Sepuluh hari, tiga wilayah, dua puluh lima hidangan. Rute ini membentang dari selatan ke utara — atau balik arahnya jika Anda mendarat di Hanoi — dan menjadikan setiap kota sebagai perhentian kuliner khusus, bukan sekadar latar belakang pemandangan.

Hari 1 — Saigon: Kuliner Klasik Wilayah Selatan

Mulailah di Pasar Ben Thanh sebelum rombongan turis berdatangan. Beli "banh mi" dari Huynh Hoa di Le Thi Rieng — seharga 35.000 VND, dengan isian yang sangat melimpah hingga hampir tumpah. Berjalan-jalanlah di sepanjang Pham Ngu Lao untuk membantu pencernaan, lalu cari kursi plastik di Nguyen Trung Truc untuk menikmati sepiring "com tam" (nasi patah dengan potongan daging babi panggang dan kulit babi iris) seharga sekitar 50.000 VND. Makan siang dengan "goi cuon" (lumpia basah segar) di Phuoc Thanh di Tran Hung Dao — dua gulung seharga 20.000 VND, celupkan ke dalam saus kacang, bukan saus ikan.

Hari 2 — Saigon: Mi, Panekuk, dan Lumpia Babi

Sarapan pagi dengan "hu tieu (후띠우 / 粿条 / フーティウ)" (sup mi bening dengan daging babi dan seafood) — cari gerobak di gang-gang dekat Ly Chinh Thang di Distrik 3. Ini adalah hidangan yang disajikan Saigon lebih baik daripada tempat lain mana pun, dan kuahnya harus lebih ringan daripada pho. Siang hari, mampirlah ke kedai "banh xeo" (panekuk renyah khas Vietnam) di Dinh Cong Trang — panekuk yang disajikan berukuran sebesar penutup velg mobil, diisi dengan udang, daging babi, dan tauge. Sobek panekuknya lalu bungkus dengan selada dan herba segar. Malam hari: "cha gio" (lumpia babi goreng) di kedai kaki lima mana pun di Cho Lon, kawasan Chinatown di Saigon. Versi di sini menggunakan talas sebagai isiannya.

Hari 3 — Perjalanan Sehari ke Delta Mekong, lalu Terbang ke Da Nang

Perjalanan pagi hari ke Can Tho (dua jam perjalanan darat) untuk menikmati "banh canh (반깐 / 粗米粉汤 / バインカイン)" (sup mi tapioka tebal) dengan kepiting di area pasar terapung — seharga 60.000 VND untuk semangkuk porsi besar. Kemudian kembali ke Saigon, lalu ambil penerbangan sore ke Da Nang. Penerbangan malam, tidak perlu makan malam — Anda akan makan cukup banyak besok.

Hari 4 — Da Nang dan Perjalanan Menuju Hoi An

Da Nang lebih merupakan pusat transportasi daripada ibu kota kuliner, tetapi kota ini layak dikunjungi demi "mi quang (미꽝 / 广南面 / ミークアン)" (mi berwarna kuning kunyit dengan daging babi, udang, dan sedikit kuah). Pergilah ke Mi Quang Ba Mua di Tran Binh Trong — seharga 40.000 VND. Hidangan ini wajib disajikan dengan remahan kerupuk beras dan herba segar di atasnya agar rasanya autentik. Sore harinya, sewa sepeda motor dan berkendaralah sejauh 30 km ke arah selatan menuju Hoi An.

Seorang penjual makanan kaki lima memasak dan menyiapkan banh mi khas Vietnam di pasar malam yang ramai.

Foto oleh Pragyan Bezbaruah di Pexels

Hari 5 — Hoi An: Dua Hidangan Khas Kota Ini

Hoi An memiliki satu hidangan andalan yang sangat mereka banggakan: "cao lau" (mi gandum tebal dengan daging babi, crouton, sayuran hijau, dan sedikit saus kental). Mi ini dibuat menggunakan air dari sumur lokal tertentu — ini bukan sekadar trik pemasaran, air tersebut benar-benar mengubah tekstur mi. Nikmati hidangan ini di Thanh Cao Lau di Tran Phu seharga 45.000 VND. Hidangan kedua: "banh cuon (반꾸온 / 蒸米卷 / バインクオン)" (lumpia beras kukus dengan daging babi cincang dan jamur kuping) di kedai sudut jalan mana pun di dekat Jembatan Jepang (Japanese Covered Bridge). Hidangan ini terasa lebih ringan dan lembut daripada penampilannya; pesanlah dua porsi sekaligus.

Hari 6 — Hue: Kota Kuliner Utama di Vietnam Tengah

Perjalanan bus selama empat jam dari Hoi An melewati Celah Hai Van (Hai Van Pass) sangat sepadan dengan pemandangan yang disuguhkan. Hue adalah kota yang paling terobsesi dengan makanan per kilometer persegi di Vietnam. Mulailah dengan "bun bo hue (분보후에 / 顺化牛肉粉 / ブンボーフエ)" — sup mi sapi pedas beraroma serai kuat yang jauh mengalahkan pho di kota ini. Pergilah ke Bun Bo O Bep di Chi Lang seharga 45.000 VND. Sore hari: "banh chung" (kue ketan dengan kacang hijau dan daging babi, dibungkus daun pisang) dari penjual kaki lima di dekat Citadel. Makanan ini lebih padat daripada kelihatannya — setengah porsi saja sudah cukup kenyang. Malam hari: "nem chua" (lumpia babi fermentasi) dari toko di Hung Vuong. Makan dalam keadaan dingin, dibungkus daun sirih dengan bawang putih dan cabai.

