Last updated · May 23, 2026 · independently researched, never sponsored.
We use minimal analytics + ads (no personal tracking). See our privacy policy.
Ben Nghieng adalah dermaga masa perang di Hai Phong yang jarang dikunjungi namun memiliki nilai sejarah yang mendalam. Berikut adalah hal-hal yang bisa Anda temukan dan cara merencanakan kunjungan ke sana.

Last updated · May 23, 2026 · independently researched, never sponsored.
Other articles covering this city.

Cho Sat is Hai Phong's oldest and most recognized market — part concrete landmark, part living commercial hub. Here's what to expect and how to visit.

Loading…
Hon Dau is Hai Phong's old-school seaside resort — part amusement park, part coastal escape. Here's what to actually expect and how to plan a visit.

A practical guide to Tien Lang hot springs near Hai Phong — how to get there, what to expect, where to eat, and tips locals actually give.
Other articles covering the same region.

Dinh Phat Chi is one of Lang Son's highest peaks and a rewarding day trek near the Chinese border. Here's everything you need to plan the trip.

Chua Ham Long is a centuries-old Buddhist pagoda tucked into a limestone hillside near Bac Ninh. Here's what to expect and how to visit.

Nang To Thi is a limestone rock formation in Lang Son that's woven into Vietnamese folklore. Here's what to expect, how to get there, and what to eat nearby.
More articles from the same category.

Ninh Thuan sits on Vietnam's south-central coast, halfway between Da Nang and Ho Chi Minh City. Here's how to reach it by bus, train, flight, or motorbike—plus costs and realistic travel times.

Van Thanh Mieu in Vinh Long is one of the best-preserved Confucian temples in southern Vietnam — here's how to visit, what to see, and where to eat nearby.

Everything you need to know about Phu Quoc Night Market — from the best seafood stalls to navigating the crowds and avoiding tourist traps.

Everything you need to know before visiting the Vietnam Fine Arts Museum in Hanoi — what to see, how to get there, and what to eat nearby.

Lam Dong's main towns offer distinct vibes for different travelers. Here's how to pick a base—from Da Lat's colonial guesthouses to Thac Dac's jungle ecolodges.

Dong Nai's food scene sits between industrial city grind and rural delta freshness. Here's where to find the real food—markets, family-run joints, and dishes that rarely make it to guidebooks.
Ben Nghieng — yang secara harfiah berarti "dermaga miring" — adalah situs bersejarah di tepi Sungai Cam di Hai Phong. Nama ini berasal dari landasan peluncuran beton miring peninggalan masa kolonial Prancis, yang awalnya dibangun sebagai tempat peluncuran dan perbaikan kapal. Selama Perang Amerika, area dermaga ini mengalami pengeboman hebat pada kampanye tahun 1972 yang menargetkan infrastruktur pelabuhan Hai Phong, sehingga landasan tersebut rusak dan dibiarkan pada kemiringannya yang kini menjadi ikonik.
Saat ini, tempat tersebut berada di sudut tepi sungai kota yang tenang, sebagian menjadi monumen peringatan dan sebagian lagi sebagai peninggalan kota. Tidak ada taman hiburan, loket tiket, maupun keramaian. Ini adalah jenis tempat di mana Anda bisa datang, berjalan-jalan di tepi air, membaca beberapa plakat, dan membiarkan suasana sekitarnya bercerita. Bagi wisatawan yang melewati Hai Phong — baik saat dalam perjalanan menuju pulau Cat Ba atau menjelajahi pesisir utara — tempat ini menawarkan pandangan nyata tentang masa lalu kota yang berlapis tanpa presentasi yang terlalu dipoles seperti museum-museum besar.
Sebagian besar pengunjung Hai Phong langsung menuju terminal feri ke Cat Ba atau menghabiskan satu malam sebelum menuju Ha Long Bay. Ben Nghieng memberi Anda alasan untuk benar-benar menghabiskan beberapa jam di kota itu sendiri. Daya tariknya sangat sederhana: ini adalah bagian nyata dari infrastruktur era kolonial dan masa perang, berada tepat di tempat ia ditinggalkan, di lingkungan yang masih terasa seperti area pekerja Hai Phong daripada zona wisata.
Para fotografer menyukainya karena teksturnya — beton retak, pantulan cahaya sungai, dan logam berkarat yang berpadu dengan air. Wisatawan yang menyukai sejarah mengapresiasi ketiadaan interpretasi yang berlebihan. Dan jika Anda tipe orang yang lebih suka menjelajahi lingkungan asli daripada mengantre di gerbang terkenal, tempat ini sangat cocok.
Bulan-bulan paling nyaman di Hai Phong adalah Oktober hingga Desember dan Maret hingga April. Suhu berkisar antara 22–28°C, kelembapan cukup terkendali, dan sungai terlihat paling indah di bawah langit cerah. Musim panas (Juni–Agustus) membawa hujan lebat dan cuaca panas yang membuat berjalan kaki di luar ruangan menjadi kurang menyenangkan. Januari dan Februari bisa terasa dingin dan mendung, meskipun jika Anda berkunjung di sekitar perayaan Tet, kota ini memiliki energi meriah yang mengimbangi cuaca gerimis.
Ben Nghieng adalah situs luar ruangan yang hampir tidak memiliki tempat berteduh, jadi pemilihan waktu jauh lebih penting daripada saat mengunjungi museum dalam ruangan. Cahaya pagi hari atau sore hari adalah yang terbaik untuk berfoto dan untuk menghindari panas terik di tengah hari.
Dari Hanoi, pilihan paling praktis adalah naik bus dari stasiun Giap Bat atau Gia Lam. Bus beroperasi setiap 15–20 menit sepanjang hari, memakan waktu sekitar 2 jam melalui Jalan Tol Hanoi–Hai Phong, dan biayanya 80.000–120.000 VND tergantung pada operatornya. Viet Thanh dan Hoang Ha adalah nama-nama yang dapat diandalkan.
Jika Anda lebih suka kereta api, jalur Hanoi (하노이 / 河内 / ハノイ)–Hai Phong berangkat dari stasiun Long Bien atau Hanoi beberapa kali sehari. Perjalanannya lebih lambat (sekitar 2,5 jam) tetapi menawarkan pemandangan indah, dan harga tiketnya berkisar antara 75.000–95.000 VND untuk kursi keras.
Setibanya di Hai Phong, Ben Nghieng berjarak sekitar 3 km dari pusat kota di dekat Sungai Cam. Ojek Grab dari stasiun kereta atau terminal bus memakan biaya 15.000–25.000 VND. Jika Anda berjalan kaki dari area pusat di sekitar Danau Tam Bac, dibutuhkan waktu 30–40 menit berjalan santai melewati jalan-jalan perumahan tua — perjalanan yang tidak buruk jika cuaca mendukung.

