Apa yang membuat "banh trang nuong" khas Da Lat berbeda

"Banh trang nuong" — kertas beras panggang — dijual di seluruh Vietnam (베트남 / 越南 / ベトナム), tetapi versi Da Lat memiliki reputasi tersendiri di kalangan pelanggan setia. Kertas beras di sini cenderung lebih tipis, lebih renyah, dan isiannya lebih ringan: lebih sedikit mayones, lebih banyak udang dan herba, terkadang hanya garam dan wijen. Saus cocolan manisnya (sering kali berupa saus ikan dengan sedikit gula dan jeruk nipis) juga tidak sepekat yang biasa Anda temukan di Saigon. Di pagi hari Da Lat yang sejuk, kertas beras hangat nan renyah yang membungkus sedikit udang dan herba menawarkan kenikmatan berbeda dibandingkan banh trang nuong bagian selatan yang lebih berat.

Sebagian dari reputasi lokal ini berasal dari budaya pasar Da Lat (달랏 / 大叻 / ダラット) dan fakta bahwa kedai-kedai banh trang nuong di kota ini telah menyempurnakan keahlian mereka secara perlahan selama beberapa dekade — mengutamakan kualitas daripada kuantitas.

Tempat yang dikunjungi warga lokal

Banh Trang Nuong An Nhan

Di Jalan Phan Dinh Phung dekat persimpangan dengan Tran Hung Dao, sekitar 200 meter di sebelah selatan Saigon (사이공 / 西贡 / サイゴン) Hotel, terdapat sebuah kedai kecil yang dikelola oleh seorang wanita paruh baya (warga lokal memanggilnya "ba An Nhan"). Beliau telah berjualan di sudut jalan ini sejak tahun 1990-an. Kertas berasnya dipanggang secara manual di atas arang, yang dapat terlihat langsung dari jalan. Beliau mengisi setiap lembar dengan udang montok, daun bawang, ketumbar (cilantro), dan bawang goreng renyah. Satu gulung dihargai 15.000–20.000 VND. Beliau tidak memiliki toko mewah — hanya gerobak dan panggangan besi — tetapi ini adalah tempat yang paling pertama direkomendasikan oleh para pencinta kuliner Da Lat. Buka dari jam 7 pagi hingga sekitar tengah hari, lalu buka kembali jam 5–7 sore.

Banh Trang Nuong Yen Anh

Di area Trai Mat Ward, dekat persimpangan Tran Hung Dao dan Pham Dinh Phung, penjual lama lainnya (Yen Anh) beroperasi dari sebuah kedai permanen. Ia menawarkan kertas beras yang sedikit lebih tebal dan lebih lembut (beberapa orang lebih menyukai tekstur ini) dengan berbagai pilihan isian: gulungan isi udang saja, babi-dan-udang, serta versi vegetarian yang hanya berisi herba dan wijen. Harganya berkisar antara 18.000–22.000 VND per gulung. Saus cocolan di sini ditambahkan sedikit cabai dan jeruk nipis — tidak semanis buatan An Nhan. Ia biasanya berjualan dari jam 6:30 hingga 10 pagi dan jam 4–8 malam.

Banh Trang Nuong di Pasar Dat Phuong

Di dalam Pasar Dat Phuong (di Jalan Phan Dinh Phung, dekat Tran Phu), terdapat kedai penjual di sisi selatan aula utama, yang mudah dikenali dari panggangan dan antreannya saat jam makan siang. Kertas beras di sini lebih tipis dan lebih garing — warga lokal menyukainya karena teksturnya. Isiannya minimalis: udang, sedikit pâté, banyak herba, dan wijen sangrai. Satu gulung seharga 17.000–19.000 VND. Jam operasional pasar kira-kira dari jam 6 pagi hingga 5 sore.

