Tet bukanlah hari raya restoran. Ini adalah hari raya dapur, hari raya meja makan keluarga, dan jika Anda cukup beruntung diundang ke rumah seseorang — atau berada di kota yang tepat — ini adalah pengalaman kuliner terbaik yang ditawarkan Vietnam.
Berikut adalah lima tempat di mana budaya kuliner Tet sangat kental, beserta apa saja yang wajib Anda santap saat berada di sana.
Hanoi — Ritual Meja Makan di Utara
Tidak ada kota yang memperlakukan hidangan Tet seserius Hanoi. Tradisi wilayah utara sangat formal, spesifik, dan sebagian besar tidak berubah dari generasi ke generasi. Hidangan utamanya adalah "banh chung" — kue beras ketan berbentuk kotak yang padat, diisi dengan pasta kacang hijau dan daging babi berlemak, dibungkus daun dong, lalu direbus semalaman. Keluarga-keluarga di sini masih membuatnya sendiri di rumah, meskipun Anda akan menemui pedagang kaki lima yang menjualnya dalam tumpukan berbentuk piramida mulai akhir Januari dan seterusnya.
Hidangan Tet khas Hanoi yang lengkap juga menyajikan "gio lua" (sosis babi kukus yang lembut), "mang lon" (sup rebung kering yang dimasak dengan kaki babi), dan acar daun bawang yang disebut "dua hanh" untuk menyeimbangkan rasa gurihnya yang pekat. Dong Xuan Market di Old Quarter sangat layak dikunjungi beberapa hari sebelum Tet — bukan untuk kios-kios utamanya yang menjual pakaian dan plastik, melainkan untuk para pedagang kaki lima di sekeliling pasar yang menjual manisan jahe, biji teratai kering, dan semua bahan awetan yang dibutuhkan oleh seorang nenek di Hanoi.
Jika Anda bisa mendapatkan undangan melalui pemilik penginapan atau kenalan lokal, makan malam malam tahun baru bersama keluarga di rumah warga Hanoi adalah pengalaman yang tak tergantikan. Jika tidak, Anda bisa mencoba "bun thang" — sup mi telur dan ayam yang lembut yang disajikan hampir secara eksklusif selama periode Tet — yang hanya muncul di beberapa kedai di Old Quarter selama beberapa hari saja. Jangan sampai melewatkannya.
Hue — Hidangan Tet ala Kerajaan yang Ramah di Kantong
Tradisi kuliner Tet di Hue membawa pengaruh kuat dari istana kerajaan, meskipun kota ini sendiri terasa bersahaja dan tenang selama hari raya. Di sini, "banh tet" menggantikan banh chung yang berbentuk kotak — versi silindris yang juga terbuat dari beras ketan dan daging babi, tetapi lebih padat dan disajikan dalam irisan bulat. Versi Hue sering kali menyertakan pisang dan rasanya jauh lebih manis.
Kota ini juga memproduksi "nem chua" — sosis babi fermentasi yang dibungkus daun pisang dengan bawang putih dan cabai — yang sering dijadikan hadiah oleh warga lokal dan disantap sebagai camilan sepanjang minggu Tet. Kedai banh mi kecil milik keluarga biasanya tetap buka pada hari kedua atau ketiga Tet ketika sebagian besar restoran tutup; banh mi seharga 15.000 VND yang diisi dengan nem chua adalah cita rasa khas Hue yang sesungguhnya.
Makam Tu Duc dan Makam Khai Dinh biasanya lebih sepi dari biasanya selama Tet dan sangat layak dikunjungi selama setengah hari — bunga-bunga diletakkan di situs-situs tersebut dan suasananya terasa sangat khidmat alih-alih seperti tempat wisata biasa.

Foto oleh Nguyen Truong Khang di Pexels
Hoi An — Kuliner Pedesaan yang Mudah Dijangkau dengan Berjalan Kaki
Keunggulan Tet di Hoi An terletak pada geografinya. Dalam radius 3 km dari Kota Kuno (Ancient Town), terdapat desa-desa aktif yang autentik di mana suasana hari raya sama sekali tidak terasa seperti komoditas wisata. Desa Cam Thanh dan Cam Kim masih mengadakan sesi memasak bersama di mana para tetangga berkumpul untuk membuat banh tet menggunakan kayu bakar pada malam sebelum malam tahun baru.
