Pantai Tam Thanh adalah tempat yang jarang didengar oleh sebagian besar pengunjung Da Nang. Letaknya sekitar 70 km di selatan pusat kota, di sebuah komune pesisir yang dulunya merupakan bagian dari provinsi Quang Nam sebelum penggabungan wilayah administratif baru-baru ini menjadikannya bagian dari Da Nang raya. Pantainya sendiri berupa lengkungan pasir yang panjang dan datar, berlatar desa nelayan di mana rumah-rumahnya telah dilukis menjadi proyek mural terbuka yang luas — lebih dari seratus mural menghiasi dinding, perahu, dan bahkan tangki air beton. Ini bukan pantai resor. Ini adalah desa nelayan aktif yang kebetulan menghadap ke laut, dan justru itulah yang membuatnya layak untuk dikunjungi.

Ada Apa Sebenarnya di Tam Thanh

Tam Thanh mulai menarik perhatian sekitar tahun 2016 ketika sekelompok seniman Korea dan Vietnam melukis mural di seluruh desa sebagai bagian dari inisiatif seni komunitas. Proyek ini mengubah dusun nelayan yang sepi menjadi perpaduan antara instalasi seni dan lingkungan tempat tinggal. Para nelayan masih menarik jaring di pagi hari. Anak-anak masih bermain di gang-gang. Namun kini dinding-dindingnya bercerita — ada yang abstrak, ada yang menggambarkan kehidupan desa, ada pula yang sekadar penuh warna-warni ceria.

Pantainya sendiri membentang sejauh beberapa kilometer. Pasirnya lebih kasar dibandingkan dengan My Khe di Da Nang (다낭 / 岘港 / ダナン), dan tidak ada penyewaan kursi berjemur atau bar koktail. Sebagai gantinya, Anda akan mendapatkan ruang terbuka, air dangkal, dan beberapa kedai makanan laut di mana harga makan siang lebih murah daripada secangkir kopi kelas menengah di Hoi An.

Alasan Wisatawan Berkunjung

Sebagian besar karena tiga alasan. Pertama, muralnya. Jika Anda pernah menghabiskan waktu di Hoi An (호이안 / 会安 / ホイアン) dan menginginkan sesuatu dengan daya tarik visual yang serupa tetapi tanpa gerbang tiket dan rombongan tur, Tam Thanh adalah jawabannya. Kedua, makanan lautnya — ini adalah desa nelayan, dan hasil tangkapannya langsung dipindahkan dari perahu ke panggangan. Ketiga, ketenangannya. Tam Thanh tidak memiliki kehidupan malam, spa, atau kafe-kafe Instagramable. Tempat ini hanya memiliki pasir, lukisan, dan ikan. Itulah daya tarik utamanya.

Tempat ini juga cocok untuk perjalanan sehari jika Anda menginap di Da Nang atau Hoi An dan ingin menjauh dari jalur ramai di antara kedua kota tersebut.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Maret hingga Agustus adalah waktu yang tepat. Musim kemarau di sepanjang pesisir ini berlangsung sekitar bulan Februari hingga Agustus, dengan April hingga Juni sebagai waktu paling ideal — hangat tanpa panas terik seperti di bulan Juli, dan jarang turun hujan. September hingga Desember membawa muson timur laut, dan pesisir tengah bisa dilanda hujan deras serta banjir sesekali. Januari dan Februari lebih sejuk dan terkadang mendung, tetapi masih cukup nyaman.

Berkunjunglah di pagi hari jika memungkinkan. Pencahayaannya lebih bagus untuk memotret mural sebelum tengah hari, para nelayan lebih aktif, dan Anda bisa menghindari sedikit keramaian wisatawan yang ada.

Nelayan bertopi tradisional sedang bekerja di pantai di Hoi An, Vietnam, dari sudut pandang udara.

Foto oleh Vietnam Hidden Light di Pexels

Cara Menuju ke Sana

Dari pusat kota Da Nang, Tam Thanh berjarak sekitar 70 km ke arah selatan — kira-kira 90 menit dengan sepeda motor atau mobil, tergantung pada lalu lintas di pinggiran selatan. Sebagian besar rutenya menyusuri pantai dan sangat mudah diikuti.

  • Sewa sepeda motor: 120,000–150,000 VND/hari dari Da Nang. Ini adalah pilihan terbaik jika Anda terbiasa berkendara. Jalannya datar dan beraspal mulus sepanjang jalan.
  • Mobil Grab: Sekitar 350,000–450,000 VND sekali jalan. Anda bisa mengatur perjalanan pulang, tetapi pastikan dengan pengemudi — tidak banyak mobil Grab yang mangkal di Tam Thanh.
  • Dari Hoi An: Hanya sekitar 25 km di utara Tam Thanh, sehingga perjalanannya lebih cepat — 30 hingga 40 menit dengan sepeda motor.

Tidak ada bus umum langsung yang praktis bagi wisatawan. Sepeda motor atau mobil pribadi adalah pilihan terbaik.

Hal yang Bisa Dilakukan

Berjalan-jalan di Desa Mural

Mural-mural ini terkonsentrasi di jalur yang paling dekat dengan pantai. Luangkan waktu setidaknya satu jam untuk berkeliling. Beberapa panel terbaik berada di gang-gang samping yang mungkin terlewatkan jika Anda hanya menyusuri jalan utama. Carilah lukisan 3D yang bermain dengan perspektif — perahu nelayan yang seolah muncul dari dinding, atau pintu yang terbuka menuju pemandangan laut yang dilukis. Karya seni ini telah memudar seiring berjalannya waktu, yang sejujurnya justru menambah karakternya.