Foto oleh HONG SON di Pexels
Landasan peluncuran ini adalah daya tarik utamanya. Berupa tanjakan beton yang miring ke arah sungai, terlihat rusak dan lapuk oleh cuaca. Luangkan waktu Anda di sini. Bacalah penanda peringatan (dalam bahasa Vietnam, tetapi aplikasi penerjemah bisa menangkap intinya). Perhatikan bagaimana tepi sungai di sekitarnya telah dibangun mengelilingi struktur aslinya.
Tepi laut di dekat Ben Nghieng sebagian telah dikembangkan dengan jalur pejalan kaki. Berjalanlah ke arah selatan di sepanjang sungai sejauh sekitar 1 km dan Anda akan melewati aktivitas nelayan kecil, perahu-perahu yang bersandar, dan kehidupan lokal yang tidak banyak berubah dalam beberapa dekade. Ini adalah jenis jalan-jalan di mana Anda tidak membutuhkan tujuan akhir.
Sekitar 2 km kembali ke arah pusat kota, Museum Hai Phong di jalan Dien Bien Phu memberikan konteks yang lebih luas tentang sejarah kolonial dan masa perang kota ini. Tiket masuknya gratis. Museum ini sederhana namun tertata dengan baik, dan sangat cocok dipadukan dengan apa yang baru saja Anda lihat di Ben Nghieng.
Hai Phong memiliki salah satu pemandangan jalanan kolonial Prancis yang paling terawat di wilayah utara. Blok-blok di sekitar jalan Tran Hung Dao dan Dien Bien Phu memiliki bangunan berwarna kuning, daun jendela tua, dan jalan raya berlapis pepohonan yang sangat memanjakan untuk dinikmati dengan berjalan santai. Tempat ini memang bukan Hanoi Old Quarter dalam hal infrastruktur wisata, tetapi justru di situlah daya tariknya.
Jika Anda datang pada waktu yang tepat, cahaya di atas Sungai Cam pada sore hari mengubah seluruh area dermaga menjadi keemasan. Beli segelas cafe sua da dari pedagang kaki lima, cari tempat duduk di tepi sungai, dan nikmatilah suasananya.
Hai Phong terkenal dengan dua makanan yang harus Anda cicipi sebelum pergi: "banh da cua" (sup mi kepiting dengan mi merah lebar) dan "nem chua" (lumpia daging babi fermentasi). Banh da cua adalah hidangan khas kota ini — kaldu kepiting yang kaya rasa, mi pipih kenyal yang diwarnai dengan pasta kepiting sawah, dan taburan sayuran hijau di atasnya. Carilah kedai-kedai kecil di sepanjang Sungai Cam atau di jalan Le Loi; semangkuknya seharga 30.000–45.000 VND.
Untuk nem chua (넴쭈어 / 酸肉肠 / ネムチュア), belilah sebungkus dari kios pasar lokal mana pun — pasar Cat Bi adalah pilihan yang bagus — dan nikmati dengan bir dingin. Rasanya tajam, sedikit asam, dibungkus dengan daun pisang, dan sangat cocok sebagai camilan.
Jika Anda menginginkan hidangan makan besar, restoran hidangan laut di sepanjang jalan sungai Van Uc (menuju Do Son) menyajikan kerang bakar dan kepiting kukus yang lezat dengan harga terjangkau — 150.000–300.000 VND untuk dua orang yang makan dengan puas.
Akomodasi di Hai Phong terpusat di sekitar pusat kota, 2–3 km dari Ben Nghieng.

Foto oleh Hoàng Giang di Pexels
Ben Nghieng paling cocok dikunjungi sebagai bagian dari kunjungan yang lebih luas ke Hai Phong, alih-alih sebagai perjalanan sehari tersendiri dari Hanoi. Padukan kunjungan ini dengan menjelajahi French Quarter di kota ini, semangkuk banh da cua, dan berjalan-jalan di sepanjang Sungai Cam, lalu lanjutkan perjalanan ke Cat Ba atau Ha Long Bay (하롱베이 / 下龙湾 / ハロン湾). Ini bukanlah tempat yang membutuhkan waktu seharian penuh — tetapi ini adalah jenis persinggahan yang akan membekas di ingatan Anda lebih lama daripada tempat-tempat wisata besar.