Last updated · May 19, 2026 · independently researched, never sponsored.
We use minimal analytics + ads (no personal tracking). See our privacy policy.
Cumi bakar di Mui Ne lebih segar dan murah daripada di Saigon. Inilah tempat warga lokal biasa menyantapnya, menu yang harus dipesan, dan mengapa hasil tangkapan sangat menentukan kualitasnya.

Last updated · May 19, 2026 · independently researched, never sponsored.
Other articles covering this city.

Banh hoi long heo—crispy rice noodle cake with grilled pork intestine—is a Mui Ne obsession. Here's where locals actually eat it, what to expect, and how to order.

Loading…
Mui Ne's version of "goi ca mai" (raw anchovy salad) is sharper and more intense than Hanoi's. Here's where locals actually eat it, and why the coastal catch makes all the difference.

A tested route hitting three of Vietnam's best beach towns with clear water, seafood, and minimal crowds. Skip the tired Saigon-Hanoi grind.
Other articles covering the same region.

Van Thanh Mieu in Vinh Long is one of the best-preserved Confucian temples in southern Vietnam — here's how to visit, what to see, and where to eat nearby.

Everything you need to know about Phu Quoc Night Market — from the best seafood stalls to navigating the crowds and avoiding tourist traps.

Dong Nai's food scene sits between industrial city grind and rural delta freshness. Here's where to find the real food—markets, family-run joints, and dishes that rarely make it to guidebooks.
More articles from the same category.

Che Hue is sweeter and richer than pho—a royal-court dessert soup made with pork, offal, and herbs. Here's where to eat it like a local in Hue.

Nha Trang's take on "bun cha ca" — grilled fish with herb noodles — is lighter and fresher than the Hanoi version. Here's where fishermen and office workers actually eat it.

Ha Giang's version of "thit lon den" — marinated pork knuckle — is denser and more sour than the south. Here's where locals actually eat it, what it costs, and how to order.

Ca Loc Nuong Trui—grilled snakehead fish with herbs—is a Can Tho staple. Here's where locals actually eat it, what to expect, and why it tastes different here.

Xoi xeo — sticky rice with corn and shallots — is a Hanoi breakfast institution. Here's where locals actually eat it, and what makes the city's version different.

Buon Ma Thuot's version of "cha ca lang" is denser, fishier, and more assertive than Hanoi's—here's where locals actually eat it, what it costs, and how to order.
Mui Ne (무이네 / 美奈 / ムイネー) terletak di pesisir tenggara dengan armada penangkap ikan yang aktif. "Muc nuong"—cumi bakar—tiba di panggangan restoran hanya dalam beberapa jam setelah mendarat, bukan stok kemarin seperti yang Anda temukan di daerah pedalaman. Dagingnya tetap empuk dan manis. Seekor cumi utuh dibakar selama 8–10 menit di atas arang; permukaannya sedikit gosong, bagian dalamnya tetap lembut. Disajikan dengan jeruk nipis, cabai, dan kecap ikan, ini adalah jenis hidangan sederhana yang rasanya akan jauh lebih nikmat hanya jika bahan-bahannya benar-benar segar.
Seporsi cumi bakar di sini harganya berkisar 80.000–150.000 VND (sekitar USD $3,20–$6), tergantung ukurannya. Di Saigon atau Hanoi, harganya bisa dua kali lipat.
Sebuah kedai sempit di Jalan Tran Hung Dao, sekitar 500 m dari pasar Mui Ne. Tidak ada papan nama dalam bahasa Inggris—hanya deretan sepeda motor yang parkir di depan dan aroma arang. Truc Nhan memanggang cumi di atas panggangan bata rendah, mengolesinya dengan bumbu olesan khas dari bawang putih, garam, dan kecap ikan setiap 30 detik. Cumi sedikit terbelah, permukaannya melepuh, dan bagian yang gosong menambah kedalaman rasa pahit-manis yang khas.
Pesanlah "muc nuong chay" (cumi bakar polos) dan mintalah "muoi tieu chanh" (campuran garam, merica, dan jeruk nipis) sebagai pelengkap. Harga: 120.000 VND untuk cumi ukuran besar. Tidak ada menu bir, tetapi toko di sebelahnya menjual bir Saigon (사이공 / 西贡 / サイゴン) dan Hue dingin. Datanglah sebelum jam 11 pagi—Truc Nhan tutup jam 2 siang, lalu buka kembali jam 5 sore.
Terletak di jalan pesisir utama, sekitar 1,2 km di sebelah timur Saigon Mui Ne Resort. Bangunan beton rendah dengan meja-meja plastik yang menghadap ke jalan. Mereka membeli langsung dari perahu setiap subuh, jadi stok cumi selalu ada. Be Ghe juga menyajikan gurita, kepiting, dan udang bakar, tetapi cuminya lah yang membuat warga lokal rela antre.
Waktu memanggang: 7–8 menit. Pemiliknya membelah cumi memanjang, menekannya hingga rata di atas panggangan, dan tidak membaliknya—menggunakan api besar di satu sisi, lalu membaliknya sebentar di akhir. Dagingnya tetap utuh dan sedikit kenyal. Sangat cocok dipadukan dengan "ca man rang" (tenggiri berbalut garam) mereka.
Harga: 100.000–140.000 VND per cumi. Buka dari jam 10 pagi hingga 10 malam. Tempatnya sederhana—hanya kursi plastik, tanpa AC—tetapi efisiensi dari nelayan langsung ke piring benar-benar tak tertandingi.
Meskipun namanya berarti "[Pho](/posts/pho-vietnam (베트남 / 越南 / ベトナム)-noodle-soup-guide) Daging Sapi", tempat di Jalan Ham Tien dekat pasar ini justru dikenal oleh warga lokal karena cumi bakarnya di malam hari. Mereka berjualan pho untuk sarapan, tetapi mulai jam 5 sore dan seterusnya, panggangan mulai menyala. Cumi disajikan utuh, sudah dibersihkan, dan panggangannya berkonsep semi-terbuka, sehingga Anda bisa melihat langsung proses pembakarannya.
Mereka menyajikan cumi dengan "nuoc cham" (saus cocolan) di sampingnya—campuran kecap ikan, jeruk nipis, bawang putih, cabai, dan sedikit gula. Warga lokal lebih suka mencocolnya daripada mengoleskannya, sehingga rasa cumi itu sendiri murni dari bakaran dan asap.
Harga: 110.000–130.000 VND. Waktu terbaik: jam 6–8 malam saat keramaian malam mulai berdatangan. Datanglah dalam keadaan lapar—porsinya besar, dan seekor cumi utuh ditambah nasi atau lumpia cukup untuk mengenyangkan dua orang.
Di dalam atau di sekitar pasar utama Mui Ne (Ba Sua), beberapa panggangan cumi kaki lima beroperasi saat makan siang (jam 11 pagi–1 siang) dan makan malam (jam 5–7 malam). Tidak ada nama kedai yang pasti; mereka bisa dikenali dari asap panggangan dan antrean warga lokal. Bersiaplah untuk memesan dalam bahasa Vietnam atau sekadar menunjuk—bahasa Inggris jarang digunakan di sini.
Kedai-kedai ini adalah yang termurah: 70.000–90.000 VND untuk cumi ukuran besar. Kualitasnya sangat baik karena perputaran pembelinya sangat cepat. Cumi dipanggang di atas arang dalam keranjang logam, digoyang-goyangkan terus-menerus agar semua sisinya matang merata. Pesanlah "muc nuong voi muoi" (cumi dengan garam) dan nikmati sambil berdiri di meja plastik tinggi.