Banh Trang Nuong di Jalan Thong Nhat

Sebuah tempat yang lebih baru (namun bereputasi baik) di dekat persimpangan Thong Nhat dan Tran Hung Dao mengoperasikan gerobak kecil di pagi hari. Pemiliknya mengambil udang langsung dari pasar di provinsi Lam Dong dan selalu menggunakan ketumbar (cilantro) segar setiap hari. Gulungan di sini sedikit lebih mahal, yaitu 20.000–25.000 VND, tetapi warga lokal mengatakan kualitas udangnya sebanding dengan harganya. Buka sekitar jam 6:30 pagi dan tutup menjelang jam 10:30 pagi.

Pemandangan fasad Das Bavico Hotel di Thành phố Đà Lạt yang semarak, Vietnam.

Foto oleh HONG SON di Pexels

Cara memesan

Sebagian besar kedai memiliki pengaturan yang sederhana: tunjuk ke arah panggangan, sebutkan berapa banyak gulungan yang Anda inginkan ("Ba cuon" untuk tiga, "Nam cuon" untuk lima), dan tentukan isiannya jika ada pilihan. Permintaan yang umum adalah "tom" (udang), "tom va thit" (udang dan babi), atau "rau" (sayuran). Jangan mengharapkan menu berbahasa Inggris — para penjual hanya tahu beberapa kata tetapi sebagian besar mengandalkan isyarat tangan. Duduklah di kursi plastik di dekatnya saat mereka memanggang, dan seluruh proses transaksi hanya memakan waktu 5–10 menit.

Saus cocolan disajikan terpisah dalam mangkuk kecil. Sobek sedikit bagian dari gulungan yang renyah, celupkan, lalu segera makan. Kertas beras akan kehilangan kerenyahannya setelah beberapa menit, jadi kecepatan adalah bagian dari seni menikmatinya.

Udang dan sayuran yang mendesis dipanggang di atas barbeku berasap untuk hidangan yang lezat.

Foto oleh HOT WOK di Pexels

Waktu terbaik untuk berkunjung

Pagi hari (jam 6:30–9 pagi) adalah waktu yang ideal. Penjual masih segar, kertas beras terasa paling hangat langsung dari panggangan, dan Anda akan melihat pelanggan setia yang sebenarnya — pekerja kantoran, pedagang pasar, pesepeda yang mencari sarapan cepat. Kertas beras juga cenderung lebih renyah di udara pagi yang sejuk; kelembapan udara di Da Lat akan meningkat menjelang sore hari.

Makan siang (jam 11:30 siang–1 siang) adalah waktu sibuk kedua. Beberapa kedai tetap buka, tetapi suasananya lebih ramai dan kualitas kertas beras bisa sedikit menurun jika mereka terburu-buru menyiapkannya.

Malam hari (jam 5–7 sore) suasananya lebih tenang dan santai, meskipun kurang tradisional. Beberapa warga lokal menikmati banh trang nuong sebagai camilan sore sebelum makan malam.

Biaya dan catatan praktis

Bersiaplah untuk membayar sekitar 15.000–25.000 VND per gulung tergantung pada penjual dan isiannya. Porsi makan berisi tiga hingga lima gulung (biasanya untuk berbagi) berkisar antara 50.000–100.000 VND. Sebagian besar kedai hanya menerima uang tunai. Bawalah uang kertas pecahan kecil; penjual tidak selalu memiliki uang kembalian.

Bawalah tisu atau bersiaplah tangan Anda akan berminyak. Kertas beras ini memang sengaja dibuat berminyak — itulah daya tariknya. Bir atau es teh dari penjual terdekat adalah paduan yang cocok, meskipun banyak warga lokal yang melewatkan minuman dan hanya fokus makan.

Tidak semua tempat banh trang nuong itu sama. Tempat-tempat yang terdaftar di sini memiliki reputasi lokal bertahun-tahun, tetapi jika Anda bertanya kepada penduduk Da Lat, mereka mungkin memiliki tempat favorit pribadi di luar daftar ini. Budaya kuliner lokal di Da Lat sangat bersifat hiperlokal dan menyebar dari mulut ke mulut. Jangan ragu untuk bertanya kepada staf hotel Anda atau pelanggan setia jajanan kaki lima tentang tempat favorit mereka — Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang bahkan lebih baik.

— SELESAI —

Terakhir diperbarui · May 29, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.