Pola makan nabati di Vietnam (베트남 / 越南 / ベトナム) lebih mudah dari yang dikira banyak orang, terutama jika Anda tahu ke mana harus pergi. Rute perjalanan empat hari yang melintasi Hanoi, Hue, dan Hoi An ini memadukan restoran khusus vegetarian dengan budaya kuil Buddha serta kelas memasak—sebagian besar infrastruktur ramah vegan di Vietnam berkembang dari komunitas Buddha yang telah menjalani diet "chay" (vegetarian) selama berabad-abad.

Hari 1 — Hanoi: Loving Hut dan Jajanan Kaki Lima Old Quarter

Mulailah di Hanoi (하노이 / 河内 / ハノイ) dengan dua tempat yang menjadi pusat kuliner vegan di kota ini. Loving Hut, jaringan global yang memiliki akar kuat di Vietnam, terletak di Tran Hung Dao dan menyajikan banh mi daging tiruan, alternatif com tam, dan smoothies. Harga hidangan utama berkisar 55.000–85.000 VND. Tempat ini ramai saat makan siang, dan lebih sepi setelah pukul 14.00. Lumpia udang tiruan dan com tam (nasi pecah dengan "daging babi" nabati) di sini sangat meyakinkan sehingga Anda tidak akan merasa seperti sedang makan makanan pengganti.

Untuk makan malam, pergilah ke Tamarind Cafe di Jalan Nha Tho (dekat Danau Hoan Kiem). Tempat ini adalah bagian dari kelompok kecil yang berfokus pada hidangan vegan Vietnam dan Asia Tenggara. Lumpia, pho dengan tahu, dan kari kelapa mereka disajikan secara autentik tanpa tambahan krim kental atau kecap ikan pengganti. Hidangan utama seharga 60.000–90.000 VND. Lakukan reservasi terlebih dahulu; tempat ini cepat penuh menjelang pukul 19.00.

Jika Anda ingin menjelajahi Old Quarter dengan berjalan kaki, langsung saja telusuri kedai-kedai jajanan kaki lima: sebagian besar penjual "banh cuon (반꾸온 / 蒸米卷 / バインクオン)" (lumpia kukus) akan membuatnya tanpa daging jika Anda menunjuk dan mengatakan "khong thit" (tanpa daging). Kedai tahu banyak ditemukan di sekitar Jalan Hang Dieu. Seporsi tahu goreng kunyit dan serai harganya 15.000–25.000 VND.

Hari 2 — Hanoi: Hum dan Kuil-Kuil Buddha

Sarapan di Hum Vegetarian, tempat makan santai di distrik Ba Dinh dekat One Pillar Pagoda. Hum dimiliki oleh para pekerjanya dan berfokus pada hidangan tradisional "com chay" (nasi vegetarian): sayuran kukus, pasta kacang fermentasi, dan hidangan jamur. Harganya 40.000–60.000 VND per porsi, dan pelanggannya beragam—penduduk lokal maupun wisatawan. Tidak ada menu berbahasa Inggris; foto-foto di dinding akan sangat membantu. Jam buka hanya dari pukul 06.30–13.00, jadi datanglah sebelum tengah hari.

Setelah sarapan, habiskan pagi hari di Tran Quoc Pagoda, kuil Buddha tertua di Hanoi, di Jalan Thanh Nien di tepi Sungai Merah. Para biksu mempertahankan praktik vegetarian di sini; halamannya damai dan tidak seramai kuil-kuil di area Hoan Kiem. Tidak ada biaya masuk, tetapi donasi kecil (20.000–50.000 VND) adalah hal yang lumrah.

Makan sianglah di dekat kuil di salah satu kedai "com chay" informal yang melayani penduduk lokal—mintalah pihak hotel untuk menuliskan nama kuil dan gang makanan terdekat dalam bahasa Vietnam agar Anda dapat menunjukkannya kepada sopir taksi atau bertanya kepada penduduk setempat. Seporsi nasi lengkap dengan 3–4 lauk sayuran dan tahu harganya sekitar 30.000–50.000 VND.

Pada sore hari, kunjungi Temple of Literature, tempat suci Konghucu yang luas dengan taman dan halaman. Lebih sepi dibandingkan monumen Hanoi lainnya, tidak ada upacara keagamaan di sore hari, sehingga Anda dapat berjalan-jalan tanpa keramaian. Tiket masuknya 30.000 VND.

Makan malam: kembalilah ke salah satu dari tiga restoran sebelumnya atau cobalah kedai jajanan kaki lima "pho (쌀국수 / 越南河粉 / フォー)" dan pesan "pho chay" (pho vegetarian dengan tahu dan kaldu jamur sebagai pengganti kaldu daging). Sebagian besar kedai akan membuatnya tanpa repot jika Anda memesan lebih awal, sebelum jam sibuk malam hari.

Seorang biksu Buddha berdiri di sebelah lonceng perunggu besar di taman kuil di Thạch Lâm, Việt Nam.

