Sebagian besar wisatawan menjadikan Can Tho sebagai tempat singgah utama dan menganggap delta ini hanya sekadar daftar kunjungan. Ben Tre, 86 km di selatan Saigon, memberikan pengalaman berharga bagi mereka yang tidak melakukan hal tersebut. Kota ini terletak di jaringan kanal sempit yang dinaungi pohon kelapa — provinsi ini memasok sekitar sepertiga dari total produksi kelapa Vietnam (베트남 / 越南 / ベトナム) — dan belum diubah menjadi kawasan wisata paket yang komersial.

Mengapa Ben Tre, Bukan Can Tho

Can Tho (껀터 / 芹苴 / カントー) memiliki pasar terapung, bandara, dan infrastruktur. Ben Tre memiliki jalur air yang benar-benar terasa liar, pemandangan kuliner lokal yang masih mengejutkan, dan wisma tamu yang mematok harga 250.000–350.000 VND per malam untuk kamar yang bersih. Jika Anda sudah pernah ke Can Tho, Ben Tre adalah langkah logis berikutnya. Jika Anda belum pernah ke keduanya, Ben Tre adalah pilihan yang lebih baik bagi siapa saja yang ingin menikmati Mekong tanpa hiruk-pikuk rombongan tur berpemandu.

Karakter delta di sini ditentukan oleh empat pulau yang terbentuk dari anak Sungai Tien: An Hoa, Bao, Minh, dan Tan Thach. Feri antarpulau melintas terus-menerus, dan jalanan di antara kebun kelapa cukup datar untuk bersepeda tanpa hambatan.

Hari 1 — Kanal, Kelapa, dan Pabrik Permen

Pagi: Berperahu di Kanal Belakang

Sewalah sampan dari Dermaga Wisata Ben Tre di Jalan Ngo Quyen — siapkan dana sekitar 150.000–200.000 VND per orang untuk perjalanan dua jam menyusuri sistem kanal Tan Thach. Hindari perahu wisata yang lebih besar; sampan kayu yang sempit bisa masuk ke saluran yang tidak bisa dilalui kapal besar. Anda akan melewati tempat pembuatan perangkap ikan, peternakan bebek, dan bentangan kanal di mana kanopi daun kelapa menutupi bagian atasnya sepenuhnya.

Mintalah pihak wisma Anda untuk menghubungkan Anda dengan pemandu lokal daripada memesan melalui meja layanan hotel di Saigon (사이공 / 西贡 / サイゴン) — harganya lebih murah dan rutenya lebih menarik.

Siang: Pabrik Permen Kelapa

"Keo dua" khas Ben Tre — permen kelapa — bukanlah sekadar suvenir biasa. Ini adalah industri rumahan asli dengan tempat pembuatan di hampir setiap gang di komune Tan Thach dan Phu Huu. Prosesnya sederhana: santan dimasak dengan sirup malt, dituang ke atas lempengan, dipotong persegi panjang, dan dibungkus dengan kertas beras. Menyaksikan proses pembuatannya memakan waktu sekitar 20 menit; membeli sebungkus permen rasa pandan harganya sekitar 40.000–60.000 VND.

Pabrik yang sama sering kali memproduksi "mat ong dua" — madu kelapa, yang pada dasarnya adalah karamel kelapa kental — dan anggur kelapa fermentasi, yang rasanya lebih tajam daripada kelihatannya. Cobalah dulu sebelum Anda membeli sebotol.

Untuk makan siang, carilah kedai yang menyajikan "hu tieu" ala My Tho di sepanjang Jalan Dong Khoi. Versi delta ini menggunakan kaldu tulang babi, mi beras tipis, dan setumpuk rempah segar — rasanya lebih ringan dan bersih dibandingkan adaptasi Saigon.

Malam: Kota Ben Tre

Pusat kota Ben Tre sederhana namun fungsional. Berjalanlah di sepanjang Jembatan Ham Luong saat senja ketika cahaya sungai terlihat indah, lalu makanlah di salah satu restoran terbuka di Jalan Hai Ba Trung. Hidangan khas daerah yang patut dipesan adalah "banh xeo" yang diisi dengan udang, tauge, dan irisan daging babi — versi delta ini lebih renyah daripada versi Saigon dan biasanya lebih murah, sekitar 35.000–50.000 VND per porsi.

"Bia hoi" tersedia di kedai-kedai dengan kursi plastik di dekat pasar dengan harga sekitar 8.000–10.000 VND per gelas. Pengunjungnya sebagian besar adalah penduduk lokal yang baru selesai bekerja, dan justru itulah daya tariknya.

Pekerja anonim membuat mi pada mesin logam di dekat penutup kayu di pabrik di Vietnam

Foto oleh Quang Nguyen Vinh di Pexels

Hari 2 — Bersepeda di Pulau dan Menginap di Homestay

Pagi: Bersepeda di Pulau Tan Thach atau An Hoa

Sewalah sepeda dari wisma Anda (30.000–50.000 VND/hari) dan menyeberanglah ke Pulau Tan Thach menggunakan feri lokal — biaya penyeberangannya sendiri sekitar 5.000 VND. Jalanannya teduh dan datar, membentang di antara perkebunan kelapa, kebun kelengkeng dan durian kecil, serta kompleks keluarga di mana produksi masih dilakukan dengan tangan. Tidak ada "tempat wisata" utama di sini, dan justru itulah daya tariknya.

