Restoran seafood yang berjejer di sepanjang pantai My Khe sangat mudah ditemukan, menawarkan harga dalam USD, dan ditujukan khusus bagi wisatawan yang kurang tahu alternatif lain. Padahal, Da Nang memiliki kancah kuliner seafood lokal yang sangat lezat — Anda hanya perlu meninggalkan jalan raya tepi pantai untuk menemukannya.

Mengapa Warga Lokal Menghindari My Khe (Sebagian Besar)

Kawasan My Khe sebenarnya tidak buruk. Anda akan mendapatkan ikan segar, bakaran yang lumayan enak, dan bir dingin. Namun, harganya tidak pasti, porsinya mengecil jika pelanggan terlihat seperti turis asing, dan menunya berupa foto-foto laminating yang biasa Anda temui di kota wisata pesisir mana pun di Asia Tenggara. Warga lokal sesekali ke sana demi kepraktisan atau makan malam kelompok, tetapi untuk makan seafood sehari-hari, mereka pergi ke tempat lain.

Da Nang (다낭 / 岘港 / ダナン) terletak di antara Sungai Han dan semenanjung Son Tra, dengan komunitas nelayan yang telah melaut di perairan yang sama selama beberapa generasi. Ikannya sama saja — yang membedakan adalah siapa yang memasaknya, untuk siapa, dan dengan harga berapa.

Nam O — Desa Nelayan yang Layak Dikunjungi

Nam O berjarak sekitar 15 km di sebelah barat laut pusat kota, melewati pelabuhan industri dan mudah terlewat jika Anda tidak mencarinya secara khusus. Ini adalah desa nelayan aktif, bukan proyek wisata warisan budaya, dan "restoran" seafood di sini sebenarnya hanyalah rumah-rumah warga dengan beberapa meja plastik yang ditata di depannya.

"Goi ca mai" — salad ikan mentah yang dibuat dari ikan herring muda, kerupuk beras, kacang tanah sangrai, dan herba segar — adalah hidangan khas Nam O, dan sangat sulit menemukan hidangan ini disajikan selezat ini di tempat lain di kota. Ikan herring ditangkap oleh kapal nelayan semalaman dan disajikan pada pagi harinya. Satu porsi penuh dihargai sekitar 50,000–70,000 VND. Santaplah dengan rice paper (kertas beras) yang disajikan secara otomatis.

Nam O juga merupakan tempat terbaik untuk mencicipi "ca com" (teri) yang dimasak dengan benar — digoreng renyah dengan cabai dan jeruk nipis, disajikan bersama nasi dan acar sayuran. Anda tidak akan menemukan menu di sini. Cukup tunjuk apa yang terlihat lezat, tanyakan harganya sebelum dimasak, dan Anda akan baik-baik saja.

Cara ke sana: pesan transportasi online melalui aplikasi Xanh SM atau Be. Tarifnya sekitar 40,000–55,000 VND sekali jalan dari pusat kota. Pergi dengan sepeda motor juga mudah — ikuti jalan Nguyen Tat Thanh ke arah utara melewati pelabuhan.

Seorang pedagang wanita lokal menjual barang dagangan di kios pasar pesisir luar ruangan di Ly Son.

Foto oleh AN Nhol di Pexels

Semenanjung Son Tra — Makan dengan Pemandangan yang Alami

Son Tra paling terkenal dengan penangkaran monyet dan patung Lady Buddha, tetapi garis pantai timurnya memiliki deretan tempat makan seafood yang melayani keluarga lokal di akhir pekan. Ini bukanlah permata tersembunyi — warga Da Nang sangat mengetahuinya — tetapi tempat-tempat ini tidak muncul di sebagian besar panduan wisata karena memerlukan navigasi di jalan-jalan pedalaman Son Tra yang berliku.

Carilah tempat makan di sekitar area pelabuhan Tien Sa dan di sepanjang jalan menuju pantai Bai But dan Bai Nam. Konsepnya sederhana: keluarga nelayan menjual langsung dari boks pendingin (cooler) atau meja rendah di dekat garis pantai. Anda memilih seafood Anda sendiri — udang ronggeng (mantis shrimp), kerang darah, "so long" (kerang bambu), kepiting — lalu mereka akan memasaknya. Dibakar, dikukus, atau ditumis dengan garam dan cabai adalah pilihan standarnya.

