Apa itu dan bagaimana sejarahnya

Lang Co Phuoc Loc Tho bukanlah sebuah desa dalam arti tradisional. Tempat ini adalah koleksi pribadi yang terdiri dari lebih dari 100 rumah kayu antik — beberapa di antaranya berusia 200 tahun — yang dibongkar dari berbagai provinsi di seluruh Vietnam selatan (베트남 / 越南 / ベトナム) dan dirakit kembali dengan susah payah di atas lahan seluas 7 hektar di distrik Go Dau, provinsi Tay Ninh. Sang pendiri menghabiskan waktu puluhan tahun untuk membeli "nha co" (rumah tradisional) tua yang hampir dihancurkan atau dibiarkan membusuk, lalu mengangkut dan membangunnya kembali di sini balok demi balok.

Hasilnya adalah perpaduan antara museum arsitektur terbuka dan taman warisan budaya yang hidup. Anda akan menemukan rumah-rumah saudagar dari dinasti Nguyen dengan panel ukiran asli yang berdiri berdampingan dengan rumah-rumah petani Mekong Delta (메콩 델타 / 湄公河三角洲 / メコンデルタ) dengan rangka kayu gelapnya yang khas. Tidak ada tali pembatas beludru, tidak ada panduan audio. Anda berjalan melewati ruangan-ruangan sungguhan, menyentuh pilar-pilar sungguhan, dan sesekali berpapasan dengan kucing penjaga yang sedang tidur di atas dipan berusia 150 tahun.

Situs ini awalnya terletak di provinsi Long An. Sejak saat itu, situs ini telah dikonsolidasikan di bawah wilayah administratif Tay Ninh, yang terkadang menyebabkan kebingungan di peta dan di postingan blog lama. Jika GPS Anda mengarahkan Anda ke Long An, perbarui aplikasi Anda — lokasi fisiknya tidak berpindah, tetapi batas provinsinya yang berubah.

Mengapa wisatawan berkunjung

Sebagian besar orang berkunjung karena mereka tertarik dengan arsitektur vernakular Vietnam — jenis arsitektur yang menghilang dengan cepat di seluruh Mekong Delta dan provinsi-provinsi selatan karena banyak keluarga merobohkan rumah kayu untuk membangun rumah beton. Lang Co Phuoc Loc Tho adalah satu dari sedikit tempat di mana Anda dapat melihat puluhan bangunan ini di satu lokasi, banyak di antaranya masih memiliki perabotan asli, altar, dan ukiran kayu dekoratif yang masih utuh.

Para fotografer datang untuk mencari tekstur: kayu tua, genteng yang tertutup lumut, halaman yang dihiasi cahaya yang menyaring melalui pohon nangka. Tempat ini benar-benar fotogenik tanpa memerlukan filter. Para arsitek dan mahasiswa desain terkadang berkunjung dalam rangka karyawisata dari Saigon.

Namun, tempat ini juga cocok sebagai persinggahan setengah hari jika Anda sudah menuju ke Tay Ninh untuk melihat kuil Cao Dai atau Black Virgin Mountain (Nui Ba Den). Sangat pas dipadukan dengan keduanya.

Waktu terbaik untuk berkunjung

Musim kemarau dari November hingga April adalah waktu yang paling nyaman. Beberapa bagian tanahnya tidak diaspal, dan selama musim hujan (Mei–Oktober) beberapa jalan setapak menjadi berlumpur. Pagi hari adalah waktu terbaik untuk fotografi — cahaya menerangi halaman antara pukul 7:00 dan 9:30 sebelum silau tengah hari membuat segalanya tampak datar.

— FIN —

Last updated · May 24, 2026 · independently researched, never sponsored.