Destinasi kuliner yang terabaikan di utara Hanoi
Hung Yen terletak sekitar 50 km di sebelah timur Hanoi, terjepit di antara Sungai Merah dan dataran persawahan. Sebagian besar wisatawan benar-benar melewatkannya demi Sapa atau Ha Long Bay. Provinsi ini cukup sepi, dan justru karena itulah makanan di sini belum dioptimalkan untuk Instagram — masih dibuat dengan cara yang sama seperti tiga puluh tahun yang lalu.
Kulinernya sangat bergantung pada ikan air tawar, beras ketan, dan sayuran dari delta sungai. Anda akan menemukan hidangan di sini yang sudah langka atau punah di restoran-restoran Hanoi. Harganya 30–50% lebih murah daripada di ibu kota.
Hidangan khas dan tempat menyantapnya
Ca Tru Pho
"Ca tru pho" adalah hidangan yang membuat Hung Yen dikenal di luar provinsinya. Ini adalah sup mi tipis yang dibuat dengan ikan air tawar (biasanya ikan mas atau ikan mas krusia), bukan daging sapi. Kaldunya dimasak berjam-jam dengan tulang ikan, jahe, dan gula batu, serta rasanya lebih ringan dan lembut dibandingkan "pho" tradisional.
Versi yang tepat memiliki mi beras yang lembut, irisan filet ikan, dan perkedel ikan. Anda menyantapnya dengan rempah segar dan perasan jeruk nipis. Tampilan maupun kekayaannya sama sekali tidak mirip dengan "pho" — lebih mendekati kaldu ikan bening (consomme) yang disaring.
Tempat yang dituju: Kedai com tam (toko kue beras) mana pun di Jalan Phu Nhan di kota Hung Yen akan menyajikannya di pagi hari, sekitar 40.000–60.000 VND per mangkuk. Cobalah kedai-kedai di dekat pasar sentral (Cho Hung Yen) di Jalan Bach Dang; penduduk lokal memadatinya dari pukul 6–8 pagi. Restoran turis di pusat kota Hung Yen mematok harga 80.000+ VND dan sering kali tidak tahu cara membuatnya dengan benar.
Banh Cuon Tran (Gulungan Tepung Beras Kukus)
"Banh cuon" di sini adalah makanan khas dari kelurahan Tran (itulah asal namanya). Gulungan ini terbuat dari lembaran tepung beras tipis yang dikukus, diisi dengan daging babi cincang, jamur kuping, dan bawang merah. Hidangan ini disajikan dengan kecap ikan yang agak manis dan taburan bawang merah goreng renyah di atasnya.
Perbedaannya dengan "banh cuon" Hanoi: gulungan Tran lebih tebal dan lebih mengenyangkan, serta isiannya lebih melimpah. Penduduk lokal menyantapnya untuk sarapan dengan segelas teh susu panas.
Tempat yang dituju: Kedai-kedai Banh Cuon Tran berkumpul di sekitar Pasar Kelurahan Tran (Cho Tran), dapat diakses dengan ojek dari pusat kota (sekitar 15 km, 50.000 VND). Kedai yang dikelola oleh seorang wanita bernama Hang, di dekat pintu masuk pasar, adalah patokannya — 35.000 VND per porsi. Jam buka hanya pukul 6–10 pagi. Tidak ada papan nama dalam bahasa Inggris; tanyakan pada penduduk lokal atau pengemudi Anda.
Com Tam (Nasi Patah) dan Ikan Bakar
"Com tam" adalah beras patah kualitas rendah yang dulunya sering dibuang. Beras ini menjadi jajanan kaki lima di Saigon beberapa dekade lalu. Di Hung Yen, Anda akan menemukannya di restoran-restoran tepi sungai yang disajikan bersama ikan mas atau ikan gabus bakar.
Nasinya dimasak hingga agak lengket dan disajikan dengan satu ekor atau setengah ekor ikan, yang dibakar utuh dengan garam dan kunyit. Hidangan ini dilengkapi dengan sayuran mentah (mentimun, tomat, rempah-rempah) dan kecap ikan. Daging ikannya empuk dan memiliki cita rasa khas sungai.
