"Banh xeo cu lao" bukanlah hidangan yang bisa Anda temukan dengan mudah di menu-menu restoran di Hanoi atau Saigon. Ini adalah kuliner khas Can Tho — crepe kuning kunyit yang renyah, dilipat membungkus udang, daging babi, dan tauge, lalu disajikan dengan saus ikan untuk cocolan. Warga lokal akan memberi tahu Anda bahwa udang di sini lebih segar, crepe-nya lebih tipis, dan teknik memasaknya jauh lebih krusial dibandingkan tempat lain di Vietnam. Perbedaan antara banh xeo cu lao yang biasa saja dan yang luar biasa terletak pada tekstur crepe, suhu minyak, dan seberapa lama isiannya dimasak hingga sedikit gosong di bagian pinggirnya.
Jika Anda ingin mencicipi banh xeo (반세오 / 越南煎饼 / バインセオ) cu lao di Can Tho — dan Anda memang harus mencobanya — berikut adalah tempat-tempat di mana Anda akan melihat warga lokal mengantre, bukan sekadar turis yang sekadar ingin berfoto.
Banh Xeo Cu Lao 1/7 (Jalan Cach Mang Thang Tam)
Ini adalah patokan utamanya. Sebuah kedai kecil di Jalan Cach Mang Thang Tam, yang dikelola oleh seorang wanita berusia 60-an yang telah membuat banh xeo cu lao selama lebih dari 30 tahun. Crepe-nya tipis, hampir setipis kertas, dan langsung menjadi renyah begitu masuk ke wajan — Anda bahkan bisa mendengar suara desisannya dari jalan raya.
Satu porsi crepe dihargai 35.000 VND. Ia membuatnya langsung saat dipesan, yang berarti Anda harus menunggu sekitar 5–10 menit, namun begitulah cara Anda tahu bahwa hidangan tersebut benar-benar segar. Isiannya standar namun luar biasa: udang, daging babi, potongan bawang bombay, dan tauge. Saus ikan yang disajikan di sampingnya berwarna lebih gelap dan aromanya lebih tajam daripada nuoc cham standar — karena dibuat dengan tambahan ikan teri.
Buka hanya dari jam 6:30 pagi hingga 11 siang. Jika Anda datang setelah jam 10:45 pagi, ia biasanya sudah mulai beres-beres. Warga lokal datang ke sini untuk sarapan atau makan siang lebih awal. Kedai ini tidak memiliki papan nama; tanyakan saja arah ke "banh xeo cach mang" dan warga sekitar akan menunjukkan jalannya kepada Anda.
Banh Xeo Cay Tre (Area Taman Hoa Binh)
Tempat yang sedikit lebih besar — berupa kios kaki lima yang layak dengan beberapa kursi plastik — terletak di dekat Taman Hoa Binh di Jalan Tran Hung Dao. Dikelola oleh pasangan suami istri. Sang suami bertugas membuat crepe, sedangkan sang istri mengurus pesanan.
Crepe buatan mereka sedikit lebih tebal daripada versi kedai 1/7, yang lebih disukai oleh sebagian warga lokal karena tidak mudah hancur. Isiannya melimpah — mereka tidak pelit dalam memberikan udang atau daging babi. Satu crepe dihargai 40.000 VND. Mereka juga menawarkan paket kombo: dua crepe + semangkuk sup hangat (biasanya "canh cua" atau sup kepiting) seharga 80.000 VND.
Buka dari jam 6 pagi hingga 2 siang. Paling ramai antara jam 7 dan 9 pagi, dan lebih sepi setelah jam 11 siang. Mereka juga menyajikan "banh canh" — sup mi kental berbahan dasar tapioka dengan daging babi atau kepiting — jika Anda menginginkan hidangan yang lebih mengenyangkan.
Banh Xeo Nguyen Hue (Jalan Nguyen Hue, Distrik 3)
Kedai ini berada di sudut Jalan Nguyen Hue dan Ly Tu Trong, sebuah persimpangan yang lebih ramai dengan banyak pejalan kaki. Pemiliknya, Pak Duc, telah berjualan di sini selama sekitar 15 tahun dan terkenal dengan gaya memasak yang sedikit berbeda: ia menambahkan sejumput gula ke dalam adonan, membuat crepe-nya sedikit lebih manis dan lebih kuning keemasan dibandingkan versi standar.
Harga: 40.000 VND per crepe. Porsinya sedang — isiannya seimbang namun tidak terlalu padat. Saus cocolan di sini disajikan dengan irisan cabai segar dan jeruk nipis.
