Can Tho memang tidak mempromosikan dirinya sebagai destinasi vegan, tetapi tradisi dapur Buddhis di Delta Mekong (메콩 델타 / 湄公河三角洲 / メコンデルタ) membuat pola makan berbasis nabati di sini bukan sekadar tren, melainkan kebiasaan yang sudah berusia berabad-abad. Anda hanya perlu tahu ke mana harus mencari.

Mengapa Can Tho Sangat Ramah bagi Vegetarian dan Vegan

Kelimpahan hasil pertanian di delta ini — herba sungai, kangkung, batang teratai, jantung pisang, nangka — memberikan bahan baku yang melimpah bagi para juru masak setempat. Pada hari ke-1 dan ke-15 dalam kalender lunar (hari raya umat Buddhis), separuh kota seolah-olah beralih menjadi vegetarian. Restoran yang biasanya menyajikan kaldu babi akan sepenuhnya beralih ke menu vegetarian. Bahkan di luar tanggal-tanggal tersebut, restoran khusus chay (vegetarian/vegan) banyak berkumpul di sekitar pagoda dan di distrik tepi sungai Ninh Kieu. Produk susu dan olahannya tidak pernah menjadi bagian utama dalam kuliner Vietnam, sehingga sebagian besar makanan chay secara otomatis berstatus vegan tanpa perlu label khusus.

Quan Chay Hoa Sen — Tempat Makan Siang Andalan

Terletak di jalan Nguyen Trai dekat Pagoda Munirangsyaram, Hoa Sen (Teratai) adalah tipe tempat makan yang sudah penuh sesak pada jam 11 siang dan setengah dari menunya sudah habis terjual pada jam 1 siang. Konsepnya adalah prasmanan: Anda tinggal menunjuk apa yang Anda inginkan, mereka akan menumpuknya di atas nasi, dan Anda membayar berdasarkan porsi — biasanya sekitar 40.000–55.000 VND untuk satu piring penuh. Hidangan daging tiruan ("babi" dari nangka, "bebek" dari jamur) disajikan berdampingan dengan pilihan sayuran segar seperti terong karamel dan tumis kangkung bawang putih. Semuanya dimasak menggunakan minyak sayur. Sangat disarankan untuk datang lebih awal.

Com Chay Phap Hoa — Dapur Pagoda

Menempel pada sebuah kuil di jalan raya Hoa Binh, Phap Hoa menyajikan makan siang enam hari seminggu dan beroperasi dengan sistem semi-donasi — Anda membayar seikhlasnya, dan jarang sekali lebih dari 30.000 VND. Ini sama sekali bukan restoran komersial: hanya ada kursi plastik, meja sederhana, dan terkadang para biksu juga makan di ruangan yang sama. Makanannya sederhana dan menunya berganti setiap hari — tahu semur, sup biji teratai, tumis kangkung — tetapi semuanya dibuat dengan sepenuh hati dan benar-benar bebas dari produk hewani. Datanglah sebelum tengah hari; tempat ini akan tutup begitu nasinya habis.

Seporsi nasi dengan taburan almon dan salad sayuran segar dalam piring-piring yang elegan.

Foto oleh Jonathan Borba di Pexels

"Hu Tieu" Berbasis Nabati — Perburuan yang Spesifik

"Hu tieu" adalah salah satu sup mi khas Delta Mekong, yang biasanya dibuat dengan kaldu babi dan ebi (udang kering). Versi vegan memang ada, tetapi Anda harus memintanya secara spesifik: hu tieu chay. Beberapa kedai di area pasar Cai Rang dan dekat dermaga feri Bach Dang menyajikannya di pagi hari, pukul 06.00–09.00, dengan harga sekitar 30.000–35.000 VND. Kaldunya diganti dengan bahan dasar jamur dan lobak putih, lalu diberi taburan bawang merah goreng, tahu, tauge, dan herba segar. Rasanya memang tidak persis sama dengan versi aslinya, tetapi ini adalah semangkuk hidangan yang lezat dan digarap serius, bukan sekadar menu pelengkap.

Nha Hang Chay Tam Tue — Restoran dengan Menu Lengkap

Jika Anda menginginkan restoran dengan menu alih-alih prasmanan atau konter nasi rames, Tam Tue di jalan De Tham adalah pilihan paling andal di pusat kota. Menunya menyajikan lebih dari dua puluh hidangan, termasuk versi vegan dari "banh xeo" (panekuk renyah yang biasanya dibuat dengan udang dan lemak babi) yang diisi dengan kacang hijau, jamur, dan tauge, disajikan bersama kertas beras (rice paper) dan sepiring herba segar. Harganya memang lebih mahal daripada tempat makan di pagoda — berkisar antara 60.000–90.000 VND per hidangan — tetapi kualitas masakannya konsisten dan ruangannya ber-AC, yang sangat penting untuk menghalau hawa panas delta.

Penjual makanan kaki lima menyajikan mi hu tieu go di pasar terbuka yang ramai di Ho Chi Minh City.

Foto oleh Trần Phan Phạm Lê di Pexels

Perjalanan Sehari ke Pulau Sungai — Vegetarian Tanpa Sengaja

Pulau-pulau yang dapat diakses dengan sampan dari dermaga Ninh Kieu — Tan Loc dan pulau-pulau perkebunan buah yang lebih kecil — memiliki dapur keluarga kecil yang akan memasak buah dan sayuran apa pun yang mereka miliki saat itu. Ini bukan situasi restoran vegan formal, tetapi jika Anda berkomunikasi dengan jelas (an chay — makan vegetarian), sebagian besar tuan rumah akan menyajikan hidangan lumpia segar ("goi cuon" tanpa udang), tumis sayuran hijau, dan nasi yang kebetulan sepenuhnya berbasis nabati. Biayanya biasanya berkisar antara 80.000–120.000 VND per orang, tergantung tarif yang dipatok oleh keluarga tersebut. Suasananya sangat informal, tetapi ini adalah salah satu cara makan paling berkesan di delta ini.

Cara Memesan Makanan Chay di Kota

Di luar restoran khusus chay, beberapa frasa berikut akan sangat membantu. An chay berarti makan vegetarian. Khong thit, khong ca, khong tom (tanpa daging, tanpa ikan, tanpa udang) sudah mencakup sebagian besar kebutuhan dasar. Khong nuoc mam (tanpa saus ikan) juga penting untuk ditambahkan karena saus ikan sering kali ada dalam hidangan yang tidak Anda duga. Pada hari raya umat Buddhis, carilah bendera kuning atau papan bertuliskan Com Chay di luar kedai-kedai biasa — ini adalah penanda sementara namun sangat andal.

Catatan Praktis

Kuliner chay di Can Tho (껀터 / 芹苴 / カントー) paling aktif di siang hari; pilihan di malam hari lebih sedikit dan membutuhkan pencarian ekstra. Lingkungan sekitar pagoda Munirangsyaram dan Quan Am di sisi barat distrik Ninh Kieu memiliki konsentrasi dapur vegetarian tertinggi yang jaraknya saling berdekatan dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Jika Anda menginap di dekat tepi sungai, kedua area tersebut hanya berjarak 10–15 menit perjalanan dengan xe om (ojek motor).

— SELESAI —

Terakhir diperbarui · May 26, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.