Last updated · May 24, 2026 · independently researched, never sponsored.
We use minimal analytics + ads (no personal tracking). See our privacy policy.
Chua Bon Mat adalah pagoda Khmer di provinsi Can Tho dengan kuil Brahma empat wajah yang menakjubkan. Inilah yang perlu Anda ketahui sebelum berkunjung.

Last updated · May 24, 2026 · independently researched, never sponsored.
Other articles covering this city.

Ca Loc Nuong Trui—grilled snakehead fish with herbs—is a Can Tho staple. Here's where locals actually eat it, what to expect, and why it tastes different here.

Loading…
Ben Ninh Kieu is Can Tho's beating heart — a riverside promenade where floating markets launch, street food sizzles, and the Mekong delta reveals itself at walking pace.

Chua Doi is a Khmer pagoda famous for its colony of fruit bats roosting in the temple grounds — here's everything you need to know before visiting.
Other articles covering the same region.

Van Thanh Mieu in Vinh Long is one of the best-preserved Confucian temples in southern Vietnam — here's how to visit, what to see, and where to eat nearby.

Everything you need to know about Phu Quoc Night Market — from the best seafood stalls to navigating the crowds and avoiding tourist traps.

Dong Nai's food scene sits between industrial city grind and rural delta freshness. Here's where to find the real food—markets, family-run joints, and dishes that rarely make it to guidebooks.
More articles from the same category.

Dinh Phat Chi is one of Lang Son's highest peaks and a rewarding day trek near the Chinese border. Here's everything you need to plan the trip.

Chua Ham Long is a centuries-old Buddhist pagoda tucked into a limestone hillside near Bac Ninh. Here's what to expect and how to visit.

Ninh Thuan sits on Vietnam's south-central coast, halfway between Da Nang and Ho Chi Minh City. Here's how to reach it by bus, train, flight, or motorbike—plus costs and realistic travel times.

Nang To Thi is a limestone rock formation in Lang Son that's woven into Vietnamese folklore. Here's what to expect, how to get there, and what to eat nearby.

Everything you need to know before visiting the Vietnam Fine Arts Museum in Hanoi — what to see, how to get there, and what to eat nearby.