Buka dari jam 6:30 pagi hingga 1 siang. Kedai ini juga ramai saat jam makan siang oleh para pekerja kantoran dari gedung-gedung pemerintahan di sekitarnya, sehingga suasananya lebih padat pada tengah hari dibandingkan pagi hari. Pilihan alternatif yang sangat bagus jika dua kedai sebelumnya sudah penuh.

Foto oleh Sergey Guk di Pexels
Apa yang Membuat Banh Xeo Cu Lao Khas Can Tho Berbeda
Wilayah Delta Mekong (메콩 델타 / 湄公河三角洲 / メコンデルタ) adalah daerah penghasil udang. Perairan Can Tho berpayau dan dipengaruhi pasang surut air laut — kadar garam tersebut menghasilkan udang dengan daging yang lebih padat dan rasa yang lebih bersih, tidak terlalu "amis" dibandingkan udang laut. Para penjual di sini mendapatkan pasokan udang hidup hanya beberapa jam setelah ditangkap, bukan berhari-hari kemudian. Anda bisa merasakan perbedaannya dari rasa manis alami dan teksturnya.
Daging babinya juga biasanya berasal dari peternakan lokal kecil di Vinh Long atau Long An — lebih sedikit lemak dan lebih gurih dibandingkan daging hasil produksi massal. Dan adonan kunyitnya sendiri sedikit berbeda. Para penjual di Can Tho (껀터 / 芹苴 / カントー) cenderung menggunakan rasio kunyit yang lebih tinggi terhadap tepung beras, yang memberikan warna kuning cerah pada crepe serta aroma rempah tanah yang samar namun khas.
Di luar Delta Mekong, "banh xeo" sering kali disajikan sebagai jajanan kaki lima biasa — lebih tebal, lebih bertepung, dan terkadang dibuat dengan adonan yang terlalu encer. Di Can Tho, hidangan ini adalah makanan pokok sehari-hari dengan standar kualitas tinggi yang dijaga ketat oleh para penjualnya sendiri. Crepe yang keluar dari wajan dalam keadaan lembek atau matang tidak merata tidak akan bisa diterima oleh lidah warga lokal.
Cara Memesan
Datanglah ke kedai, tunjuk crepe yang sedang dibuat oleh penjual, dan katakan "mot cai banh xeo" (satu banh xeo) — atau "hai cai" (dua). Sebagian besar penjual tidak memiliki menu; mereka hanya membuat satu jenis hidangan ini saja.
Jika penjual bertanya "co muon them gi khong?" (mau tambah apa saja?), katakan tidak — karena crepe tersebut sudah disajikan dengan isian lengkap. Anda bisa meminta tambahan cabai atau jeruk nipis secara terpisah, namun isian standarnya sudah sangat pas dan tidak perlu diubah lagi.
Meminta "banh xeo nuong" (panggang/agak gosong) alih-alih "banh xeo" biasa akan menghasilkan pinggiran crepe yang lebih garing dan gosong — ini kembali ke selera masing-masing. Warga lokal pun terbagi dalam hal ini; jadi tidak ada salahnya mencoba keduanya.

Foto oleh Sergey Guk di Pexels
Waktu Terbaik untuk Datang
Pagi hari (jam 6:30–8:30 pagi) adalah waktu yang ideal. Udangnya lebih segar, adonan belum didiamkan seharian, dan Anda akan merasakan suasana sarapan khas warga setempat — mulai dari keluarga, pengendara motor, pekerja konstruksi, hingga petugas kebersihan kantor. Ini adalah waktu makan yang benar-benar dinikmati warga lokal, bukan versi wisata di siang hari.
Makan siang (jam 11 siang–1 siang) suasananya lebih ramai namun kurang terasa istimewa. Crepe yang disajikan sama saja, tetapi atmosfernya berbeda.
Hindari makan malam. Banh xeo cu lao adalah hidangan untuk sarapan atau makan siang awal. Kedai-kedai biasanya tutup pada sore hari, dan beberapa kedai yang buka hingga larut malam biasanya memiliki perputaran bahan makanan yang lebih lambat — yang berarti bahan-bahannya (terutama udang) sudah didiamkan lebih lama.
Catatan Praktis
Siapkan uang tunai (VND). Tidak ada kedai yang menerima kartu. Anda bisa menyantapnya sambil berdiri atau membawanya ke taman atau tepi sungai terdekat. Crepe ini paling nikmat disantap dalam waktu 2–3 menit setelah diangkat dari wajan — karena tekstur renyahnya cepat hilang. Siapkan anggaran sekitar 35.000–40.000 VND per crepe; menyantap dua porsi dengan tambahan saus ikan dan jeruk nipis akan menjadi sarapan yang sangat mengenyangkan dan memuaskan dengan harga 70.000–80.000 VND (sekitar $3–3.50 USD).
Terakhir diperbarui · May 29, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.