Foto oleh Sergey Guk di Pexels
Meminta "muc nuong" saja sudah cukup. Jika cuminya terlihat menggugah selera (dan memang selalu begitu), tunjuk dan katakan "one" (satu) atau "hai" (dua). Berikan spesifikasi:
Sebagian besar tempat menawarkan keduanya. Tanyakan mana yang mereka rekomendasikan—warga lokal biasanya memilih yang polos dan mencocolnya ke dalam "muoi tieu chanh" (campuran jeruk nipis-garam) atau "nuoc cham" (saus cocolan kecap ikan).
Ukuran: "Cumi" di sini berarti satu ekor utuh, sudah dibersihkan dan dibelah. Cumi bakar pada umumnya memiliki panjang 20–30 cm dan cukup untuk 1–2 orang. Jika Anda sendirian, pesan satu dan padukan dengan nasi atau "banh canh" (mi tapioka) untuk melengkapi hidangan.
Makan Siang (Jam 11 pagi–1 siang): Pilihan terbaik. Tangkapan pagi baru saja tiba. Tempat-tempat seperti Truc Nhan dan Be Ghe paling ramai—pertanda cuminya segar. Bersiaplah untuk menunggu 10–15 menit di tempat-tempat yang sedang ramai.
Makan Malam (Jam 5–8 malam): Masih segar, tidak seramai saat makan siang. Tangkapan kedua terkadang masuk sekitar jam 3–4 sore, jadi cumi malam hari juga bisa diandalkan. Pho (쌀국수 / 越南河粉 / フォー) Tai Mui Ne dan kedai-kedai di sekitar pasar Ba Sua paling ramai pada jam 6–7 malam.
Hindari: Larut malam (setelah jam 9 malam) atau pertengahan sore (jam 2–4 sore), ketika restoran mungkin kehabisan stok atau cumi dari tangkapan kemarin mulai disajikan.

Foto oleh Hồng Quang Official di Pexels
Pesisir Mui Ne dangkal, hangat, dan kaya akan cumi. Perahu-perahu mendaratkan hasil tangkapannya dua kali sehari—saat subuh dan sore hari—di pantai. Restoran-restoran di jalan utama mendapatkan akses pertama. Cumi di Saigon atau Da Nang harus menempuh perjalanan jauh, terkadang semalaman; di sini, cumi dipanggang saat masih berkilau segar dari jaring. Dagingnya padat, rasanya bersih dan khas laut, bukan kenyal seperti karet.
Selain itu: budaya memanggang di Mui Ne tidak terlalu berfokus pada olesan kecap atau saus yang kental (seperti yang umum dijumpai di kota-kota utara). Di sini, cumi dipanggang polos atau dengan bumbu ringan, membiarkan rasa bakaran yang mendominasi. Ini adalah kesederhanaan yang lahir dari kelimpahan.
Bawalah uang tunai—sebagian besar kedai dan tempat makan kaki lima tidak menerima kartu. Porsi makan: satu ekor cumi cukup untuk 1–2 orang; pesanlah dua jika Anda datang berempat dan memesan lauk lainnya. Pengalaman terbaik adalah saat makan siang atau makan malam lebih awal, berdiri atau duduk di pinggir jalan, menyantapnya selagi asap masih mengepul dari panggangan. Ritual ini sama pentingnya dengan rasanya.