Hanoi tidak benar-benar memiliki budaya brunch seperti di negara Barat — tidak ada orang di sini yang memesan paket mimosa sepuasnya. Namun, antara pukul 8 pagi hingga tengah hari, kota ini memiliki suasana kuliner yang tenang dan santai yang memanjakan mereka yang bangun agak siang: semangkuk hidangan panas, kue-kue renyah, kopi yang kuat, dan sejumlah tempat yang berhasil memadukan sarapan khas Vietnam dengan suasana yang membuat Anda betah berlama-lama selama dua jam di hari Sabtu.
Sisi Tradisional: Sarapan Vietnam untuk Penggemar Brunch
Jika Anda ingin makan seperti warga lokal Hanoi, Anda mungkin akan memulai dengan "pho" atau "banh cuon" — dan keduanya tetap nikmat disantap setelah pukul 9 pagi jika Anda tahu ke mana harus pergi.
Pho Thin di Lo Duc (61 Lo Duc, Hai Ba Trung) buka mulai pukul 6 pagi hingga habis, biasanya sekitar pukul 10:30. Kuahnya lebih ringan dibandingkan gaya Saigon, daging sapinya ditumis sebentar sebelum dimasukkan ke dalam mangkuk, dan satu porsi harganya sekitar 65.000 VND. Tempat ini cepat sekali penuh, tetapi perputaran pelanggan sangat cepat — Anda jarang menunggu lebih dari sepuluh menit untuk mendapatkan kursi.
Untuk "banh cuon", kedai gulungan nasi kukus di 66 To Hien Thanh adalah tempat favorit warga sekitar yang buka hingga tengah hari. Gulungannya tipis dan lembut, diisi dengan jamur kuping dan daging babi cincang, disajikan dengan bawang goreng renyah dan kuah celup yang ringan. Sekitar 45.000–55.000 VND untuk satu piring penuh. Ini adalah jenis sarapan yang tidak akan membuat Anda merasa rugi.
Jika Anda menginginkan sesuatu yang lebih ringan, carilah "bun thang" — sup mi khas Hanoi yang lembut dengan kaldu ayam bening, telur dadar iris tipis, ayam, dan udang kering. Bun Thang Ba Duc di 48 Cau Go di Old Quarter adalah salah satu tempat yang konsisten rasanya dan tetap buka hingga pagi menjelang siang.
Perpaduan Kafe-Toko Roti yang Layak Dikunjungi
Hanoi diam-diam telah mengembangkan kancah perpaduan kafe-toko roti yang kuat, sebagian besar di distrik Tay Ho dan Ba Dinh — lebih jauh dari pusat turis tetapi layak ditempuh dalam 15 menit perjalanan dari Old Quarter.
Tranquil Books and Coffee (5 Nguyen Quang Bich, Hoan Kiem) lebih dari sekadar namanya. Menu makanannya singkat namun dapat diandalkan: croissant, sepiring telur dan roti panggang yang lezat, serta jus segar. Yang lebih penting, ini adalah salah satu dari sedikit tempat di pusat Hanoi di mana kopinya benar-benar enak dan Anda tidak perlu berebut meja dengan rombongan turis. Siapkan anggaran sekitar 80.000–120.000 VND untuk kopi dan kue.
The Note Coffee di Dinh Liet adalah favorit turis, tetapi bukan hanya karena dinding yang penuh catatan — "kopi telur" mereka adalah salah satu versi yang dibuat dengan sangat hati-hati di Old Quarter, dan balkon lantai atas yang menghadap ke Hoan Kiem adalah alasan yang sah untuk berkunjung sebelum pukul 10 pagi saat suasana masih tenang. Kopi telur di sini harganya sekitar 55.000 VND.
Di daerah Tay Ho, Kaffa Coffee (Jl. 1 Tay Ho, dekat tepi Danau Barat) menyajikan menu brunch lengkap di akhir pekan: roti panggang alpukat, shakshuka, mangkuk granola, serta "ca phe sua da" dan pilihan kopi seduh manual. Tempat ini cenderung menyasar kalangan ekspatriat dan harganya pun mencerminkan hal tersebut — sekitar 150.000–200.000 VND untuk satu piring penuh — tetapi pemandangan danau dari teras sangat sepadan.

Foto oleh Hưng Phạm di Pexels
Khusus Akhir Pekan dan Tersembunyi
Beberapa tempat makan siang terbaik di Hanoi beroperasi dengan jadwal informal yang tidak muncul di Google Maps.
Area di sekitar Pasar Hang Be (Hoan Kiem, tidak jauh dari Pasar Dong Xuan) dipenuhi pedagang di pagi hari akhir pekan yang menjual "banh mi" yang dibuat sesuai pesanan — berisi pate, daging olahan, mentimun, dan lobak acar — seharga 25.000–35.000 VND per buah. Ini bukan pengalaman makan di tempat yang mewah, tetapi membelinya dan berjalan menuju danau sambil memegang kopi adalah pengalaman brunch yang jauh lebih baik daripada kedengarannya.
Chim Sao (65 Ngo Hue, Hai Ba Trung) buka untuk layanan makan siang akhir pekan yang secara teknis dimulai pukul 11 pagi, tetapi jika Anda datang pukul 10:30, dapur biasanya sudah beroperasi. Ini adalah pengenalan yang solid terhadap masakan rumahan Vietnam utara — "bun cha", hidangan babi panggang, sayuran daerah — di sebuah rumah yang diubah menjadi ruang makan. Siapkan dana sekitar 150.000–250.000 VND per orang termasuk minuman.

Foto oleh Mido Makasardi ©️ di Pexels
Apa yang Harus Diminum
Budaya minum pagi di Hanoi adalah topik tersendiri, namun berikut beberapa catatan singkat: kopi Vietnam di sini cenderung lebih gelap dan lebih pahit daripada di selatan — jika Anda menginginkan sesuatu yang lebih ramah di lidah, mintalah "ca phe sua da" (kopi susu es) daripada kopi saring "phin" biasa jika Anda tidak terbiasa dengan intensitasnya. Kopi telur — "ca phe trung" — adalah keaslian Hanoi yang layak dicoba setidaknya sekali: busa kuning telur kocok dan susu kental manis di atas espresso yang kuat, disajikan panas atau dingin. Rasanya lebih mirip hidangan penutup daripada kopi pagi, yang justru menjadi daya tarik utamanya pada pukul 10 pagi di hari Minggu.
"Teh melati" banyak ditemukan di kafe-kafe tua yang lebih tradisional di Old Quarter — carilah tempat dengan kursi plastik rendah dan tanpa papan nama berbahasa Inggris. Harganya hampir tidak ada apa-apanya (10.000–20.000 VND per gelas) dan sangat cocok untuk menemani Anda bersantai selama satu jam.
Catatan Praktis
Sebagian besar tempat sarapan tradisional di Hanoi tutup sebelum pukul 11 pagi — jika Anda berencana makan ala Vietnam, jangan bangun lewat dari pukul 9:30. Kafe-toko roti dan tempat yang cenderung dikunjungi ekspatriat biasanya buka hingga sore hari. Memberi tip tidak diharapkan di tempat makan kaki lima, tetapi sangat dihargai di kafe-kafe yang memiliki tempat duduk nyaman.
Terakhir diperbarui · May 29, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.