Foto oleh Thành Văn Đình di Pexels

Hari 3 — Hue: Kuil-Kuil Buddha dan Restoran Chay

Terbang atau naik kereta malam (10–12 jam) dari Hanoi ke Hue (후에 / 顺化 / フエ). Kereta malam tiba sekitar pukul 06.00; penerbangan pertengahan pagi akan membawa Anda tiba pada pukul 13.00. Jika terbang, harga tiket bervariasi antara 800.000–1.500.000 VND tergantung seberapa jauh hari Anda memesannya.

Sarapan atau brunch di kedai pho lokal; pho di Hue sangat lezat, dan "pho chay" adalah menu standar di setiap kedai. Semangkuk harganya 30.000–40.000 VND.

Budaya vegetarian di Hue sangat kuat karena populasi umat Buddha yang besar dan sejarah kerajaannya. Habiskan sore hari dengan mengunjungi Thien Mu Pagoda di tepi Perfume River, kuil Buddha paling ikonis di Hue. Menara tujuh lantainya mudah dikenali dari buku panduan mana pun. Para biksu di sini mempertahankan diet vegetarian yang ketat, dan halaman kuilnya tenang dan luas. Tiket masuk gratis; luangkan waktu sekitar 90 menit. Jika Anda berada di sana sekitar waktu meditasi (pagi-pagi sekali atau sore hari), Anda mungkin diundang untuk duduk tenang bersama para biksu.

Di dekat Thien Mu, beberapa restoran "com chay" melayani komunitas Buddha setempat. Nhat Huong dan Y Thao adalah dua tempat yang utamanya melayani umat Buddha awam dan biksu lokal; keduanya menyajikan hidangan nasi yang mengenyangkan, kari labu, dan hidangan penutup ketan yang dibuat dengan kelapa dan gula merah. Hidangan utama harganya 40.000–70.000 VND. Menu berbahasa Inggris sangat minim, tetapi menunjuk makanan sudah cukup. Jam buka biasanya pukul 10.00–19.00.

Menjelang malam, berjalan-jalanlah melintasi Hue Citadel (setara dengan Imperial Citadel Thang Long, tetapi ini adalah kompleks kerajaan Hue). Citadel ini membentang di tepi Perfume River dan menawarkan area yang lebih tenang serta tidak terlalu ramai dibandingkan monumen-monumen di Hanoi. Tiket masuknya 150.000 VND. Penjual makanan vegetarian lebih sedikit di sini, tetapi sebuah kedai camilan ketan di dekat gerbang selatan biasanya buka pada sore hari.

Makan malam: pesanlah meja di Tropical Garden atau restoran lain di Jalan Hung Vuong. Keduanya menyajikan hidangan vegetarian Vietnam dan beberapa hidangan adaptasi vegan Barat (salad, pasta dengan saus sayuran). Harganya 70.000–120.000 VND per hidangan utama.

Hari 4 — Hoi An: Kelas Memasak Vegan dan Cao Lau

Naik kereta atau bus (3 jam) dari Hue ke Hoi An (호이안 / 会安 / ホイアン) di pagi hari. Bus berangkat setiap 30 menit, biayanya 100.000–150.000 VND, dan jalannya lambat namun dapat diandalkan.

Tiba menjelang siang dan langsung menuju kelas memasak vegan. Hoi An Red Bridge Cooking School dan Hoi An Cooking Academy sama-sama menawarkan kelas standar versi vegetarian untuk setengah hari dan sehari penuh. Anda akan berbelanja di pasar pagi Hoi An (Pasar An Hoi), belajar membuat "goi cuon" (lumpia), "banh xeo (반세오 / 越南煎饼 / バインセオ)" (pancake renyah—dibuat dengan isian sayuran), dan sup mi khas daerah tersebut. Kelas berlangsung selama 2–4 jam dan biayanya 450.000–650.000 VND per orang. Pesan secara online atau di meja resepsionis hotel Anda pada malam sebelumnya.

Setelah kelas selesai, berjalan-jalanlah di Hoi An Ancient Town. Tempat ini adalah pasar dan kawasan permukiman yang hidup, bukan sekadar pajangan museum, dan kedai-kedai vegetarian beroperasi di sepanjang jalan-jalan sempitnya. Cobalah "cao lau (까오러우 / 高楼面 / カオラウ)" (mi kenyal khas setempat) yang dibuat dengan tahu sebagai pengganti daging babi; sebagian besar pedagang kaki lima bersedia mengganti proteinnya. Harganya 35.000–50.000 VND. Pangsit White Rose ("banh nam") juga tersedia dalam versi udang atau sayuran; mintalah "nhan chay" (isian vegetarian).

Makan siang atau makan malam di Morning Glory Street Food Restaurant di Jalan Nguyen Hue. Restoran ini menyajikan hidangan Vietnam modern dengan banyak pilihan berlabel vegan: "banh mi" sayuran, smoothies tropis, dan tumisan. Hidangan utama seharga 80.000–130.000 VND. Dapurnya terbuka menghadap jalan, dan Anda dapat melihat para staf menyiapkan hidangan.