Tempat yang dituju: Restoran tepi sungai di sepanjang Sungai Merah, khususnya di sekitar kelurahan Phu Tho. Yang paling bisa diandalkan adalah tempat terbuka tanpa nama di sudut Jalan Phu Duc dan Nguyen Hue (tidak ada alamat, tanyakan pada penduduk lokal). Siapkan 80.000–120.000 VND untuk satu porsi penuh ikan mas bakar dengan nasi dan sayuran. Makan siang, pukul 11 pagi–2 siang.
Banh Chung dan Banh Giay (Kue Beras Ketan)
"Banh chung" adalah kue beras ketan berbentuk persegi yang dibungkus dengan daun dong, secara tradisional dibuat saat Tet. Hung Yen memproduksinya sepanjang tahun di bengkel-bengkel keluarga. Isiannya biasanya kacang hijau dan daging babi. "Banh giay" adalah versi yang lebih polos dan kenyal.
Ini bukanlah makanan turis — melainkan sarapan atau camilan. Anda akan melihat penduduk lokal menyantapnya bersama sayuran acar dan secangkir kaldu asin.
Tempat yang dituju: Pasar sentral (Cho Hung Yen) memiliki area khusus banh chung di lantai dasar. Harga: 25.000–35.000 VND per kue. Belilah di pagi hari (sebelum pukul 9 pagi) saat kuenya masih segar. Kue yang dibungkus dengan daun dong hijau segar (bukan plastik) biasanya lebih enak.
Nem Chua (Gulungan Babi Fermentasi Asam)
"Nem chua" adalah makanan khas Hung Yen — daging babi berbumbu dan bawang putih yang dibungkus daun pisang dan dibiarkan berfermentasi selama berminggu-minggu. Rasanya asam, asin, beraroma tajam, dan sangat gurih. Diiris tipis dan disantap dengan cabai, jeruk nipis, serta rempah-rempah.
Sebagian besar orang Vietnam di luar negeri hanya mengenal versi gorengnya. Di sini, Anda akan menemukan jenis fermentasi mentah, yang rasanya sama sekali berbeda. Cita rasanya mungkin butuh penyesuaian untuk bisa dinikmati.
Tempat yang dituju: Pasar sentral memiliki penjual khusus nem chua. Carilah kemasan kedap udara atau gulungan yang dibungkus daun pisang. Siapkan 120.000–180.000 VND per gulung (dimakan dalam irisan kecil, bukan utuh). Kedai yang dikelola oleh penjual bernama Linh (di dekat area ikan) bisa diandalkan.

Foto oleh Jordan Coleman di Pexels
Jajanan kaki lima dan makanan pasar
Cho Hung Yen (Pasar Sentral Hung Yen)
Pasar ini adalah jantung kuliner lokal. Paling ramai saat fajar dan mulai sepi menjelang pertengahan pagi. Anda akan melihat penduduk lokal makan di meja-meja plastik di dalam dan sekitar pasar — ini adalah hal yang normal dan aman.
Area makanan:
- Lantai dasar: "banh chung", "banh giay", "nem chua", ikan kering, sayuran.
- Halaman belakang: "banh cuon" matang, ikan bakar, kedai "pho", sup mi beras.
Siapkan anggaran 60.000–100.000 VND untuk sarapan atau makan siang yang mengenyangkan. Bayar per item, bukan menu tetap.
Jalan Bach Dang (Tur Jalan Kaki Pagi)
Jalan Bach Dang membentang melintasi pusat kota dan menjadi koridor makanan pagi. Kedai-kedai buka pukul 5–9 pagi dan menjual "pho", "banh mi", beras ketan, kue goreng, dan sup.
Berjalanlah di sepanjang jalan ini (sekitar 1 km) dan pilihlah apa pun yang menarik hati. Harganya murah (30.000–50.000 VND per hidangan), cepat saji, dan sepenuhnya dikunjungi oleh penduduk lokal.
Jebakan turis dan cara menghindarinya
Restoran "Tradisional" Palsu
Beberapa restoran di dekat area hotel utama Hung Yen (sekitar Alun-Alun Phu Tho) mengiklankan "masakan otentik Hung Yen" dengan menu berbahasa Inggris dan foto-foto yang dilaminasi. Mereka mematok harga hidangan 2–3 kali lipat lebih mahal dan sering kali mengurangi kualitas bahan-bahannya.
