Last updated · May 19, 2026 · independently researched, never sponsored.
We use minimal analytics + ads (no personal tracking). See our privacy policy.
Tiga kota di Vietnam Tengah punya cara masing-masing dalam mengolah banh xeo — pancake renyah yang tampilannya mirip tapi rasanya jauh berbeda. Inilah tempat memakannya dan apa yang membuat setiap versi layak dicoba.

Last updated · May 19, 2026 · independently researched, never sponsored.
Other articles covering this city.

Everything you need to plan a trip to Cu Lao Cham — boats, beaches, snorkeling, seafood, and what most visitors get wrong about this island cluster off the central coast.

Loading…
Dien Thai Hoa is the ceremonial heart of Hue's Imperial City. Here's what to know before you visit, from ticket logistics to the best nearby bowl of bun bo.

Trang Tien Bridge is the quiet centerpiece of Hue — a steel span from 1899 that still sets the rhythm of the city. Here's what to know before you visit.
Other articles covering the same region.

Ninh Thuan sits on Vietnam's south-central coast, halfway between Da Nang and Ho Chi Minh City. Here's how to reach it by bus, train, flight, or motorbike—plus costs and realistic travel times.

Lam Dong's main towns offer distinct vibes for different travelers. Here's how to pick a base—from Da Lat's colonial guesthouses to Thac Dac's jungle ecolodges.

Dinh Thay Thim is a 19th-century coastal shrine near La Gi with strong local devotion, a wild beach, and zero tourist crowds. Here's what to know before you go.
More articles from the same category.

Mui Ne's banh can scene is stripped down and perfect—crispy bowls, fresh shrimp, and street-side stalls where fishermen eat breakfast. Here's where to find the real thing.

Nha Trang's take on "bun cha ca" — grilled fish with herb noodles — is lighter and fresher than the Hanoi version. Here's where fishermen and office workers actually eat it.

Ha Giang's version of "thit lon den" — marinated pork knuckle — is denser and more sour than the south. Here's where locals actually eat it, what it costs, and how to order.

Banh hoi long heo—crispy rice noodle cake with grilled pork intestine—is a Mui Ne obsession. Here's where locals actually eat it, what to expect, and how to order.

Ca Loc Nuong Trui—grilled snakehead fish with herbs—is a Can Tho staple. Here's where locals actually eat it, what to expect, and why it tastes different here.

Xoi xeo — sticky rice with corn and shallots — is a Hanoi breakfast institution. Here's where locals actually eat it, and what makes the city's version different.
"Banh xeo" berarti "pancake berdesis" — suara gemericik keras saat adonan menyentuh minyak panas itulah yang jadi ciri khasnya. Tapi cukup berkendara dua jam antara Hue, Da Nang, dan Hoi An, dan kamu akan menemukan tiga interpretasi yang sangat berbeda. Pancake-nya berbeda dalam hal ukuran, ketebalan, isian, dan cara makannya. Tidak ada yang "lebih baik"; masing-masing berakar pada bahan lokal dan kebiasaan makan yang sudah bertahan selama puluhan tahun.
Banh xeo khas Hue adalah versi yang paling kecil — seukuran telapak tangan, tipis seperti kertas, dan sangat renyah. Biasanya disajikan sebagai camilan tersendiri, bukan bagian dari hidangan utama.
Isiannya sangat sedikit: biasanya hanya sejumput udang atau daging babi, mungkin sedikit tauge. Pancake itu sendirilah yang jadi bintang utama. Ketika tiba di piringmu, warnanya keemasan, pinggirannya renyah, dan dimaksudkan untuk dimakan utuh — harfiah satu atau dua gigitan. Beberapa versi menggunakan sedikit kunyit dalam adonan, memberi warna kuning pucat dan aroma tanah yang samar.
Teknik membungkusnya sederhana: tidak perlu dibungkus. Makan langsung saja, dengan saus ikan di sisinya. Celup, gigit, habis. Kalau ada sayuran hijau di piring, itu hanya garnish, bukan bagian dari cara makannya.
Tempat makan:

