Kota tua Hoi An adalah satu dari sedikit tempat di Asia Tenggara di mana Anda bisa menyusuri jalanan yang masih terlihat sama seperti 200 tahun yang lalu. Ini bukanlah hasil rekonstruksi atau taman hiburan — melainkan pelabuhan perdagangan yang masih dihuni dan terdaftar di UNESCO, tempat orang-orang masih menjual kain, menyeduh kopi, dan menjemur pakaian di antara deretan ruko berusia berabad-abad.

Apa itu Hoi An dan bagaimana sejarahnya

Hoi An merupakan pelabuhan perdagangan internasional utama dari abad ke-16 hingga ke-18. Para pedagang Jepang, Tiongkok, dan Eropa memiliki gudang dan rumah di sini. Ketika Sungai Thu Bon mengalami pendangkalan dan pusat perdagangan berpindah ke Da Nang, Hoi An seolah membeku oleh waktu — secara ekonomi terlalu sepi untuk dirobohkan dan dibangun kembali. Ketidaksengajaan geografis tersebut melestarikan perpaduan rumah saudagar Jepang, balai pertemuan Tiongkok, fasad kolonial Prancis, dan rumah tabung Vietnam yang tidak akan Anda temukan berkumpul di tempat lain mana pun di negara ini.

Kawasan kota tua ini mencakup area seluas sekitar 30 hektar di sepanjang sungai. Secara administratif, Hoi An kini masuk ke dalam wilayah Da Nang (다낭 / 岘港 / ダナン) yang lebih luas, tetapi letaknya sekitar 30 km di selatan pusat kota Da Nang dan beroperasi dengan ritmenya sendiri yang khas.

Mengapa wisatawan datang ke sini

Tiga alasan yang membuat orang terus kembali. Pertama, arsitekturnya — ruko berdinding kuning dengan jendela kayu, atap genteng yang sedikit melengkung dimakan usia, dan gang-gang sempit yang sangat nikmat untuk disusuri perlahan. Kedua, kulinernya, yang bisa dibilang sebagai dapur regional terbaik di Vietnam tengah. Ketiga, penjahit pakaian — Hoi An (호이안 / 会安 / ホイアン) memiliki ratusan toko penjahit yang dapat membuat setelan jas atau gaun kustom dalam 24-48 jam dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan tempat lain.

Ukuran kotanya juga pas untuk dijelajahi. Anda bisa melihat inti kota tua dengan berjalan kaki dalam sehari, tetapi kebanyakan orang menginap dua atau tiga malam karena suasana santai di sini membuat Anda ingin berlama-lama.

Waktu terbaik untuk berkunjung

Februari hingga Mei adalah waktu paling ideal. Langit cerah, suhu berkisar antara 28-32°C, dan cuacanya cukup kering untuk berjalan-jalan dengan nyaman. Juni hingga Agustus membawa cuaca yang sangat panas (35°C+) dan keramaian dari musim liburan wisatawan domestik. September hingga November adalah musim topan — Hoi An sering banjir pada bulan Oktober dan November, terkadang setinggi lutut di kawasan kota tua. Desember dan Januari lebih sejuk (20-25°C) dan sesekali gerimis, tetapi tetap menyenangkan.

Jika Anda berkunjung saat bulan purnama setiap bulan lunar, kota tua ini mematikan lampu listrik dan menghiasi jalanan dengan lampion kertas. Suasananya benar-benar magis, meskipun akan menjadi sangat padat.

— FIN —

Last updated · May 19, 2026 · independently researched, never sponsored.