Hari 7 — Hue: Menjelajahi Hidangan Berkuah Lainnya

Hari kedua di Hue adalah waktu untuk mencicipi "bun rieu (분지에우 / 蟹肉米粉汤 / ブンリュウ)" (sup mi kepiting dan tomat) — kuah berbahan dasar tomat menjadikannya salah satu kaldu paling khas dalam jajaran kuliner Vietnam. Temukan hidangan ini di pasar pagi dekat Pasar Dong Ba seharga 35.000 VND. Ini juga merupakan kota terbaik untuk mencoba "banh canh cua" (sup mi tebal dengan kepiting melimpah), yang berbeda dari versi Mekong karena kaldunya yang lebih kaya rasa. Sore harinya, naik kereta malam ke arah utara menuju Hanoi — kereta tidur (sleeper train) semalaman akan menghemat biaya hotel Anda.

Mangkuk-mangkuk yang ditumpuk di kedai makanan kaki lima di Hanoi, Vietnam, menggambarkan suasana kuliner lokal.

Foto oleh Nimit N di Pexels

Hari 8 — Hanoi: Kuliner Andalan Wilayah Utara

Tiba di Hanoi pada pagi hari, taruh barang bawaan, dan langsung menuju kedai pho. Pho Gia Truyen di Bat Dan adalah standar terbaik — seharga 60.000 VND, dengan kaldu sapi yang dimasak selama dua belas jam, mi pipih, serta irisan sandung lamur (brisket) dan urat. Tanpa piring sayuran pendamping, tanpa saus sriracha. Inilah pho khas utara yang autentik. Menjelang siang, cari "bun cha (분짜 / 烤肉米粉 / ブンチャー)" (bakso babi panggang dan samcan yang disajikan dengan bihun dingin dan kuah celup) di dekat Hang Manh. Cara makan yang benar adalah dengan mencelupkan mi ke dalam mangkuk kuah, bukan menyiramkannya. Sore hari: berjalan-jalan di Old Quarter, mampir ke Pasar Dong Xuan untuk menikmati "bun thang" (sup mi ayam dan telur yang lembut, yang secara tradisional dibuat dari bahan sisa perayaan Tet) — seharga 45.000 VND.

Hari 9 — Hanoi: Minuman Khas dan Hidangan yang Dijaga Ketat di Old Quarter

Sarapan pagi dengan "banh cuon" lagi, tetapi kali ini versi Hanoi — lumpia kukus tanpa isian, disajikan dengan cha lua (sosis babi) dan kuah celup bening. Kedai Bun di Jalan Thanh Nien adalah tempat yang direkomendasikan. Selanjutnya adalah kopi: menikmati "ca phe sua da (연유커피 / 越南冰咖啡 / ベトナムアイスコーヒー)" (kopi susu es) di mana saja memang enak, tetapi Hanoi adalah tempat terbaik untuk mencoba "kopi telur" — ca phe trung — di Giang Cafe di Nguyen Huu Huan. Minuman ini berupa krim custard hangat dari kuning telur yang dikocok dengan susu kental manis di atas espresso. Kombinasi yang unik namun sangat pas. Sore hari: nikmati "cha gio" gaya utara (lebih kecil, lebih renyah, menggunakan kertas beras daripada gandum) dari penjual di distrik Hoan Kiem.

Hari 10 — Ninh Binh, lalu Kembali

Dua jam perjalanan ke arah selatan dari Hanoi, Ninh Binh layak menjadi perhentian satu hari demi satu hidangan khusus: "com chay" (kerak nasi goreng kering) yang disajikan dengan tumis daging kambing dan saus jamur. Hidangan ini sangat khas daerah setempat, seharga sekitar 80.000 VND di restoran mana pun di Hoang Dieu. Rute ini tidak ada di setiap rencana perjalanan umum ke Vietnam, dan itulah daya tarik utamanya. Kembali ke Hanoi pada pertengahan sore, menyisakan waktu untuk mencari sudut bia hoi di dekat Jembatan Long Bien — bir draf segar khas Hanoi, disajikan seharga 7.000 VND per gelas, dinikmati di atas kursi plastik kecil hingga hari mulai gelap.

Catatan Praktis

Anggarkan sekitar 150.000–250.000 VND per hari khusus untuk makanan — rute kuliner ini memang sengaja dirancang dengan biaya hemat. Pesan tiket kereta malam rute Hue–Hanoi setidaknya tiga hari sebelumnya, terutama saat musim liburan (Desember–Februari). Waktu makan terbaik adalah pukul 07.00–09.00 pagi untuk hidangan sarapan seperti pho dan bun cha, yang sering kali sudah habis sebelum tengah hari.

— SELESAI —

Terakhir diperbarui · May 29, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.