Foto oleh Hải Nguyễn di Pexels
Hidangan khas Da Nang ini sering disebut "banh khoai," meski warga lokal menggunakan kedua nama tersebut secara bergantian. Teksturnya lebih tebal dari versi Hue, lebih kaya telur, dan sedikit mengembang. Pancake ini bukan soal kerenyahan yang menghancur, melainkan tentang bagian luar yang lembut dengan bagian dalam yang creamy.
Isiannya lebih banyak: udang, daging babi, jamur, terkadang tauge dan bawang. Adonannya sendiri mengandung lebih banyak telur dan kadang sedikit kunyit atau bubuk kari, yang memberi cita rasa gurih-manis yang samar. Ini pancake yang lebih "lengkap" dibanding versi Hue yang minimalis, dan sering disajikan sebagai hidangan makan siang, bukan sekadar camilan.
Ukurannya berada di antara versi Hue yang satu gigitan dan versi Hoi An yang sebesar piring — sekitar 15 cm, mudah habis dalam dua atau tiga gigitan.
Tempat makan:
Banh xeo khas Hoi An adalah yang paling memukau: sangat besar (diameter 20+ cm), bagian luar tipis dan renyah, tapi penuh udang, tauge, dan rempah segar. Datang ke mejamu sebagai satu lingkaran utuh, dan cara makannya pun sudah jadi ritual tersendiri.
Kamu akan diberi kulit lumpia dan sepiring besar daun mint segar, ketumbar, dan selada. Pancake dirobek menjadi 4–6 bagian. Setiap bagian dibungkus: kulit lumpia di bawah, pancake di atasnya, rempah-rempah dan isian udang dilipat bersama, lalu dicelup ke saus ikan dengan cabai dan jeruk nipis. Ini hidangan lengkap, bukan camilan. Satu pancake besar cukup untuk dua orang, atau jadi hidangan utamamu kalau makan sendiri.
Adonannya sangat tipis dan renyah sampai ke tengah, hampir seperti tuile goreng. Udangnya terlihat jelas dan berukuran besar. Taugenya selalu segar — Hoi An punya pasar yang sangat baik — sehingga berbunyi renyah saat dikunyah.
Tempat makan:

Foto oleh Theodore Nguyen di Pexels
Banh xeo Hue yang minimalis dan bergaya camilan mencerminkan warisan kota istana kerajaan — cepat, elegan, halus dalam kesederhanaannya. Da Nang berada di antara Vietnam lama dan baru, sehingga banh khoai-nya lebih kaya dan menggiurkan. Versi Hoi An yang sangat besar cocok untuk budaya makan santai khas kota wisata: dramatis, interaktif, dan ramah Instagram.
Ketersediaan bahan baku juga berpengaruh. Udang Hoi An selalu unggul karena kota ini dekat dengan pemasok pesisir. Pasokan telur di Da Nang melimpah berkat peternakan lokal. Pancake Hue yang padat dan renyah mengandalkan teknik dan kesabaran — isian yang sedikit berarti uap yang lebih sedikit, hasilnya lebih renyah.
Versi Hue seukuran telapak tangan, tipis seperti kertas, dan dimakan dalam satu atau dua gigitan dengan isian yang sangat sedikit. Banh khoai Da Nang lebih tebal, kaya telur, dan berdiameter sekitar 15 cm — lebih cocok sebagai hidangan makan siang. Versi Hoi An adalah yang terbesar dengan diameter 20+ cm, dirobek-robek, dibungkus kulit lumpia dengan rempah segar, dan dicelup ke saus ikan. Setiap kota memperlakukan hidangan ini sebagai kesempatan makan yang berbeda: camilan, makan siang, atau hidangan lengkap.
Harga bervariasi per kota. Di Hue, satu pancake di Banh Xeo Thanh Huong atau Banh Xeo Tien Phuong harganya 15.000–20.000 VND; kebanyakan orang memesan tiga atau empat. Di Da Nang, satu banh khoai di Banh Khoai 68 di jalan Bach Dang harganya 25.000–30.000 VND. Pancake Hoi An yang lebih besar dihargai sebagai hidangan utama, bukan camilan, mencerminkan ukurannya — satu porsi cukup untuk dua orang.
Di Hue, Banh Xeo Tien Phuong buka pagi hingga sore awal. Di Da Nang, Banh Khoai 68 dekat Han Market ramai saat makan siang, jadi disarankan datang lebih awal. Versi Hoi An disajikan sebagai hidangan lengkap, bukan camilan, sehingga lebih cocok untuk makan siang atau malam daripada sarapan cepat di pagi hari.
Ketiga jenis banh xeo ini adalah makanan untuk sarapan atau makan siang; kebanyakan tempat tutup sebelum pukul 14.00 atau 15.00. Banh xeo tidak tahan lama; makanlah selagi panas. Kalau kamu mengunjungi ketiga kota ini, coba satu versi di masing-masing — kamu akan merasakan sendiri bagaimana geografi membentuk cita rasa makanan, lebih jelas dari penjelasan ulasan restoran mana pun.