Lam Dong's main towns offer distinct vibes for different travelers. Here's how to pick a base—from Da Lat's colonial guesthouses to Thac Dac's jungle ecolodges.
Chua Bon Mat — Pagoda Empat Wajah — adalah pagoda Buddha Khmer yang terletak di tempat yang dulunya merupakan provinsi Soc Trang, kini menjadi bagian dari wilayah administratif Can Tho yang telah diperluas. Namanya berasal dari kuil pusatnya yang menampilkan patung Brahma empat wajah, di mana setiap wajah menghadap ke arah mata angin. Pagoda ini memadukan arsitektur Buddha Theravada Khmer dengan elemen-elemen yang dipinjam dari desain keagamaan Thailand dan Kamboja, yang membuatnya terasa berbeda dari pagoda-pagoda Mahayana yang akan Anda temukan di sebagian besar wilayah Delta Mekong (메콩 델타 / 湄公河三角洲 / メコンデルタ).
Kompleks ini telah ada sejak beberapa dekade lalu dan telah diperluas serta direnovasi selama bertahun-tahun dengan kontribusi dari komunitas Khmer setempat. Delta Mekong memiliki populasi Khmer yang signifikan — sekitar 1,3 juta orang — dan pagoda mereka berfungsi sebagai pusat komunitas, sekolah, sekaligus tempat ibadah. Chua Bon Mat adalah salah satu contoh yang paling menakjubkan secara visual di wilayah ini.
Sebagian besar pengunjung Can Tho (껀터 / 芹苴 / カントー) langsung menuju pasar terapung Cai Rang, makan "hu tieu", lalu pergi. Hal itu tidak masalah, tetapi ini berarti pagoda-pagoda Khmer di daerah sekitarnya hampir tidak pernah dikunjungi wisatawan asing. Chua Bon Mat layak untuk dikunjungi karena beberapa alasan.
Pertama, arsitekturnya benar-benar berbeda dari apa yang Anda lihat di tempat lain di Vietnam (베트남 / 越南 / ベトナム). Atap runcing, ukiran ular naga, dan menara bertingkat lebih mirip dengan apa yang akan Anda temukan di Phnom Penh daripada di Hanoi atau Saigon. Kedua, patung Brahma empat wajah ini berukuran besar, penuh hiasan, dan dapat difoto dari setiap sudut — ini adalah sesuatu yang terlihat lebih bagus aslinya daripada di foto, yang mana sangat jarang terjadi. Ketiga, halamannya biasanya sepi. Anda mungkin menjadi satu-satunya orang asing di sana, yang berarti Anda bisa benar-benar berbicara dengan para biksu atau penjaga tanpa harus bersaing dengan rombongan tur.
Jika Anda pernah mengunjungi pagoda Khmer di Soc Trang — seperti Chua Doi (Pagoda Kelelawar) atau Chua Dat Set (Pagoda Tanah Liat) — Chua Bon Mat berada di jalur budaya yang sama dan menambah wawasan Anda dalam memahami kehidupan masyarakat Khmer di Vietnam selatan.
Musim kemarau — kira-kira bulan November hingga April — adalah waktu yang paling nyaman. Bulan Desember hingga Februari sangat ideal: kelembapan lebih rendah, pagi hari lebih sejuk, dan hampir tidak ada hujan. Pagoda ini berada di luar ruangan dengan tempat berteduh yang terbatas di halamannya, jadi berkunjung pada musim hujan (Mei–Oktober) berarti Anda kemungkinan besar akan terjebak hujan deras di sore hari.
Jika Anda mengatur waktu dengan tepat, berkunjung selama festival Khmer akan memberikan pengalaman yang sama sekali berbeda. Tahun Baru Khmer ("Chol Chnam Thmay") pada pertengahan April dan festival Ok Om Bok pada bulan Oktober atau November menghadirkan upacara, musik tradisional, dan pertemuan komunitas di pagoda-pagoda di seluruh delta. Chua Bon Mat menjadi sangat semarak selama periode ini, dan para biksu umumnya senang menerima pengunjung yang sopan untuk mengamati.
Dari pusat Can Tho — khususnya dari area Dermaga Ninh Kieu — jarak pagoda ini sekitar 50-60 km tergantung pada lokasi persisnya, yang memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan sepeda motor atau mobil. Jalanannya adalah jalan raya delta yang datar, sebagian besar beraspal bagus dengan beberapa ruas sempit yang melewati desa-desa.
Dengan sepeda motor: Menyewa skuter semi-otomatis di Can Tho dikenakan biaya 120.000–150.000 VND per hari. Ini adalah pilihan terbaik karena memungkinkan Anda berhenti di pagoda Khmer lainnya, sawah, dan kedai "[com tam](/posts/com-tam-saigon (사이공 / 西贡 / サイゴン)-broken-rice)" di pinggir jalan. Navigasi Google Maps berfungsi dengan baik di sini.
Dengan mobil Grab: Perjalanan satu arah dengan Grab dari pusat Can Tho akan memakan biaya sekitar 300.000–400.000 VND. Kendalanya adalah mendapatkan tumpangan pulang — pengemudi Grab jarang ditemukan di luar kota, jadi negosiasikan waktu tunggu untuk perjalanan pulang-pergi atau atur penjemputan sebelumnya.
Dengan bus lokal: Memungkinkan tetapi lambat. Bus dari stasiun bus pusat Can Tho menuju Soc Trang berangkat secara teratur (sekitar 60.000–80.000 VND), tetapi Anda akan membutuhkan xe om (ojek) untuk perjalanan terakhir menuju pagoda. Siapkan waktu 2–2,5 jam untuk setiap perjalanan.