Jika Anda punya waktu di malam hari, naiklah ke Japanese Bridge untuk menikmati pemandangan matahari terbenam tanpa keramaian siang hari, lalu jelajahi tempat-tempat "com chay" lokal di Jalan Bach Dang (yang membentang sejajar dengan sungai). Ini adalah kantin pekerja, bukan restoran turis, tetapi harga dan keautentikannya tidak ada duanya: 35.000–50.000 VND untuk seporsi penuh.

Pasar jalanan di Dalat, Vietnam dengan sayuran segar dan pembeli di pagi hari.

Foto oleh Quang Vuong di Pexels

Mengapa Vietnam Tengah Lebih Ramah Vegan

Hue dan provinsi-provinsi sekitarnya di Vietnam Tengah dulunya adalah benteng bersejarah agama Buddha, dan warisan tersebut bertahan dalam jumlah kuil, biksu, dan umat Buddha awam yang mempertahankan diet vegetarian. Oleh karena itu, restoran dan kedai "com chay" (nasi vegetarian) sudah tertanam kuat dalam budaya makanan—bukan sekadar pelengkap atau tambahan untuk turis. Pemilik restoran dan koki rumahan paham cara membuat sayuran, tahu, dan jamur terasa lezat tanpa daging, karena mereka telah melakukannya selama berabad-abad, bukan hanya dalam dekade terakhir.

Skena kuliner vegan di Hanoi lebih baru dan lebih terikat pada budaya kafe Barat serta restoran impor. Infrastruktur vegan di Vietnam Tengah berakar pada praktik agama dan budaya yang sebenarnya, sehingga lebih dapat diandalkan dan lebih menyatu dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, pasar-pasar di Vietnam Tengah lebih kecil dan lebih nyaman untuk pejalan kaki. Pasar pagi Hoi An hanya berjarak 10 menit jalan kaki dari pusat Old Town, dan para pedagang mengenali wajah pelanggan tetap mereka. Jika Anda bertanya dengan sopan dan kembali lagi, mereka akan mengingat preferensi Anda. Pasar-pasar di Hanoi (Dong Xuan, Ben Thanh) sangat masif dan semrawut; lebih sulit untuk membangun hubungan baik dengan satu kedai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa anggaran yang harus saya siapkan untuk makanan vegan per hari di Hanoi?

Jajanan kaki lima dan restoran chay lokal di Hanoi harganya murah. Seporsi tahu dengan kunyit dan serai dari kedai di Old Quarter harganya 15.000-25.000 VND. Seporsi nasi lengkap di kedai com chay informal berkisar 30.000-50.000 VND. Restoran tempat duduk seperti Loving Hut di Tran Hung Dao (55.000-85.000 VND per hidangan utama) dan Tamarind Cafe di Jalan Nha Tho (60.000-90.000 VND) merupakan kisaran harga lokal yang lebih tinggi.

Frasa bahasa Vietnam apa yang membantu saya memesan makanan vegetarian di kedai kaki lima?

Mengatakan "khong thit" (tanpa daging) sudah cukup di sebagian besar kedai di Old Quarter. Untuk menu restoran, pesanlah "pho chay" untuk mendapatkan pho vegetarian yang dibuat dengan tahu dan kaldu jamur sebagai pengganti kaldu daging, atau "com chay" untuk seporsi nasi vegetarian. Sebagian besar kedai pho akan menyiapkan versi chay tanpa masalah jika Anda memesan sebelum jam sibuk malam hari, saat dapur tidak terlalu tertekan.

Kapan budaya makanan vegetarian berkembang di Vietnam?

Infrastruktur restoran ramah vegan di Vietnam berkembang dari komunitas Buddha yang telah mempertahankan diet "chay" (vegetarian) selama berabad-abad. Tran Quoc Pagoda di Hanoi, kuil Buddha tertua di kota ini, yang terletak di Jalan Thanh Nien di tepi Sungai Merah, adalah salah satu contoh dari tradisi yang hidup tersebut. Kedai-kedai com chay informal yang berkumpul di dekat kuil seperti Tran Quoc masih melayani terutama para praktisi Buddha lokal daripada turis.

Catatan praktis

Bawalah aplikasi penerjemah atau kartu cetak bertuliskan "Saya makan vegetarian / vegan" dalam bahasa Vietnam: "Toi an chay" (Saya makan vegetarian) atau "Toi an chay toan chay" (Saya vegan ketat). Ini akan mempercepat pemesanan di kedai-kedai kecil. Sebagian besar restoran di Hanoi dan Hoi An memiliki menu berbahasa Inggris; di Hue lebih jarang. Hue dan Hoi An memiliki air yang sangat baik untuk minum dan memasak, tetapi di Hanoi, tetaplah gunakan air kemasan atau air yang disaring. Musim panas (Mei–September) terasa panas dan lembap; berkunjunglah pada bulan Oktober–April agar lebih nyaman. Kunjungan ke kuil gratis atau bayar seikhlasnya; bawalah uang kertas pecahan kecil (10.000–50.000 VND) untuk donasi.

— SELESAI —

Terakhir diperbarui · May 29, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.