Long Xuyen terletak di tepi barat Sungai Mekong, sekitar 190 km dari Saigon, dan sebagian besar pelancong melewatinya begitu saja dalam perjalanan menuju Chau Doc atau Ha Tien. Itu adalah sebuah kesalahan. Sebagai ibu kota provinsi An Giang, kota ini memiliki budaya kuliner yang selaras dengan ritme sungai — ikan air tawar, bumbu fermentasi, dan energi pasar pagi yang mereda sebelum jam 9 pagi jika Anda tidak memperhatikannya.
Mulai di Cho Long Xuyen Sebelum Matahari Terbit
Pasar Long Xuyen (Cho Long Xuyen) di Jalan Nguyen Hue adalah titik awal yang paling tepat. Bagian luar pasar adalah tempat petualangan kuliner yang sesungguhnya dimulai. Para penjual menggelar dagangan mereka dengan kursi plastik rendah di bawah lampu neon, dan pada pukul 5:30 pagi, mangkuk-mangkuk terbaik sudah ludes dengan cepat.
Hidangan pertama yang harus Anda cari adalah "bun ca" — bihun dengan kuah kaldu ikan yang ringan dan agak manis, disajikan dengan potongan ikan air tawar, biasanya ikan gabus atau lele, dengan beberapa potong tahu goreng dan segenggam herba segar. Versi An Giang cenderung memiliki kuah yang bening, berbeda dengan versi kemerahan karena tomat yang biasa Anda temukan di utara. Cita rasanya lembut dan mungkin butuh satu atau dua mangkuk untuk benar-benar menikmatinya. Satu porsi dihargai sekitar 25.000–35.000 VND.
Jika warung tersebut memiliki papan nama tulisan tangan yang menyebutkan "ca loc", jangan beranjak. Ikan gabus (ca loc) adalah bahan makanan bergengsi di Delta Mekong (메콩 델타 / 湄公河三角洲 / メコンデルタ), dan ikan gabus di An Giang ditangkap langsung dari sawah yang tergenang air, bukan dari kolam budidaya — perbedaan rasanya sangat nyata.
Ca Loc Nuong: Hidangan yang Mendefinisikan An Giang
"Ca loc nuong" — ikan gabus panggang — adalah hidangan yang paling dibanggakan oleh warga lokal, dan ada alasan kuat untuk itu. Ikan utuh dibalur dengan lapisan garam yang tebal dan dipanggang langsung di atas arang hingga kulitnya hangus dan dagingnya matang sempurna di dalam. Cara menyantapnya mirip dengan makan lumpia khas Delta: ambil potongan daging ikan, letakkan di atas kertas beras (rice paper) bersama herba segar, mentimun, pisang muda, belimbing, lalu gulung sebelum dicelupkan ke dalam saus ikan fermentasi yang disebut "mam nem" yang diencerkan dengan sari buah nanas.
Butuh latihan untuk bisa menggulungnya dengan rapi. Jangan khawatir tentang itu. Yang terpenting adalah kelezatan ikannya.
Untuk menikmati ca loc nuong, lewati area pasar dan carilah restoran khusus di dekat tepi sungai di Tran Hung Dao atau di sepanjang kanal An Long di sebelah selatan pusat kota. Bersiaplah untuk membayar sekitar 150.000–250.000 VND untuk satu ekor ikan utuh yang cukup untuk porsi dua orang.
Hu Tieu dan Akulturasi Khmer-Tionghoa
An Giang memiliki populasi etnis Khmer dan Tionghoa yang signifikan, dan hal ini tercermin dalam kulinernya. "Hu tieu" di sini memiliki bentuk yang sedikit berbeda dari versi Saigon (사이공 / 西贡 / サイゴン) atau My Tho — kaldunya sering kali menggunakan cumi-cumi dan udang kering untuk rasa yang lebih gurih mendalam, dan pelengkapnya cenderung menyertakan lebih banyak tauge dan lebih sedikit lemak babi. Anda bisa memesannya dalam versi kering (kho) atau kuah, dan versi kering yang disajikan dengan semangkuk kecil kaldu terpisah sangat layak untuk dicoba setidaknya sekali.