Foto oleh Kirandeep Singh Walia di Pexels
Mural interiornya menggambarkan adegan-adegan dari kisah Jataka — cerita tentang kehidupan masa lalu Sang Buddha. Mural tersebut dilukis dengan warna-warna primer yang cerah dan bernuansa seni rakyat. Lihatlah ke langit-langit untuk melihat panel kayu berukir yang sangat dibanggakan oleh para pengrajin Khmer setempat.
Kuil Brahma pusat terletak di halaman. Setiap wajah mewakili kualitas yang berbeda — belas kasih, kebaikan, simpati, dan ketenangan batin. Penduduk setempat berjalan searah jarum jam mengelilinginya sebanyak tiga kali sambil memanjatkan harapan. Anda dipersilakan untuk melakukan hal yang sama. Biasanya tersedia dupa dan bunga teratai yang bisa Anda dapatkan dengan memberikan sedikit sumbangan.
Ini bukanlah pagoda yang ditujukan untuk turis dengan papan petunjuk berbahasa Inggris. Jika ada biksu di sekitar dan bersedia mengobrol (banyak biksu muda bisa berbicara sedikit bahasa Inggris atau menggunakan aplikasi penerjemah), tanyakan tentang peran pagoda di masyarakat. Pagoda Khmer di Vietnam beroperasi secara berbeda dari pagoda Buddha Vietnam pada umumnya — pagoda ini sering kali menjadi tempat anak laki-laki belajar, keputusan komunitas dibuat, dan tradisi budaya dilestarikan.
Tangga yang dibatasi ukiran ular dan ukiran eksteriornya menangkap cahaya pagi dan sore hari dengan indah. Jika Anda menyukai fotografi, datanglah sebelum jam 8 pagi atau setelah jam 4 sore.
Daerah sekitarnya adalah rumah bagi keluarga petani Khmer. Perjalanan singkat dengan sepeda motor melalui jalan-jalan kecil akan memperlihatkan ritme kehidupan yang terasa belum tersentuh oleh jalur wisata di Can Tho sendiri.
Makanan dengan pengaruh Khmer di delta ini kurang mendapat perhatian. Carilah "bun nuoc leo" — sup mi ikan ala Khmer dengan kaldu ikan fermentasi yang menyengat, daging babi, dan rempah-rempah segar. Rasanya sama sekali tidak seperti "pho" atau "bun rieu" — lebih kuat, lebih membumi, dan biasanya disajikan dengan bunga pisang dan kangkung sebagai pelengkap. Semangkuknya dihargai 25.000–35.000 VND di kedai-kedai lokal.
Untuk sesuatu yang lebih manis, hidangan penutup Khmer yang menggunakan gula aren, santan, dan ketan umum ditemukan di pasar-pasar kecil dekat pagoda. Mintalah "che" — istilah umum untuk sup manis dan puding Vietnam — dan tunjuk saja mana yang terlihat enak.
Tidak ada penginapan di pagoda itu sendiri. Pilihan terbaik Anda adalah menjadikan kota Can Tho sebagai tempat singgah dan melakukan perjalanan pulang-pergi dalam sehari.

Foto oleh HONG SON di Pexels
Jangan keliru menyamakan pagoda ini dengan Chua Bon Mat di kota Soc Trang — batas administratif telah bergeser, dan daftar GPS bisa jadi tidak akurat. Periksa kembali pin di Google Maps sebelum Anda berangkat. Jangan juga merencanakan tempat ini hanya sebagai perhentian singkat selama 30 menit. Antara waktu perjalanan dan waktu untuk benar-benar menjelajahi area pagoda, Anda membutuhkan waktu minimal setengah hari. Dan jangan lewatkan pedesaan sekitarnya — perjalanan itu sendiri, melewati pohon kelapa dan sawah, adalah setengah dari alasan untuk melakukan perjalanan ini.
Kunjungan ke Chua Bon Mat sangat cocok dipadukan dengan rute keliling Delta Mekong yang lebih luas. Gabungkan dengan kunjungan pagi ke pasar terapung Cai Rang dan sore hari di pagoda untuk perjalanan sehari penuh dari Can Tho. Jika Anda menuju lebih jauh ke selatan, pagoda-pagoda Khmer di sekitar Soc Trang dan Tra Vinh membentuk sebuah rute yang jarang disentuh oleh sebagian besar wisatawan.