yang datar di sekitar Chua Keo adalah ciri khas Vietnam utara: jalanan sempit di antara sawah, gerbang desa dari bata, dan kuil keluarga kecil. Sewa sepeda di kota Thai Binh (tanyakan di hotel Anda) atau kendarai sepeda motor Anda sendiri dengan perlahan melalui distrik Vu Thu.
Tempat makan di sekitar
Provinsi Thai Binh dikenal dengan "banh canh" — sup mi tepung tapioka yang kental, biasanya disajikan dengan kepiting. Cari banh canh cua di kedai-kedai kecil di sepanjang jalan antara kota Thai Binh dan pagoda. Semangkuk harganya sekitar 30.000–45.000 VND.
Juga patut dicoba: "nem chua" khas Thai Binh. Ini adalah daging babi fermentasi yang dibungkus daun pisang — rasanya tajam, sedikit asam, dan dimakan sebagai camilan dengan lalapan. Penjual menjajakannya di pasar lokal dan terkadang di dekat pintu masuk pagoda.
Untuk makanan lengkap, kembalilah ke pusat kota Thai Binh. Area di sekitar jalan Tran Hung Dao memiliki kedai nasi campur lokal (com binh dan) di mana dengan 40.000–60.000 VND Anda sudah mendapatkan nasi, daging, sayuran, dan sup.
Tempat menginap
Kota Thai Binh memiliki hotel dan penginapan sederhana:
- Budget: Nha nghi (penginapan) di dekat terminal bus, 200.000–350.000 VND/malam. Cukup bersih, ada kipas angin atau AC, dan air panas. Jangan berharap staf bisa berbahasa Inggris.
- Menengah: Beberapa hotel baru di pusat kota (Song Tra Hotel, Hung Vuong Hotel) dengan harga 400.000–700.000 VND/malam. Kamar pribadi, wifi, dan terkadang sudah termasuk sarapan.
- Tidak ada pilihan mewah di sini. Ini bukan kota wisata. Jika Anda membutuhkan kenyamanan, menginaplah di Hanoi dan lakukan perjalanan sehari (day-trip).

Foto oleh HONG SON di Pexels
Tips praktis dari warga lokal
- Berpakaianlah dengan sopan. Bahu dan lutut harus tertutup. Ini adalah tempat ibadah yang aktif, bukan reruntuhan.
- Tidak ada biaya masuk, tetapi berikanlah sumbangan (10.000–50.000 VND ke dalam kotak amal adalah hal yang wajar).
- Datanglah sebelum pukul 9 pagi atau setelah pukul 3 sore untuk mendapatkan pencahayaan terbaik dan menghindari rombongan tur domestik (terutama di akhir pekan).
- Bawa obat nyamuk. Ini adalah wilayah delta — air tergenang ada di mana-mana.
- Tidak ada ATM di dekat pagoda. Bawalah uang tunai dari kota Thai Binh.
Kesalahan umum yang harus dihindari
- Terburu-buru hanya dalam 15 menit. Banyak orang berkendara ke sini, memotret menara lonceng, lalu pergi. Anda akan melewatkan ruang belakang dan suasana yang sesungguhnya.
- Datang saat libur besar tanpa mengantisipasi keramaian. Tet dan festival pagoda akan mendatangkan ribuan pengunjung lokal. Energinya luar biasa, tetapi bukan pengalaman kontemplatif yang tenang.
- Tertukar dengan Chua Keo di Hanh Thien (Nam Dinh). Ada dua pagoda yang dikaitkan dengan biksu Khong Lo. Pastikan sopir Anda tahu bahwa Anda ingin ke Chua Keo di Vu Thu, Thai Binh — bukan yang satunya.
- Melewatkan Thai Binh karena tidak ada di jalur wisata. Itulah justru alasan mengapa Anda harus pergi ke sana.
Catatan praktis
Chua Keo paling cocok dikunjungi sebagai perjalanan sehari dari Hanoi atau sebagai pemberhentian dalam perjalanan panjang menyusuri Delta Sungai Merah yang mungkin mencakup Ninh Binh atau Nam Dinh. Tempat ini sangat cocok untuk wisata lambat (slow travel) — bersepeda, makan makanan lokal, dan menginap di tempat yang tidak ada orang berbahasa Inggris. Itu bukanlah keterbatasan; justru itulah intinya.
Terakhir diperbarui · May 29, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.