Berhentilah untuk minum kopi di rumah mana pun yang memiliki tempat tidur gantung di luarnya — kedai "ca phe" pinggir jalan di delta ini sering kali terlihat seperti ruang tamu seseorang, karena memang begitulah kenyataannya. Segelas ca phe sua da harganya 15.000–20.000 VND.

Siang: Peternakan Lebah Madu dan Sungai

Beberapa peternakan madu yang dikelola keluarga di Tan Thach menyambut pengunjung untuk sesi mencicipi santai. Anda akan merasakan madu yang dipanen dari lebah yang memakan bunga kelapa — hasilnya berwarna pucat, encer, dan sangat beraroma bunga. Tidak ada biaya masuk; membeli satu stoples (80.000–120.000 VND untuk 300ml) adalah bentuk transaksinya.

Menjelang sore, posisikan diri Anda di dekat sungai untuk melihat lalu lintas feri malam. Sungai Ham Luong sangat lebar di sini, dan pergerakan perahu pada jam keemasan sangat sayang untuk dilewatkan.

Malam: Menginap di Homestay di Pulau

Beberapa keluarga di distrik Tan Thach dan Binh Dai mengelola homestay yang sesungguhnya — bukan hotel yang menyebut dirinya homestay, melainkan rumah keluarga asli dengan kamar kosong, kamar mandi bersama, dan makan malam yang dimasak di atas tungku kayu. Tarifnya berkisar 200.000–300.000 VND per orang termasuk sarapan. Memesan melalui wisma yang berbasis di Ben Tre atau operator tur lokal lebih dapat diandalkan daripada platform daring yang jarang memperbarui ketersediaan kamar.

Makan malam di homestay biasanya berupa apa pun yang ditangkap atau dipanen pada hari itu: ikan lele yang direbus dalam periuk tanah liat ("ca kho to"), tumis kangkung dengan bawang putih, dan nasi putih. Rasanya lebih enak daripada kebanyakan makanan restoran di daerah tersebut.

Sebuah tongkang bermuatan kayu mengarungi perairan subur An Hoi, Vinh Long, Vietnam.

Foto oleh Flint Huynh di Pexels

Cara Menuju ke Sana

Dari Terminal Bus Mien Tay di Saigon, bus ekspres ke kota Ben Tre beroperasi secara rutin dan biayanya sekitar 80.000–100.000 VND untuk perjalanan sekitar dua jam. Mobil Grab adalah pilihan lain dari Saigon tetapi biayanya akan cepat membengkak untuk jarak sejauh itu. Naik ojek (xe om) dari terminal bus ke pusat kota biayanya 30.000–40.000 VND.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Seberapa jauh Ben Tre dari Saigon dan bagaimana cara ke sana?

Ben Tre terletak 86 km di selatan Saigon. Pendekatan paling praktis adalah bepergian melalui Can Tho atau naik bus langsung dari terminal bus Ho Chi Minh City. Setibanya di kota Ben Tre, wisma tamu mematok harga 250.000-350.000 VND per malam. Memesan akomodasi secara lokal daripada melalui meja layanan hotel di Saigon akan memberi Anda harga yang lebih murah dan akses ke rute kanal yang lebih baik melalui pemandu dengan pengetahuan lokal yang sesungguhnya.

Berapa biaya tur perahu sampan di kanal Ben Tre?

Menyewa sampan dari Dermaga Wisata Ben Tre di Jalan Ngo Quyen biayanya sekitar 150.000-200.000 VND per orang untuk perjalanan dua jam menyusuri sistem kanal Tan Thach. Pilihlah sampan kayu yang sempit daripada perahu wisata yang lebih besar — sampan ini bisa mengakses saluran yang tidak dapat dijangkau kapal besar, melewati tempat pembuatan perangkap ikan, peternakan bebek, dan bentangan kanal di mana kanopi daun kelapa menutupi bagian atasnya sepenuhnya.

Kapan waktu terbaik untuk menjelajahi kota Ben Tre dengan berjalan kaki?

Senja adalah waktu yang tepat: berjalanlah di Jembatan Ham Luong saat cahaya sungai sedang indah-indahnya, lalu makanlah di restoran terbuka di Jalan Hai Ba Trung. Hidangan khas daerah banh xeo — panekuk udang, tauge, dan daging babi — harganya 35.000-50.000 VND. Kedai-kedai dengan kursi plastik di area pasar terdekat menyajikan bia hoi seharga 8.000-10.000 VND per gelas untuk para pengunjung yang sebagian besar adalah penduduk lokal yang baru selesai bekerja.

Catatan Praktis

Ben Tre bisa dikunjungi dalam perjalanan satu hari dari Saigon, tetapi menginap semalam akan memberikan pengalaman yang lebih berharga — suasana kanal terasa berbeda saat senja dan fajar. Bawalah uang tunai; ATM tersedia di kota tetapi tidak ada di pulau-pulau. Musim hujan (Mei–Oktober) membanjiri beberapa jalur kanal, tetapi juga membuat wisma tamu menjadi sepi dan memangkas harga lebih jauh.

— SELESAI —

Terakhir diperbarui · May 29, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.