Pengaruh Tionghoa-Khmer juga terlihat dari tersedianya "banh canh" kepiting (banh canh cua) di pasar — sup mi tebal yang biasanya dikaitkan dengan Vietnam bagian tengah, tetapi di sini hadir dalam versi selatan yang lebih manis.

Foto oleh Quang Nguyen Vinh di Pexels
Mam: Fermentasi yang Kuat dan Autentik
Pembahasan tentang kuliner An Giang tidak akan lengkap tanpa "mam", tradisi pasta ikan fermentasi khas provinsi ini. An Giang adalah salah satu wilayah produsen utama mam di Vietnam (베트남 / 越南 / ベトナム), dan berbagai variasi yang ditawarkan di Cho Long Xuyen sangat menarik untuk dilihat meskipun Anda tidak membelinya.
Mam ca loc (ikan gabus fermentasi), mam ca sat (spesies ikan yang lebih kecil), dan mam ruoc (terasi udang) semuanya ada di sini. Para penjual sering kali menawarkan sampel kecil untuk dicicipi. Aromanya sangat menyengat. Namun, begitu Anda mencicipinya, rasanya adalah umami dalam bentuk yang paling pekat.
Mam adalah bahan utama dalam beberapa hidangan lokal — termasuk lau mam (hotpot ikan fermentasi) yang merupakan hidangan kebersamaan khas An Giang. Anda harus mencari restoran makan di tempat daripada warung pasar untuk menikmati lau mam. Ini bukan makanan cepat saji. Siapkan anggaran sekitar 80.000–120.000 VND per orang di tempat makan lokal.
Banh Mi dan Kuliner Sore Hari
Kota ini memiliki budaya "banh mi (반미 / 越式法包 / バインミー)" yang kuat yang mulai ramai di sore hari. Gaya Long Xuyen cenderung menggunakan olesan pate hati babi yang melimpah dengan acar lobak, mentimun, dan siraman kuah kecap pekat — lebih dekat dengan gaya Saigon daripada apa pun yang akan Anda temukan di Da Nang atau Hoi An. Para penjual mulai bersiap di dekat persimpangan Nguyen Hue dan Tran Hung Dao mulai sekitar jam 3 sore.
Sebagai pelepas dahaga, es "ca phe sua da (연유커피 / 越南冰咖啡 / ベトナムアイスコーヒー)" dari warung pinggir jalan seharga 15.000–20.000 VND disajikan dengan seduhan kopi yang sangat kuat — warga An Giang sangat serius dalam hal kopi.

Foto oleh Vietnam Tri Duong Photographer di Pexels
Transportasi dan Waktu Terbaik
Long Xuyen paling mudah dijangkau dengan bus dari terminal Mien Tay di Saigon (sekitar 3,5 jam, 90.000–110.000 VND). Ada juga bus dari Can Tho (껀터 / 芹苴 / カントー) (sekitar 1,5 jam). Setibanya di kota, xe om (ojek) atau Grab bike bisa mengantar Anda ke mana saja — kawasan pasar, tepi sungai, dan deretan restoran semuanya berada dalam radius beberapa kilometer saja.
Datanglah dengan perut kosong dan jelajahi pasar sebelum jam 8 pagi. Menjelang siang, warung-warung terbaik biasanya sudah habis terjual.
Catatan Praktis
Long Xuyen sangat cocok sebagai tempat singgah satu malam jika Anda bepergian antara Can Tho dan Chau Doc — kota ini memiliki beberapa wisma yang bersih dan terjangkau di dekat pasar dengan tarif 250.000–450.000 VND per malam. Dunia kuliner di sini hampir seluruhnya menggunakan bahasa Vietnam tanpa menu bahasa Inggris, jadi menunjuk makanan dan menguasai beberapa frasa dasar akan sangat membantu. Bawalah uang kertas kecil; sebagian besar warung tidak memiliki kembalian untuk uang pecahan 200.000 VND.
Terakhir diperbarui · May 29, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.








