Provinsi Phu Tho jarang masuk dalam rencana perjalanan wisatawan asing, dan justru itulah alasan mengapa mereka yang datang ke sini bisa menikmati tempat ini dengan leluasa. Tuong Dai Bac Ho Hoa Binh — sebuah monumen besar Ho Chi Minh (호치민 / 胡志明 / ホーチミン) di area yang dulunya merupakan distrik Hoa Binh (kini digabung menjadi wilayah Phu Tho yang lebih luas) — terletak di tengah alun-alun publik yang juga berfungsi sebagai pusat interaksi sosial bagi lingkungan sekitarnya. Ini bukanlah taman hiburan. Ini adalah tengara kota dengan suasana taman yang sangat menyenangkan, dan menjadi tempat singgah yang sepadan jika Anda sedang melintasi provinsi ini menuju lokasi Festival Kuil Hung atau lebih jauh ke wilayah tengah utara.

Apa itu Tuong Dai Bac Ho Hoa Binh

Monumen ini adalah patung Ho Chi Minh yang berdiri tegak di atas alas granit yang ditinggikan, dikelilingi oleh alun-alun publik berlantai ubin dengan taman yang terawat rapi dan bangku-bangku. Alun-alun ini dibangun sebagai titik kumpul warga, dan pada pagi hari kerja Anda akan melihat lansia berlatih tai chi, anak-anak bermain skuter sepulang sekolah, dan sesekali kru foto pernikahan. Ini adalah ruang publik yang aktif, bukan tempat wisata berbayar — yang justru membuatnya menarik untuk dikunjungi. Desainnya sangat khas alun-alun kota Vietnam: simetri yang rapi, tiang bendera, hamparan bunga yang ditata dalam pola geometris, dan jarak pandang yang luas dan terbuka.

Bagi wisatawan, daya tarik utamanya adalah konteksnya. Inilah wujud asli pusat kota kecil di Vietnam utara ketika tidak dibangun untuk turis. Anda akan mendapatkan gambaran jujur tentang kehidupan warga sehari-hari.

Mengapa wisatawan datang ke sini

Sebagian besar pengunjung di sini adalah wisatawan domestik — keluarga yang sedang liburan singkat, siswa yang sedang karya wisata, atau warga lokal yang berjalan-jalan sore mengelilingi alun-alun. Wisatawan asing yang singgah biasanya sedang bersepeda atau mengendarai motor melintasi provinsi Phu Tho dalam perjalanan antara Hanoi dan daerah-daerah lain di barat laut. Alun-alun ini adalah tempat yang bersih dan teduh untuk beristirahat, mengambil foto, dan menentukan arah sebelum melanjutkan perjalanan.

Jika Anda tertarik dengan arsitektur sipil dan desain ruang publik Vietnam, monumen beserta tata letak di sekitarnya adalah contoh nyata bagaimana kota-kota provinsi menata pusat kota mereka. Tempat ini juga menjadi titik awal yang berguna untuk menjelajahi tempat wisata lain di Phu Tho, termasuk kompleks Kuil Hung — pusat spiritual Festival Kuil Hung, salah satu acara tahunan paling penting di Vietnam (베트남 / 越南 / ベトナム).

Waktu terbaik untuk berkunjung

Phu Tho memiliki iklim subtropis dengan musim kemarau yang sejuk dari Oktober hingga Maret dan musim hujan yang panas dari Mei hingga September. November hingga Februari adalah waktu yang paling nyaman — suhu berkisar antara 18–24°C pada siang hari, kelembapan lebih rendah, dan taman-taman di sekitar alun-alun terlihat paling indah.

Jika Anda mengatur jadwal perjalanan bertepatan dengan Festival Kuil Hung (biasanya jatuh pada bulan Maret atau April dalam kalender lunar), Anda akan mendapati seluruh provinsi dalam suasana meriah, dengan berbagai upacara, prosesi, dan peningkatan aktivitas yang nyata di ruang-ruang publik seperti ini. Alun-alun bisa menjadi sangat ramai selama akhir pekan festival, tetapi ini adalah keramaian yang penuh semangat.