Hindari tempat-tempat tersebut. Makanlah di tempat Anda melihat penduduk lokal makan — tidak ada papan nama dalam bahasa Inggris, menggunakan kursi plastik, dan tidak ada menu berbahasa Inggris.
"Desa Ikan" Turis yang Terlalu Mahal
Beberapa operator wisata menawarkan pengalaman makan siang "desa nelayan otentik". Biasanya ini hanyalah tempat yang dibuat khusus untuk turis di rumah-rumah sewaan dengan harga yang melambung tinggi (200.000+ VND untuk hidangan yang bernilai 60.000 VND).
Sebagai gantinya: naiklah ojek ke kedai tepi sungai yang sebenarnya di Jalan Phu Duc dan makanlah sendiri atau bersama pemandu lokal.

Foto oleh Quang Nguyen Vinh di Pexels
Perkiraan biaya
- Jajanan kaki lima dan makanan pasar: 40.000–80.000 VND (~$1,60–$3,20 USD).
- Restoran lokal (makan di tempat): 80.000–150.000 VND (~$3,20–$6 USD).
- Restoran yang ditujukan untuk turis: 150.000–300.000+ VND (~$6–$12 USD).
- Hidangan ikan bakar (tepi sungai): 100.000–180.000 VND untuk satu piring penuh dengan nasi dan sayuran.
Sebagian besar tempat hanya menerima uang tunai. ATM berada di Jalan Phu Tho (jalan tembus utama).
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya Ca Tru Pho dengan pho biasa yang disajikan di Hanoi?
Ca Tru Pho menggunakan ikan air tawar — biasanya ikan mas atau ikan mas krusia — sebagai pengganti daging sapi. Kaldunya dimasak dengan tulang ikan, jahe, dan gula batu, menghasilkan kaldu yang lebih ringan dan lembut yang lebih mendekati kaldu ikan bening (consomme) daripada pho tradisional. Semangkuk harganya 40.000–60.000 VND di kedai-kedai dekat Cho Hung Yen di Jalan Bach Dang, tempat penduduk lokal makan antara pukul 6–8 pagi.
Apa itu Banh Cuon Tran dan di mana Anda bisa menemukannya di Hung Yen?
Banh Cuon Tran adalah gulungan tepung beras kukus dari Kelurahan Tran, diisi dengan daging babi cincang, jamur kuping, dan bawang merah, disajikan dengan kecap ikan manis dan bawang merah goreng. Gulungan ini lebih tebal dan isiannya lebih banyak daripada versi Hanoi. Kedai-kedai berkumpul di sekitar pasar Cho Tran, sekitar 15 km dari pusat kota (50.000 VND dengan ojek). Kedai di dekat pintu masuk pasar yang dikelola oleh seorang wanita bernama Hang mematok harga 35.000 VND per porsi dan hanya buka pukul 6–10 pagi.
Kapan waktu terbaik dalam sehari untuk menyantap makanan lokal di Hung Yen?
Pagi hari, antara pukul 6–8 pagi, adalah saat makanan lokal terbaik tersedia. Kedai Ca Tru Pho di Jalan Bach Dang dan Jalan Phu Nhan paling ramai saat itu. Banh Cuon Tran di Cho Tran tutup menjelang pukul 10 pagi. Kue banh chung di Cho Hung Yen juga paling baik dibeli lebih awal. Ikan bakar dengan com tam di restoran tepi sungai di kelurahan Phu Tho hanya beroperasi pada jam makan siang, pukul 11 pagi–2 siang.
Catatan praktis
Pusat kota Hung Yen berjarak 50 km dari Hanoi; naiklah bus dari Stasiun Luong Yen (60.000 VND, 1,5 jam). Bawalah pengemudi yang bisa berbahasa Inggris atau pergilah bersama kenalan lokal — rambu jalan sangat minim dan bahasa Inggris jarang digunakan di luar hotel. Makanan pasar paling segar pada pukul 6–9 pagi; rencanakan dengan matang. Musim terbaik adalah musim gugur (September–Oktober) dan akhir musim dingin (Januari–Februari), saat ikan sungai sedang musimnya dan cuaca cukup sejuk untuk berjalan-jalan di pasar.
Terakhir diperbarui · Jul 1, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.