Perkirakan untuk membayar sekitar 80,000–150,000 VND per porsi tergantung apa yang Anda pesan. Udang ronggeng ("tom tich") bakar garam cabai adalah pilihan terbaik di sini — dagingnya padat, manis, dan murah dibandingkan dengan apa pun di kawasan wisata utama.

Pagi hari di akhir pekan adalah waktu tersibuk di tempat-tempat pesisir Son Tra. Datanglah sebelum pukul 10 pagi atau setelah pukul 2 siang untuk menghindari keramaian keluarga yang bersantap.

Pasar Han dan Cho Con — Versi Sederhana Tanpa Kemewahan

Jika Anda ingin memahami apa yang sebenarnya dimakan warga Da Nang sehari-hari, luangkan waktu satu jam di Pasar Han (Cho Han) atau pasar Cho Con yang lebih besar di jalan Ong Ich Khiem. Keduanya memiliki area pasar basah dengan hasil tangkapan segar yang dibawa dari kapal nelayan pagi hari — kerapu, cumi-cumi, kerang, rajungan, udang windu.

Kios-kios pasar ini tidak memasakkan makanan untuk Anda, tetapi "quan com" (warung nasi) di lantai atas dan gang-gang sekitarnya membeli bahan dari pedagang yang sama dan mengubahnya menjadi makan siang. Sepiring ikan kukus jahe, nasi, dan semangkuk sup asam akan dihargai sekitar 40,000–60,000 VND dan rasanya seperti masakan rumahan yang dibuat oleh nenek di Da Nang.

Cho Con buka mulai sekitar pukul 5 pagi dan mulai sepi menjelang sore hari. Pergilah lebih awal untuk mendapatkan pilihan terbaik dan melihat aktivitas transaksi grosir secara langsung.

Seorang wanita dengan topi tradisional dan sarung tangan sedang memilah kepiting di pasar ikan luar ruangan, menampilkan kehidupan laut setempat.

Foto oleh Long Bà Mùi di Pexels

Apa yang Harus Dipesan dan Hal yang Perlu Diketahui

Hidangan seafood khas Da Nang lebih condong ke teknik bakar dan kukus daripada menggunakan saus yang kental. "Banh xeo" yang diisi dengan udang dan tauge secara teknis adalah hidangan khas Vietnam Tengah, bukan menu utama restoran seafood, tetapi beberapa tempat di dekat area pantai Pham Van Dong menyajikan versi pesisir yang dipenuhi dengan udang kecil dan cumi-cumi — sangat layak dicoba selain pilihan ikan bakar yang sudah umum.

Catatan tentang harga: selalu tanyakan harga sebelum memesan di tempat makan informal. "Theo ky" berarti harga per potong atau per 100g — pastikan satuannya. Di restoran lokal yang sebenarnya (bukan di kawasan wisata), perkirakan membayar 150,000–400,000 VND untuk hidangan seafood lengkap untuk dua orang termasuk nasi dan sayuran. Jika harga yang ditawarkan terdengar seperti mata uang asing, kemungkinan besar memang demikian.

Minumlah "bia hoi" dingin atau bir Larue kalengan. Keduanya tersedia secara luas dan harganya sekitar 10,000–20,000 VND. Lewatkan saja menu koktail.

Catatan Praktis

Nam O dan Son Tra are the two most worthwhile detours for seafood that's actually embedded in local life — Nam O untuk budaya ikan mentah dan suasana desanya, Son Tra untuk makan santai di tepi pantai tanpa harga yang dimarkup tinggi. Keduanya dapat dijangkau dengan transportasi online tanpa perlu menyewa kendaraan. Pasar Cho Con adalah cara tercepat untuk melihat rantai pasokan seafood Da Nang dari dekat, meskipun Anda hanya sekadar melihat-lihat.

— SELESAI —

Terakhir diperbarui · May 26, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.