Hindari bulan Juli dan Agustus kecuali Anda suka berkeringat hingga membasahi baju pada jam 9 pagi.

Cara menuju ke sana dari Hanoi

Kota Phu Tho berjarak sekitar 85 km di barat laut Hanoi (하노이 / 河内 / ハノイ), dan perjalanan memakan waktu sekitar 2–2.5 jam tergantung pada lalu lintas dan kendaraan Anda.

  • Bus: Bus reguler berangkat dari Terminal Bus My Dinh di Hanoi menuju Viet Tri (kota utama Phu Tho). Harga tiket berkisar 80,000–120,000 VND. Dari Viet Tri, Anda hanya perlu menempuh jarak 15–20 km ke area monumen menggunakan bus lokal atau xe om (ojek motor) dengan biaya sekitar 30,000–50,000 VND.
  • Sepeda Motor: Perjalanan yang cukup mudah melalui jalan raya Noi Bai–Lao Cai (QL2), lalu berbelok ke selatan menuju kota Phu Tho. Luangkan waktu sekitar 2 jam jika Anda berkendara dengan kecepatan sedang. Ini adalah rute umum bagi pengendara motor yang menuju Sapa atau Ha Giang.
  • Mobil/Taksi: Sewa mobil pribadi dari Hanoi memakan biaya sekitar 800,000–1,200,000 VND sekali jalan. Taksi Grab tersedia hingga ke Viet Tri tetapi kurang bisa diandalkan untuk perjalanan lanjutan ke kota-kota yang lebih kecil.

Orang-orang menikmati hari yang cerah di Alun-Alun Ba Dinh di Hanoi, Vietnam.

Foto oleh David Tran di Pexels

Hal yang bisa dilakukan

Berjalan-jalan di alun-alun saat golden hour

Alun-alun ini menghadap timur-barat, sehingga cahaya sore hari menyinari patung dan taman dengan indah. Ini juga saat warga lokal keluar rumah — pedagang menyiapkan gerobak minuman, keluarga berjalan-jalan, dan seluruh tempat ini memancarkan ritme santai di penghujung hari. Jangan lupa bawa kamera.

Mengunjungi kompleks Kuil Hung

Hanya berjarak sekitar 10 km, Den Hung (Kuil Raja-Raja Hung) adalah alasan utama kebanyakan orang mengunjungi provinsi Phu Tho. Kompleks kuil ini terletak di gunung Nghia Linh dan terkait erat dengan kisah asal-usul rakyat Vietnam. Tiket masuknya sebesar 10,000 VND untuk dewasa. Luangkan waktu 2–3 jam untuk menyusuri seluruh area.

Bersepeda mengelilingi desa-desa sekitar

Jalan-jalan di sekitar area monumen berkelok-kelok melintasi lahan pertanian yang datar hingga sedikit berbukit — perkebunan teh, sawah, dan kebun jeruk bali. Sewalah sepeda dari penginapan Anda atau bawa sendiri dan lakukan perjalanan memutar sejauh 15–20 km. Anda akan melewati desa-desa yang santai di mana aktivitas utamanya adalah menjemur padi di pinggir jalan.

Mengunjungi pasar lokal

Pasar pagi terdekat biasanya beroperasi dari sekitar pukul 5:30–8:00 pagi dan menjual hasil bumi musiman, ikan sungai, serta jajanan lokal. Ini adalah pasar tradisional sungguhan, bukan pasar wisata, jadi jangan harap ada papan tanda berbahasa Inggris — tetapi harganya jujur dan "banh cuon" di sini sepadan dengan usaha bangun pagi Anda.

Tempat makan terdekat

Kuliner di Phu Tho terbilang sederhana namun khas. Dua hal yang wajib Anda cari:

  • "Banh cuon (반꾸온 / 蒸米卷 / バインクオン)" ala Phu Tho — gulungan nasi kukus berisi daging babi cincang dan jamur kuping, disajikan dengan saus celup yang lebih ringan daripada versi Hanoi. Carilah kedai di dekat pasar yang sudah antre pada pukul 7 pagi. Harganya sekitar 20,000–30,000 VND per porsi.
  • "Thit chua" (daging babi fermentasi asam) — makanan khas daerah Phu Tho. Daging babi diawetkan dengan tepung beras dan lengkuas, dibungkus daun pisang, dan dibiarkan berfermentasi selama beberapa hari. Rasanya tajam, unik, dan sangat bikin ketagihan jika disantap dengan bir dingin. Anda bisa menemukannya di sebagian besar restoran com binh dan (nasi campur) lokal seharga 15,000–25,000 VND per porsi.