Kota Kuno itu sendiri menutup jalurnya untuk sepeda motor selama Tet dan menyalakan lampion di sepanjang Sungai Thu Bon — pusat kuliner beralih dari restoran ke kedai-kedai keluarga yang menjual "cao lau" (hidangan mi gandum khas Hoi An yang rasanya berbeda di tempat lain karena air yang digunakan berbeda), bersama dengan sup pencuci mulut manis "che" dalam belasan variasi.
Jika Anda menginap selama tiga hari pertama Tet, carilah gerobak banh mi yang sudah buka pada hari kedua — "banh mi" Hoi An adalah salah satu hidangan yang paling banyak ditiru di Vietnam, dan menikmatinya di jalanan yang hampir kosong pada jam 7 pagi di tengah keheningan Tahun Baru adalah momen yang sangat layak direncanakan.
Saigon — Tet untuk Semua Orang, Termasuk Pendatang
Saigon menjadi sepi selama Tet karena jutaan penduduknya pulang ke kampung halaman. Yang tersisa adalah kota yang benar-benar ramah pejalan kaki, dan lanskap kuliner yang beralih ke hidangan khas daerah lain. Para pekerja migran dari Delta Mekong, Dataran Tinggi Tengah, dan utara semuanya pulang — tetapi kuliner mereka tetap tinggal. Pasar-pasar di Binh Thanh dan Distrik 5 menjual "banh chung" berdampingan dengan "banh tet" khas selatan serta "mut" (manisan buah dan sayur) khas dari setiap provinsi.
Pasar Ben Thanh tutup, tetapi jalan-jalan di sekitarnya dipenuhi oleh penjual bunga dan gerobak makanan musiman. Kedai "com tam" yang tetap buka selama Tet menjadi andalan lingkungan sekitar — nasi, babi panggang, dan telur mata sapi seharga 50.000 VND menjadi makanan standar bagi warga Saigon yang tidak mudik.
Untuk minuman, sudut-sudut "bia hoi" di Distrik 1 yang tetap buka selama liburan menjadi magnet sosial — tempat di mana orang asing dan warga lokal yang tersisa berbagi meja sambil menikmati bir draf seharga 10.000 VND dan mengeluh dengan riang tentang cuaca panas.

Foto oleh VANNGO Ng di Pexels
Can Tho — Tet ala Mekong di Pasar Terapung
Perayaan Tet di Can Tho lebih tenang dan bernuansa kekeluargaan dibandingkan dengan kota-kota di utara, dan justru itulah alasan mengapa kota ini sangat layak dipertimbangkan. Pasar terapung di Cai Rang beroperasi dengan jam kerja yang dikurangi selama liburan tetapi tidak sepenuhnya tutup — tiba dengan perahu pada jam 6 pagi di hari kedua Tet, dengan para pedagang yang masih menjual nanas dan jeruk bali yang dihiasi pita merah, adalah pemandangan yang tidak berubah selama beberapa dekade.
Meja makan Tet di Delta Mekong menyajikan "hu tieu" — sup mi kaldu babi dan seafood yang bening dan ringan — berdampingan dengan ikan sungai yang dimasak dalam pot tanah liat dengan saus karamel. "Banh tet chay" (kue beras vegetarian) disajikan untuk keluarga Buddhis yang menjalani hari-hari pertama tahun baru tanpa mengonsumsi daging. Penginapan di sepanjang tepi air Ninh Kieu sering kali mengadakan makan bersama informal saat Tet untuk para tamu jika Anda menanyakannya terlebih dahulu.
Catatan Praktis
Tet jatuh antara akhir Januari hingga pertengahan Februari tergantung pada kalender lunar — pastikan tanggal pastinya sebelum memesan tiket. Transportasi sangat padat pada 3-4 hari sebelum dan sesudah malam tahun baru; pesan tiket kereta dan bus setidaknya tiga minggu sebelumnya. Sebagian besar restoran tutup selama 3-7 hari, sehingga makanan kaki lima yang murah dan kios pasar menjadi pilihan utama Anda — yang, sejujurnya, justru memberikan pengalaman yang lebih baik.
Terakhir diperbarui · May 29, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.