Makan Makanan Laut di Kedai Pantai

Sekelompok restoran kecil terletak tepat di mana desa berbatasan dengan pasir pantai. Tunjuk saja mana yang terlihat segar — cumi bakar, kerang kukus, ikan goreng dengan nasi. Makan siang hidangan laut lengkap untuk dua orang berkisar antara 200,000–350,000 VND. "Mi quang" terkadang juga ada di menu di sini, dan sangat layak untuk dipesan — hidangan mi kunyit ini asli dari wilayah Vietnam tengah ini dan rasanya berbeda dari versi Saigon atau Hanoi.

Berenang (Dengan Ekspektasi Realistis)

Airnya cukup bersih untuk berenang hampir sepanjang tahun, tetapi tidak ada penjaga pantai dan dasar lautnya tidak rata di beberapa tempat. Cukup nyaman untuk bermain air dan menyegarkan diri, namun kurang ideal jika Anda menginginkan hari bersantai di pantai yang tertata rapi. Bawalah handuk Anda sendiri — tidak ada tempat penyewaan di sini.

Mengunjungi Pelabuhan Nelayan saat Subuh

Jika Anda menginap atau tiba lebih awal, pelabuhan kecil di utara desa ini mulai aktif dari sekitar pukul 05:00 hingga 07:00 pagi. Perahu keranjang bundar — "thung chai" — berjejer di tepi pantai, dan hasil tangkapan pagi disortir langsung di atas pasir. Ini adalah pemandangan asli, bukan dibuat-buat untuk wisatawan.

Bersepeda di Jalan Pesisir

Jalur antara Tam Thanh dan komune tetangga, Tam Ky, datar dan sebagian besar sepi. Jika hotel atau homestay Anda menyediakan sepeda, bersepeda pagi di sepanjang pantai memakan waktu sekitar satu jam pulang-pergi dan menyuguhkan pemandangan sawah yang bertemu dengan laut.

Tempat Makan Terdekat

Selain kedai di pantai, carilah "com ga" — nasi ayam — di kota Tam Ky, sekitar 10 km ke arah pedalaman. Nasi ayam Tam Ky adalah makanan khas daerah tersebut: suwiran daging ayam di atas nasi berwarna kunyit dengan pendamping irisan rempah dan acar pepaya. Seporsinya seharga 30,000–40,000 VND. "Banh xeo" — crêpe renyah berisi udang dan daging babi — juga tersedia di kedai-kedai pinggir jalan di sepanjang jalan raya utama.

Tempat duduk kafe luar ruangan dengan mural makanan yang cerah di dinding hijau, menampilkan masakan lokal di lingkungan kota.

Foto oleh HONG SON di Pexels

Tempat Menginap

Tam Thanh memiliki akomodasi yang terbatas. Beberapa homestay beroperasi di desa ini, biasanya bertarif 250,000–400,000 VND per malam untuk kamar standar dengan kipas angin atau AC. Jangan harapkan fasilitas sekelas hotel — ini adalah penginapan tingkat desa dengan tuan rumah yang ramah.

Untuk kenyamanan lebih, menginaplah di Tam Ky (hotel hemat mulai dari 300,000 VND) atau jadikan ini sebagai perjalanan sehari dari Hoi An, yang memiliki segalanya mulai dari tempat tidur asrama seharga 200,000 VND hingga penginapan butik.

Tips Praktis

  • Bawa uang tunai. Tidak ada ATM di desa Tam Thanh. Mesin terdekat yang bisa diandalkan ada di Tam Ky.
  • Kenakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan. Jalur desa berpasir dan tidak rata. Sandal jepit bisa digunakan, tetapi sandal gunung atau sepatu sandal jauh lebih baik.
  • Tabir surya dan air minum. Tidak ada minimarket di pantai. Belilah persediaan sebelum Anda tiba.
  • Hormati desa setempat. Ada penduduk yang tinggal di sini. Jangan memanjat atap untuk berfoto atau masuk ke dalam rumah tanpa izin. Muralnya memang untuk umum, tetapi rumah di belakangnya bukan.

Kesalahan Umum

  • Menganggapnya sebagai hari penuh di pantai. Tam Thanh adalah kunjungan ke desa yang kebetulan memiliki pantai, bukan resor pantai. Rencanakan kunjungan selama 3–4 jam, bukan 8 jam.
  • Datang dengan Grab tanpa rencana pulang. Pesan perjalanan pulang Anda sebelum pengemudi Anda pergi, atau Anda akan terjebak harus tawar-menawar dengan pengemudi ojek (xe om) setempat.
  • Melewatkan gang-gang belakang. Mural di jalan utama adalah yang paling kurang menarik. Karya yang sesungguhnya tersembunyi di jalur sempit yang lebih dekat ke air.
  • Berkunjung di musim hujan lebat. Bulan Oktober dan November dapat mengubah jalanan desa menjadi lumpur, dan pantai dipenuhi puing-puing akibat limpasan badai. Periksa cuaca sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan.
— SELESAI —

Terakhir diperbarui · May 26, 2026 · riset independen, tanpa sponsor.