Nikmati hidangan tersebut dengan "bia hoi" jika Anda menemukan kedai di pinggir jalan — budaya bir draf lokal di kota-kota utara seperti ini masih sangat hidup.

Tempat menginap

Akomodasi di area sekitar sangat mendasar — bayangkan guesthouse dan "nha nghi" (penginapan lokal), bukan hotel butik.

  • Hemat (200,000–400,000 VND/malam): Kamar sederhana dengan kipas angin atau AC dan kamar mandi dalam. Cukup bersih, tapi jarang yang mewah. Carilah penginapan di jalan utama menuju kota.
  • Menengah (500,000–800,000 VND/malam): Beberapa hotel mini di Viet Tri menawarkan kamar yang lebih bagus dengan air panas, Wi-Fi, dan sarapan. Viet Tri adalah tempat menginap yang lebih baik jika Anda menginginkan lebih banyak pilihan tempat makan di malam hari.
  • Tidak ada pilihan mewah di sini. Jika Anda membutuhkan hotel yang layak, cabang Muong Thanh di Viet Tri adalah pilihan jaringan hotel terdekat yang bisa diandalkan.

Pintu masuk kuil bersejarah di Vietnam yang menampilkan patung budaya dan arsitektur yang semarak.

Foto oleh Valeria Drozdova di Pexels

Tips praktis dari warga lokal

  • Bawa uang tunai. Pembayaran dengan kartu jarang ditemukan di luar Viet Tri. Mesin ATM tersedia tetapi tidak ada di setiap sudut jalan.
  • Berpakaian sopan jika Anda berencana mengunjungi Kuil Hung pada hari yang sama — tutupi bahu dan lutut Anda, seperti saat mengunjungi situs keagamaan Vietnam lainnya.
  • Pagi hari lebih baik untuk mengambil foto di alun-alun. Menjelang tengah hari di musim panas, panas dan silau matahari membuat hasil foto kurang maksimal.
  • Kopi Vietnam dari kedai pinggir jalan di dekat alun-alun harganya sekitar 12,000–15,000 VND untuk es kopi hitam — pesan "ca phe da" dan tunjuk ukuran gelas yang Anda inginkan.

Kesalahan umum yang harus dihindari

  • Melewatkan Phu Tho sepenuhnya saat menuju utara. Kebanyakan wisatawan melaju kencang di jalan tol menuju Sapa atau Ha Giang (하장 / 河江 / ハーザン) tanpa berhenti. Padahal, singgah selama 2 jam di sini memberikan Anda sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh destinasi padat turis tersebut — kehidupan normal warga lokal.
  • Tiba terlalu larut. Pasar tutup menjelang siang, dan alun-alun paling sepi (dan paling panas) sekitar tengah hari. Rencanakan untuk tiba paling lambat awal sore hari.
  • Mengharapkan menu berbahasa Inggris. Unduh frasa bahasa Vietnam atau gunakan aplikasi penerjemah. Mode kamera Google Translate berfungsi dengan baik untuk menerjemahkan menu dalam keadaan darurat.

Catatan praktis

Tuong Dai Bac Ho Hoa Binh bukanlah destinasi yang membuat Anda rela terbang melintasi dunia untuk melihatnya — tetapi jika Anda melewati provinsi Phu Tho, ini adalah tempat singgah yang otentik dan santai, yang menunjukkan sisi utara Vietnam yang sering dilewatkan oleh kebanyakan wisatawan. Padukan kunjungan ini dengan Den Hung dan sarapan di pasar pagi, maka Anda akan mendapatkan pengalaman setengah hari yang padat sebelum melanjutkan perjalanan ke utara.

— SELESAI —

Terakhir diperbarui · May 29, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.